Daftar Makanan Pemicu Iritasi Usus yang Wajib Dihindari Pengidap IBS

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi kerja usus besar. Tanda dan gejalanya meliputi kram, sakit perut, kembung, begah, dan diare atau sembelit. Beberapa orang dengan IBS bisa mengendalikan gejala kekambuhannya dengan menghindari pemicu gejalanya. Berikut daftar makanan pemicu iritasi usus yang wajib dihindari oleh orang dengan IBS.

1. Gluten

Makanan pemicu iritasi usus yang pertama ialah gluten. Gluten merupakan protein pada gandum dan tepung yang dapat menyebabkan alergi pada beberapa orang. Beberapa orang dengan IBS juga mengalami kondisi intoleransi gluten. Pilihlah makanan bebas gluten jika Anda memiliki penyakit iritasi usus agar terhindar dari kekambuhan gejala. Pastikan untuk membaca label makanan sebelum Anda membelinya.

2. Gula dan pemanis buatan

Beberapa jenis gula dan pemanis buatan dapat menyebabkan kram perut, kembung, begah, dan ketidaknyamanan usus lainnya jika dikonsumsi oleh penderita IBS. Ahli medis di University of Maryland Medical Center merekomendasikan untuk menghindari karbohidrat olahan seperti nasi putih, pasta, roti, dan tepung yang nantinya akan diubah menjadi gula oleh tubuh. Gula dan pemanis buatan serta bahan lainnya pengganti gula sulit diserap oleh tubuh, terutama jika Anda memiliki IBS.

Produk pengganti gula seperti sorbitol, sukralosa, dan aspartam juga perlu Anda hindari. Bahan-bahan ini sering ditemukan pada produk minuman tanpa gula, permen karet, dan makanan kemasan.

3. Produk susu

Produk susu seperti keju, susu, es krim, dan mentega tidak dianjurkan dikonsumsi untuk orang dengan IBS karena kandungan lemak di dalamnya. Lemak yang terdapat di dalam produk susu bisa meningkatkan risiko diare pada pengidap IBS. Selain itu, orang dengan IBS biasanya mengalami intoleransi laktosa.

Menurut National Institutes of Health, produk susu bisa menimbulkan reaksi negatif. Misalnya sakit perut, kembung, dan sakit perut. Bahkan bagi orang yang tidak punya intoleransi laktosa pun lemak susu, kasein, dan whey bisa menjadi masalah.

4. Serat tidak larut

Makanan yang mengandung serat tidak larut bisa membuat gejala diare pada orang dengan IBS bertambah parah. Jenis makanan tertentu seperti biji-bijian, sayuran, dan buah mengandung serat yang sulit dicerna oleh pengidap IBS. Namun, tidak semua jenis biji, buah, dan sayur tak baik buat Anda.

Serat larut masih aman, sehingga Anda bisa mengutamakan berbagai makanan dengan serat larut dalam menu sehari-hari. Sumber serat larut antara lain kacang polong, alpukat, tahu, buah beri, mangga, jeruk, jeruk bali, dan wortel.

5. Gorengan

Makanan yang melalui proses penggorengan seperti kentang goreng tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang dengan IBS. Pasalnya, kandungan lemaknya bisa mengubah struktur kimiawi makanan tersebut jadi sulit untuk dicerna.

Memasak makanan dengan cara dikukus, ditumis, atau dipanggang menjadi cara memasak yang lebih dianjurkan.

6. Kafein

Kafein bisa menstimulasi kontraksi usus sehingga bisa menyebabkan diare. Kopi, soda, teh, cokelat, dan minuman berenergi yang mengandung kafein bisa menjadi pemicu yang buruk bagi penderita IBS. Usahakan untuk menghindarinya demi menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Walaupun setiap orang dengan IBS memiliki alergi dan reaksi yang berbeda terhadap makanan tertentu, menghindari makanan pemicu iritasi usus bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah keparahan dan kambuhnya gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit