Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lemak paha yang berlebihan, membuat ukuran paha terlihat lebih besar. Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi sebagian besar orang, khususnya wanita. Mungkin Anda adalah salah satu orang yang sering kali mengeluhkan ukuran paha Anda yang terlalu besar. Entah seberapa banyak Anda melakukan squat atau berolahraga, Anda akan memiliki lemak paha yang menumpuk dan membuat kaki Anda terlihat besar.

Apa sih alasan yang membuat seseorang – khususnya wanita – susah untuk mengecilkan pahanya? Kenapa lemak paha sulit untuk dihilangkan?

Lemak paha adalah cadangan lemak yang dimiliki wanita

Jika Anda perhatikan, wanita memang cenderung memiliki ukuran paha dan panggul yang lebih besar dibandingkan dengan pria. Penumpukan lemak di bagian bawah ini sebenarnya alami terjadi pada semua wanita. Hormon yang dimiliki oleh wanita, yang menyebabkan lemak-lemak tersebut menumpuk. Wanita mempunyai jumlah hormon estrogen yang cenderung tinggi dan hal ini yang mengakibatkan wanita memiliki paha, panggul, dan bokong yang besar.

Lemak-lemak yang ada di paha, panggul, dan bokong merupakan lemak cadangan yang dipersiapkan untuk kondisi ketika wanita melahirkan dan menyusui. Sehingga ketika seorang wanita melahirkan dan menyusui nanti, ia tidak akan kekurangan energi karena lemak cadangan sudah ada dalam jumlah yang cukup banyak di bagian paha, panggul, dan bokong.

Jadi, bagi Anda para wanita yang mempunyai lemak paha yang berlebihan, jangan malu karena semua wanita memilikinya dan akan berkurang ketika melahirkan serta menyusui – meskipun tidak terjadi pada semua wanita.

Kenapa sulit menghilangkan lemak paha?

Bukan wanita saja yang merasa kesulitan untuk membuat ukuran pahanya terlihat lebih kecil, tapi pria pun juga seperti itu. Ada beberapa hal yang dapat membuat Anda tidak bisa menghilangkan lemak paha meskipun telah melakukan olahraga yang cukup keras, yaitu:

1. Terlalu cepat berharap dengan hasil

Tanpa Anda sadari, Anda menjadi tidak realistis dan berharap akan mendapatkan ukuran paha yang kecil hanya dalam beberapa kali olahraga saja. Menghilangkan lemak berlebihan yang ada di dalam tubuh bukanlah hal yang mudah yang dapat terjadi hanya karena mengunjungi gym 3-4 kali. Bahkan saat Anda mengalami penurunan berat badan akibat melakukan olahraga dalam seminggu, ukuran lingkar paha Anda tidak akan langsung berubah menjadi lebih kecil. Tetap saja, lemak paha yang menumpuk tersebut memerlukan waktu yang lebih banyak untuk bisa dibakar.

2. Tidak memilih jenis olahraga yang tepat

Semua jenis olahraga memang akan membuat lemak-lemak tubuh terbakar, namun beberapa olahraga akan menggunakan lemak secara keseluruhan. Karena itu, lemak paha Anda tidak akan langsung berkurang walaupun berat badan Anda mengalami penurunan.

Untuk menghilangkan lemak paha, maka Anda harus melakukan beberapa jenis gerakan olahraga yang membuat otot-otot paha menjadi lebih aktif sehingga akan memaksimalkan lemak paha yang dibakar. Anda bisa bersepeda, berenang, jogging, dan melakukan squat. Tidak hanya itu, Anda juga dapat memberikan variasi pada gerakan squat Anda agar lebih efektif dalam membakar lemak paha.

3. Mengabaikan diet

Walaupun Anda telah melakukan olahraga sekeras mungkin, tetap saja lemak paha tidak akan berkurang jika pola makan Anda masih tidak beraturan. Melakukan diet yang sehat penting untuk membantu keberhasilan mengecilkan ukuran paha. Protein adalah zat gizi makro yang Anda butuhkan dalam membangun otot.

Tapi hati-hati dengan jenis protein yang Anda pilih, makanan sumber protein juga ada yang mengandung lemak tinggi dan hal tersebut akan menggagalkan rencana Anda. Cobalah untuk mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan jangan lupakan sumber serat – sayur dan buah – dalam diet Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit
lemak paha

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 4 menit