Apa Benar Makan di Malam Hari Bikin Gemuk?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang takut gemuk sehingga selalu menghindari makan di malam hari? Ternyata belum tentu seperti itu. Lalu apa fakta sebenarnya?

Dari mana asalnya mitos “makan malam bikin gemuk”?

“Makan di malam hari dapat membuat tubuh menjadi gemuk” merupakan pernyataan yang telah lama didiskusikan, namun sampai saat ini masih diperdebatkan. Penelitian yang pernah dilakukan pada pekerja shift malam, menunjukkan bahwa pekerja shift malam sering mengonsumsi makanan di malam hari dan menunjukkan adanya peningkatan berat badan. Sebuah jurnal juga mendukung  hasil penelitian sebelumnya dengan menyatakan bahwa makan di malam hari berisiko untuk meningkatkan kalori yang dikonsumsi.  

Berbagai alasan yang menyebabkan orang yang makan di malam hari selain karena rasa lapar yang muncul pada malam hari, adalah karena ingin memuaskan nafsu makan yang bisa saja merupakan false hunger, menghilangkan stress, atau karena bosan. Biasanya orang yang makan larut malam karena ingin memuaskan nafsu makannya atau karena ingin menghilangkan stress cenderung memilih makanan ringan namun tinggi kalori. Mereka memang mengonsumsinya dalam jumlah sedikit, namun kalori yang terdapat dari snack tersebut sangatlah besar. Hal seperti inilah yang dapat menyebabkan kegemukan.

Orang yang memiliki kebiasaan makan di malam hari dapat dianggap mengalami night eating syndrome (NES). NES memiliki karakteristik yaitu makan banyak pada waktu malam, sering begadang atau insomnia, dan anoreksia yang terjadi pada pagi hari. NES sering dikaitkan dengan depresi dan stress yang menyebabkan nafsu makan meningkat. Ketika nafsu makan meningkat, yang dikonsumsi saat itu adalah makanan yang tinggi kalori dan tinggi gula, dan hal inilah yang dianggap menjadi penyebab dari kegemukan.

Penelitian terbaru menunjukkan makan di malam hari justru baik, asal….

Berbagai penelitian yang dilakukan baru-baru ini, menemukan bahwa konsumsi makanan ringan yang rendah kalori di malam hari justru menurunkan risiko overweight pada perempuan. Bahkan penelitian yang dilakukan pada atlet, menunjukkan bahwa konsumsi makanan ringan tinggi protein pada 30 menit sebelum tidur dapat membantu dalam proses pengeluaran energi yang berguna untuk mempertahankan fungsi normal tubuh saat istirahat.

Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Groen dan kawan-kawannya, ditemukan bahwa konsumsi makanan ringan yang tinggi protein pada orang tua ternyata dapat meningkatkan sintesis protein otot. Hal ini disebabkan karena waktu yang baik dalam proses metabolisme serta sintesis protein adalah malam hari. Sehingga, mengonsumsi makanan yang tinggi protein sebelum tidur dapat memaksimalkan proses pencernaan protein dalam tubuh. Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa konsumsi protein sebelum tidur dapat menghindarkan penuaan dan kehilangan massa otot pada orang tua.

Penelitian lain yang membuktikan salah satu manfaat dari mengonsumsi makanan ringan sebelum tidur adalah dapat menurunkan asupan kalori pada kelompok wanita overweight dan obesitas. Kelompok wanita yang mengalami overweight diberikan makanan ringan yang rendah lemak, rendah kalori, dan tinggi serat, seperti sereal gandum, setiap 90 menit setelah makan malam. Hal ini terbukti dapat menurunkan nafsu makan kelompok tersebut ketika keesokan paginya, sehingga menurunkan asupan kalori hariannya.

Figueroa dan kawan kawan juga melakukan penelitian pada kelompok tersebut, namun ingin melihat perubahan tekanan darah yang terjadi jika kelompok tersebut mengonsumsi makanan ringan pada malam hari. Hasilnya, makanan ringan yang mengandung protein tersebut diiringi dengan melakukan olahraga yang teratur dapat menurunkan tekanan darah serta menurunkan risiko arterosklerosis pada kelompok wanita overweight.

Jadi, apakah makan malam hari dapat membuat tubuh gemuk?

Tubuh kita bekerja setiap saat, termasuk dalam membakar kalori. Memang benar bahwa ketika tidur, tubuh membakar kalori lebih sedikit dibandingkan ketika beraktivitas, namun tidur yang berkualitas adalah salah satu faktor penentu dalam menjaga berat badan. Dalam hal ini, yang sangat berperan dalam menentukan apakah berat badan Anda meningkat, menurun, atau tetap adalah jumlah kalori yang Anda konsumsi dalam sehari, bukan waktu makan yang paling menentukan. Ketika Anda makan malam hari dan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak, hal tersebutlah yang dapat mempengaruhi penambahan berat badan.

Anda boleh saja memakan sekitar 10% dari total kalori sehari Anda pada malam hari, namun lebih baik dilakukan 3 jam sebelum tidur. Dan jika hal tersebut dilakukan dengan rutin dan diimbangi dengan olahraga yang rutin, ini justru akan menjaga stabilitas serta fungsi tubuh.

Sebenarnya memang masih dibutuhkan bukti ilmiah untuk membuktikan secara pasti mana pernyataan yang benar, apakah makan malam membuat gemuk atau malah dapat membantu metabolisme zat gizi dalam tubuh. Penelitian yang menyatakan bahwa makan di malam hari  dapat membuat gemuk terbukti pada pekerja shift malam dan pasien yang mengalami night eating syndrome, hal ini disebabkan juga karena kurang tidur pada kelompok tersebut sehingga mempengaruhi hormon yang berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan metabolisme zat gizi.

Di sisi lain, saat ini berbagai penelitian telah membuktikan pula bahwa makan di malam hari dengan kondisi tertentu malah dapat membantu seorang untuk menjaga kesehatannya. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian lain yang menguatkan pernyataan ini.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

    Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan pedas atasi migrain

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    arti warna dahak

    Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit