Menguak Manfaat dan Risiko Kesehatan Makan Jeroan

Oleh

Di antara tren makan sehat dan serba hijau yang tengah naik daun, banyak orang spontan mengeluarkan reaksi yang tidak menyenangkan atas gagasan makan jeroan — dan untuk alasan yang berbeda.

Di alam buas, kebanyakan binatang karnivora akan lebih dulu mengoyak hati dan ginjal setelah membunuh mangsanya, baru setelahnya mengakhiri jam makannya dengan daging dan otot. Ada alasan di balik ini, yang tidak ketahui oleh orang banyak: jeroan (khususnya hati) adalah multivitamin alami. Organ menawarkan beberapa sumber nutrisi terpadat seperti vitamin B, zat besi, fosfor, tembaga dan magnesium, dan diperkaya dengan vitamin yang larut dalam lemak paling penting: A, D, E, dan K.

Dengan produk daging prosesan — seperti sosis, ham, atau kornet — Anda tidak tahu apa yang Anda lahap. Tidak hanya daging prosesan diberikan pewarna tambahan, namun  produk-produk sosis dan kornet yang tidak terjamin mutunya dapat berisi segala macam bagian hewan, seperti tulang dan ekor. Daging yang melalui proses produksi rumit juga dapat dicampur dengan lemak jenuh, garam, gula, dan pengawet lainnya untuk memperkaya rasa dan membuat tampilannya mirip seperti daging asli. Dengan jeroan, Anda tahu pasti yang Anda konsumsi.

Di bawah ini, kami mengupas lebih dalam lagi mengenai manfaat dan risiko kesehatan dari berbagai macam jeroan.

Ati ayam

Mengapa harus makan ati ayam?

Satu porsi (1 ons) ati ayam masak mengandung 45 kcal dan hanya 1 gram lemak, 15 mg sodium, dan tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Ati ayam mengandung cukup banyak protein: 7 gram per porsi. Selain itu, dalam 1 ons ati ayam diperkaya oleh 130% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian yang direkomendasikan untuk vitamin A. Vitamin A mempromosikan daya penglihatan yang baik; vitamin A ini juga dapat membantu mengurangi dampak dari degenerasi makula (penurunan ketajaman penglihatan) dan melawan potensi katarak serta gangguan penglihatan lainnya, Vitamin A juga memberikan kontribusi untuk kesehatan kulit, pencernaan, dan kekebalan tubuh.

Anda juga akan mendapatkan sekitar 120 persen dari asupan harian vitamin B-12 yang direkomendasikan dalam 1 ons ati ayam. Defisiensi vitamin B-12 dapat menyebabkan anemia pernisiosa. Mencukupi asupan vitamin B-12 dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah baru. Meningkatkan energi dan fungsi mental, serta melawan Alzheimer.

Dalam satu ons ati ayam, Anda juga menemukan 60% asupan harian yang direkomendasikan dari asam folat, alias vitamin B-9. Asam folat khususnya penting untuk wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan karena asam lemak ini dapat membantu menurunkan peluang cacat lahir atau gangguan perkembangan pada bayi.

Risiko makan ati ayam

Dalam ukuran porsi yang sama, ati ayam juga mengandung 180 mg kolesterol — lebih dari setengah asupan yang direkomendasikan pada umumnya. Selain itu, jika Anda berniat masak ati ayam, Anda harus memperhitungkan kalori dan lemak dalam minyak yang ditambahkan ketika menentukan total gizi dalam porsi ati ayam Anda.

Terlalu banyak vitamin A dapat membahayakan tubuh dan juga bayi yang sedang bertumbuh kembang. Jadi, ibu hamil dan yang sedang merencanakan harus benar-benar memperhatikan porsi ati ayam dalam pola makan sehari-harinya — juga hindari konsumsi suplemen vitamin A.

Golongan usia lanjut harus menghindari konsumsi ati ayam sama sekali jika mereka tengah mengonsumsi suplemen vitamin A, atau membatasi porsi jadi satu kali seminggu. Pada orang tua, kelebihan vitamin A dapat melemahkan tulang, yang dapat menyebabkan patah tulang.

Ampela ayam

Mengapa harus makan ampela ayam?

Satu porsi (100 gram/3,5 ons) ampela ayam mengandung 2,68 gram lemak total, 78 mg sodium, 107 kcal, dan kurang dari 1 gram lemak jenuh. Jika Anda mencari alternatif bahan makanan yang rendah emak namun masih tinggi protein, ampela ayam adalah pilihan yang lebih sehat daripada potongan daging ayam atau babi. Diet rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Ampela ayam kaya akan protein. Protein dibutuhkan untuk produksi energi, sekaligus juga membantu menguatkan sel otot dan jaringan. Untuk per 9 kg berat tubuh Anda, Anda direkomendasikan untuk memenuhi 8 gram asupan protein. Seporsi (100 gram) ampela ayam menyediakan 30,39 gram protein untuk mendukung pemenuhan asupan protein Anda.

Per 100 gram ampela ayam mengandung 4 miligram zat besi dan 4,42 miligram zinc. Wanita membutuhkan 16 mg zat besi dan 8 mg zinc, sedangkan pria membutuhkan 8 mg zat besi dan 11 mg zinc, setiap hari.  Zat besi dibutuhkan untuk mendukung pemecahan sel, membuat hemoglobin dan transportasi oksigen ke seluruh tubuh. Zinc dibutuhkan tubuh untuk  mendorong kerja imun tubuh, dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Dalam seporsi ampela ayam (100 gram), Anda juga akan mendapatkan: 4 mg niacin atau vitamin B-2 (total 16 mg per hari untuk pria dan 14 gram untuk wanita dewasa, 18 mg untuk ibu hamil, dan 17 mg untuk ibu menyusui — per hari); 0,262 mg riboflavin (total 1,3 mg untuk pria, 1,1 mg untuk wanita dewasa, 1,4 gram untuk ibu hamil, dan 1,6 mg untuk ibu menyusui — per hari); dan 1,04 microgram vitamin B12 dari jumlah total  rekomendasi harian 2,04 mcg.

Vitamin B12 penting untuk sistem kekebalan tubuh dan fungsi neurologis yang baik. Niacin membantu Anda menjaga kesehatan rambut, kulit, hati, dan mata sementara juga meningkatkan kekebalan tubuh. Riboflavin, antioksidan alami, dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang Anda dapat dari proses pencernaan makanan dalam tubuh. Selain itu, Riboflavin juga membantu Anda menjaga kesehatan rambut, kulit, mata, dan hati.

Risiko makan ampela ayam

Dengan porsi yang sama, ampela ayam mengandung 370 miligram kolesterol, terhitung melebihi batas normal dari 300 miligram per hari yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Untuk orang dewasa dengan riwayat penyakit jantung, asupan kolesterol yang direkomendasikan adalah 200 mg per hari.

Usus dan babat sapi

Mengapa harus makan babat?

Satu porsi usus sapi (100 gram) mengandung 1,6 miligram zinc, 96 kalori, 13.64 gram protein, dan kurang lebih 4 gram lemak total (hanya 1,5 gramnya berupa lemak jenuh). Batas harian lemak jenuh per hari untuk pria dewasa adalah 30 dan 20 gram untuk wanita dewasa.

Dalam 100 gram usus mengandung 1,57 mg vitamin B-12, memenuhi hampir 65% dari angka rekomendasi harian untuk orang dewasa, lebih sedikit dari 60% batasan untuk wanita hamil, dan 56% dari rekomendasi AKG untuk ibu menyusui. Vitamin B12 penting untuk sistem kekebalan tubuh dan fungsi neurologis yang baik. Niacin membantu Anda menjaga kesehatan rambut, kulit, hati, dan mata sementara juga meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, B-12 membantu tubuh bisa beradaptasi lebih baik terhadap stress, dan juga membantu produksi DNA dan mencegah anemia.

Dari 100 gram usus sapi, Anda akan mendapatkan 72 gram fosfor, 10 persen lebih banyak daripada rekomendasi AKG harian. Fosfor banyak terdapat dalam tulang dan gigi karena mineral ini penting untuk produksi dan kesehatan tulang-gigi. Fosfor juga membantu tubuh memecah lemak dan karbohidrat, serta membantu produksi protein dan memperbaiki sel dan jaringan. Anda juga memerlukan fosfor untuk mempertajam indera perasa dan penciuman Anda.

Risiko makan babat

Dalam porsi yang sama, usus sapi juga mengadung 138 mg kolesterol — 46-69 persen lebih banyak daripada batas harian yang direkomendasikan untuk asupan kolesterol oleh American Heart Association.

Hati sapi

Mengapa harus makan hati sapi?

Dalam 3 ons hati sapi mengandung 60 microgram vitamin B-12, sedangkan hati sapi muda (veal) d 72 mcg vitamin B-12 per 3 onsnya. Nilai ini menyediakan cukup banyak asupan vitamin B-12 untuk tubuh melebihi batas AKG dari 2,4 mikrogram vitamin B-12 per hari.

Anda hanya memerlukan 0,9 mg tembaga melalui makanan harian Anda. Jika Anda makan 3 ons hati sapi, Anda akan mendapatkan 12 mg tembaga per hari. Tembaga merupakan komponen pendukung penting dari sejumlah enzim. Tubuh bergantung pada enzim-enzim ini untuk memproduksi energi, memetabolisme zat besi, mensintetis kolagen, dan menjaga saraf-saraf tubuh tetap sehat. Beberapa enzim yang bergantung pada tembaga juga membuat antioksidan, yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Hati sapi kaya akan vitamin A — hati sapi muda mengandung hampir lebih dari 60 ribu IU vitamin A per 3 ons, sementara sapi dewasa mengandung 26,957 IU vitamin A. Jika Anda mengalami defisiensi vitamin A, sistem kekebalan tubuh Anda akan melemah. Vitamin A merupakan faktor penting dalam produksi sel darah putih.

Risiko makan hati sapi

Hati sapi dapat mengandung zat sisa pestisida dalam konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan bagian lain dari daging sapi.

Rutin konsumsi hati sapi lebih dari 100 gram per hari dapat menyebabkan penumpukan tembaga dan vitamin A dalam sistem tubuh hingga mencapai batas berbahaya. Keracunan tembaga terbilang langka pada orang dewasa sehat, namun dapat menuntun Anda pada kerusakan hati. Jadi, batasi asupan tembaga hingga maksimal 10 mg per hari. Selain itu, turunan vitamin A dalam hati sapi — retinol — dapat menjadi racun bagi tubuh jika diserap oleh tubuh dalam dosis tinggi dalam waktu singkat, atau dalam dosis rendah namun teratur dalam jangka panjang. Batas toleransi asupan vitamin A per hari adalah 10,000 IU.

Kerugian utama dari konsumsi hati sapi adalah jumlah kolesterol yang dikandungnya. Sepotong hati sapi ukuran sedang memiliki 90 persen kolesterol. Namun demikian, sama seperti kolesterol dalam makanan laut dan telur, kandungan kolesterol dalam hati (ayam dan sapi) termasuk jenis yang mudah untuk dipecah tubuh, sehingga biasanya tidak akan membawa pengaruh buruk terhadap kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang bisa menyumbat arteri.

Kolesterol penting untuk pembentukan sel dan beberapa hormon, namun tubuh juga memproduksi kolesterol secara alami. Asupan kolesterol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung dan stroke.

Otak sapi

Mengapa harus makan otak sapi?

Otak sapi menawarkan nilai gizi yang cukup mencengangkan, berkat kandungan protein dan lemak yang sehat. Setiap 4 ons otak sapi mengandung 12,3 gram protein — seperlima dari total asupan harian yang direkomendasikan untuk rata-rata orang dengan berat badan 68 kg, menurut Iowa State University Extention. Protein membantu tubuh memelihara kesehatan otot dan juga berperan sebagai penjaga sistem kekebalan tubuh.

Otak sapi juga mengandung DHA, satu jenis asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 berfungsi untuk menurunkan risiko Anda terhadap penyakit jantung, sekaligus juga mendorong fungsi otak yang sehat. Setiap 4 ons otak sapi mengandung 1 gram DHA.

Selain itu, otak sapi juga berperan sebagai sumber yang baik untuk selenium dan tembaga. Sebagai antioksidan, selenium memelihara jaringan tubuh agar tetap sehat dengan mencegah potensi kerusakan akibat radikal bebas. Sama seperti tembaga, selenium juga memiliki andil terhadap fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal. Per 4 ons otak sapi mengandung 324 microgram tembaga dan 24 microgram selenium. Kedua angka ini memenuhi hingga 44 persen angka kecukupan gizi selenium harian yang direkomendasikan, dan 36 persen kecukupan tembaga harian Anda.

Otak sapi juga mengandung sederet vitamin penting, seperti vitamin B-5 dan B-12. Vitamin B-5 dari makanan Anda mendukung kerja metabolisme tubuh, membantu Anda mengubah makanan menjadi energi dan juga berperan dalam produksi hormon. Vitamin B-12 membantu Anda mensintetis DNA, memiliki andil dalam kesehatan sistem saraf dan mendukung perkembangan sel darah merah baru. Satu porsi otak sapi mengandung 2,3 mg vitamin B-5 (pantothenic acid) — memenuhi 46 persen angka kecukupan gizi B-5 harian Anda. Otak sapi juga menyediakan 11 mcg vitamin B-12 — yang lebih dari cukup untuk kebutuhan gizi harian Anda.

Risiko makan otak sapi

Walaupun otak sapi kaya akan nutrisi baik, jeroan yang umum ditemukan dalam masakan padang dan soto ini juga membawa beberapa risiko kesehatan serius. Otak sapi tinggi kolesterol: 3,401 miligram kolesterol per porsinya — 10 kali lipat lebih banyak daripada batas anjuran AKG harian. Tingkat kolesterol berlebih dari makanan Anda dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, terutama pada mereka yang sensitif terhadap kolesterol makanan.

Otak sapi yang terkontaminasi virus bovine spongiform encephalitis dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, menyebabkan penyakit Creutzfeldt-Jakob — dikenal sebagai “sapi gila” — sebuah gangguan neurodegeneratif mematikan.

Setelah menimbang segala manfaat dan risiko, tertarik untuk memasukkan beragam jeroan ke dalam menu makan sehat Anda? Kuncinya adalah: batasi porsi dan masak hingga benar-benar matang untuk menghindari bakteri berbahaya.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca