home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Olahraga Saat Perut Kosong Ternyata Tak Efektif Membakar Lemak

Olahraga Saat Perut Kosong Ternyata Tak Efektif Membakar Lemak

Olahraga efektif membakar simpanan lemak dari makanan yang Anda makan, sehingga tubuh bisa menggelontorkan kelebihan beratnya sedikit demi sedikit. Itu sebabnya banyak orang yang memilih untuk berolahraga saat perut kosong agar lebih banyak lagi simpanan lemak yang terbakar. Namun, apakah melakukan olahraga sebelum makan benar lebih aman?

Boleh saja olahraga saat perut kosong, tapi…

Pada dasarnya, tubuh menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak. Jika kita ingin mengurangi lemak, maka tubuh harus menggunakan cadangan lemak ini, bukan dari energi yang didapat dari makanan yang baru saja kita konsumsi. Sederhananya, semakin sedikit kalori yang ada di sistem pencernaan maka akan semakin banyak lemak yang dibakar saat berolahraga, karena tubuh mengambil simpanan makanan dari tubuh yang sudah siap digunakan.

Itulah kenapa olahraga sebelum makan bisa membakar lemak lebih banyak daripada setelah makan. Penelitian oleh Gonzalez pada tahun 2013 lalu yang menunjukkan bahwa berolahraga sebelum makan dapat membakar 20% lemak tubuh lebih banyak.

Namun, ternyata cara ini tidak sepenuhnya efektif dan baik bagi tubuh. Tubuh akan rentan mengalami kekurangan energi ketika Anda memaksa olahraga saat perut kosong. Akibatnya, Anda akan lebih cepat merasa lemas dan lesu, sehingga sesi olahraga Anda menjadi tak efektif.

Semakin lama Anda membatasi asupan makanan Anda sebelum olahraga, justru semakin sedikit kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Pasalnya, kekurangan energi ini membuat tubuh otomatis berusaha sekeras mungkin untuk menjaga cadangan lemak yang ada demi melindungi kecukupan energi. Akibatnya tubuh akan membatasi pembakaran kalori, sehingga bukannya memecah cadangan lemak namun justru memecah gula yang ada di jaringan otot. Akibatnya, ototlah yang menjadi lemah. Ini justru dapat memperlambat metabolisme tubuh dan membuat Anda makin sulit untuk menurunkan berat badan.

Makan sedikit saja sebelum olahraga

Mendapatkan sedikit energi saja dari makanan sebelum olahraga sangat disarankan. Ini bertujuan untuk menyediakan suplai energi yang cukup bagi tubuh untuk melakukan aktivitas fisik yang memberatkan. Semakin bertenaga tubuh Anda, semakin intens dan lama sesi olahraga Anda sehingga makin banyak lemak yang bisa dibakar.

Tubuh Anda biasanya akan mulai membakar lemak dalam waktu 16-20 menit saat berolahraga. Anda akan membakar lemak lebih cepat saat Anda menghabiskan cadangan gula lebih cepat dengan berolahraga sangat intens. Oleh karena itu, Anda butuh makan sebelum olahraga agar Anda bisa berolahraga lebih lama, untuk mencapai pembakaran lemak.

Namun, apa yang Anda makan sebelum olahraga sangat berpengaruh pada perubahan berat badan. Jangan makan terlalu banyak sebelum Anda berolahraga. Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak sebelum olahraga dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan sakit perut, kram, dan terasa mual (hingga bahkan muntah) ketika melakukan olahraga. Hal ini bisa terjadi karena di saat bersamaan, otot dalam perut Anda juga sedang bekerja keras untuk mencerna makanan yang baru Anda makan.

Makan 15 hingga 30 menit sebelum dan setelah olahraga merupakan waktu yang ideal untuk mengganti energi dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk mengganti glikogen dalam tubuh dan protein untuk membantu tubuh membangun massa otot. Misalnya, oatmeal, apel dengan yogurt, roti gandum, telur dadar dengan roti, atau susu dengan sereal. Sedangkan menurut The Academy of Nutrition and Dietetics, segelas susu cokelat rendah lemak dapat menjadi selingan yang tepat bagi Anda yang ingin ngemil setelah melakukan olahraga. Perhatikan juga porsi makanan yang Anda makan, jangan terlalu banyak sehingga Anda tidak kekenyangan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ramnarace, C. Can I Work Out On an Empty Stomach?. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/can-i-work-out-on-an-empty-stomach [Accessed 24 Oct. 2017].

Ireland, K. (2017). Is it Bad to Work Out on a Full Stomach?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: https://www.livestrong.com/article/471207-is-it-bad-to-work-out-on-a-full-stomach/ [Accessed 24 Oct. 2017].

Renee, J. Is it bad to work out on a full stomach?. [online] Available at: http://livehealthy.chron.com/bad-work-out-full-stomach-7093.html [Accessed 24 Oct. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x