Udang adalah salah satu hewan perairan yang banyak terdapat di Indonesia. Udang populer dikonsumsi menjadi lauk-pauk, sering juga diolah menjadi terasi atau kerupuk. Selain lezat rasanya, kira-kira apa saja manfaat dan kandungan zat gizi dari udang?
Udang adalah salah satu hewan perairan yang banyak terdapat di Indonesia. Udang populer dikonsumsi menjadi lauk-pauk, sering juga diolah menjadi terasi atau kerupuk. Selain lezat rasanya, kira-kira apa saja manfaat dan kandungan zat gizi dari udang?

Udang bisa dikatakan lebih banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan apabila dibanding dengan kepiting atau lobster. Ini karena harga udang biasanya lebih terjangkau dibanding keduanya.
Terdapat dua istilah untuk udang dalam bahasa Inggris, yakni shrimp dan prawn. Kedua jenis udang ini memiliki karakteristik fisik berbeda, tapi banyak orang kesulitan membedakannya.
Shrimp meliputi jenis udang jerbung (Penaeus merguiensis) dan udang rebon (Acetes indicus). Sementara itu, prawn merujuk pada jenis udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dan udang windu (Penaeus monodon).
Lantas, apakah kandungan kedua jenis udang ini berbeda?
Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram udang jerbung terdapat kandungan zat gizi, seperti berikut ini.
Sementara itu, dalam 100 gram udang windu Anda bisa mendapatkan kandungan zat gizi berikut.
Menyantap makanan laut ini bisa memberikan khasiat berikut untuk tubuh Anda.
Jika sedang menjalani diet tinggi protein untuk menurunkan berat badan, Anda bisa memanfaatkan udang sebagai makanan untuk program diet.
Selain tinggi protein, udang memiliki kandungan vitamin D dan zat besi yang meningkatkan leptin dalam tubuh. Hormon leptin dapat menurunkan rasa lapar dan nafsu makan.
Kandungan yodium yang tinggi pada udang juga dapat mendukung fungsi kelenjar tiroid. Hal ini dapat membantu menurunkan berat badan, sekaligus menghindari berbagai penyakit, seperti gondok dan gangguan autoimun.

Udang memiliki senyawa karotenoid yang disebut astaxanthin dan memiliki sifat antioksidan kuat.
Salah satu penelitian dalam jurnal International Journal of Molecular Medicine menjelaskan bahwa astaxanthin memiliki sifat anti-inflamasi yang berpotensi sebagai agen terapeutik pada penyakit kardiovaskular.
Kandungan asam lemak omega-3 tinggi pada udang juga memiliki fungsi untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan mencegah plak pada pembuluh darah. Hal ini dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
Walaupun begitu, Anda perlu berhati-hati jika makan udang yang memiliki kandungan kolesterol tinggi.
Antioksidan kuat pada udang, seperti astaxanthin, ternyata memiliki khasiat untuk kesehatan kulit.
Astaxanthin bisa membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dini pada kulit yang terkait dengan paparan sinar UV matahari, pemicu keriput, bintik-bintik, dan kulit terbakar (sunburn).
Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda bisa menambahkan udang dalam menu makan harian, misalnya sebagai lauk utama untuk dua sampai tiga kali seminggu.
Manfaat kandungan zat besi yang tinggi pada udang dapat membantu proses pengikatan oksigen dalam hemoglobin.
Hal ini bisa meningkatkan aliran oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh, salah satunya ke otak. Otak bisa berfungsi optimal jika mendapatkan asupan oksigen yang cukup.
Kerja otak yang baik akan meningkatkan kemampuan pemahaman, memori, dan konsentrasi.
Konsumsi udang juga bisa mencukupi kebutuhan yodium ibu hamil yaitu sebesar 250 – 300 mcg per hari, dua kali lipat kebutuhan harian orang dewasa. Asupan yodium yang cukup mendukung perkembangan otak janin.
Selain kandungan protein yang sangat tinggi, udang dilengkapi sejumlah mineral penting, seperti fosfor, kalsium, dan kalium.
Kalsium dan fosfor sudah umum diketahui sebagai mineral yang membantu tubuh Anda terhindar dari penurunan kualitas tulang, massa tulang, dan kekuatan tulang yang merupakan gejala utama osteoporosis.
Selain itu, kalium dapat membantu mencegah osteoporosis dengan menyerap kalsium dalam tubuh dan mengurangi kadar kalsium yang terbuang melalui urine.

Seperti yang telah disebutkan, kandungan pigmen alami yang memberikan warna merah pada udang, yakni astaxanthin, memiliki efek antioksidan.
Berkat kandungan ini, udang bermanfaat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, meredakan peradangan kulit, serta meningkatkan kelembapan kulit.
Bahkan kandungan astaxanthin dalam udang ini dipercaya dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit, yang membuatnya tampak lebih kencang dan muda.
Tidak hanya kaya akan antioksidan, kandungan zink dalam udang memiliki peran penting dalam memproduksi sel baru, termasuk sel kulit dan rambut.
Selain beberapa manfaat di atas, udang bisa mengurangi peradangan pada tubuh. Hal ini karena udang mengandung asam lemak omega-3, seperti EPA dan DHA.
Omega-3 ini memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat dan dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh.
Dengan begitu, risiko untuk terkena penyakit kronis yang berkaitan dengan peradangan, seperti penyakit jantung, artritis, dan penyakit autoimun pun berkurang.

Ada berbagai risiko makan udang berlebihan, berikut penjelasannya.
Udang memiliki kandungan protein baik untuk tubuh. Namun, makan udang terlalu banyak bisa meningkatkan kadar kolesterol.
Konsumsi 99 g udang bisa memasok sekitar 200 mg total kolesterol untuk tubuh. Padahal, U.S Department of Agriculture menyarankan asupan kolesterol tidak lebih dari 300 mg total kolesterol per hari.
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya.
Udang yang Anda konsumsi bisa saja menggunakan bahan pengawet tertentu. Makanan tinggi pengawet sering kali mengandung bahan-bahan kimia seperti nitrat, nitrit, dan sulfat.
Ketika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama , makanan berpengawet bisa meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker lambung dan kanker usus.
Udang adalah salah satu sumber makanan yang mengandung natrium cukup tinggi, 100 g udang mengandung 180 – 200 miligram natrium.
Sementara itu, batas asupan natrium orang dewasa adalah 1.500 mg per hari.
Jadi, jika menambahkan garam dalam olahan udang, sebaiknya Anda lebih berhati-hati, hindari menambahkan garam terlalu banyak.
Mengonsumsi natrium atau garam terlalu banyak bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan osteoporosis.
Selain ketiga risiko tersebut, mengonsumsi udang bisa menimbulkan reaksi alergi. Jika merasakan gejala alergi serius, hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Nagdeve, M. (2021). 8 Incredible Health Benefits of Shrimp | Organic Facts. Organic Facts. Retrieved 9 February 2024, from https://www.organicfacts.net/health-benefits/animal-product/health-benefits-of-shrimp.html.
Pereira, C. P. M., Souza, A. C. R., Vasconcelos, A. R., Prado, P. S., & Name, J. J. (2021). Antioxidant and anti‑inflammatory mechanisms of action of astaxanthin in cardiovascular diseases (Review). International journal of molecular medicine, 47(1), 37–48. https://doi.org/10.3892/ijmm.2020.4783
Fiolet, T., Srour, B., Sellem, L., Kesse-Guyot, E., Allès, B., Méjean, C., Deschasaux, M., Fassier, P., Latino-Martel, P., Beslay, M., Hercberg, S., Lavalette, C., Monteiro, C. A., Julia, C., & Touvier, M. (2018). Consumption of ultra-processed foods and cancer risk: results from NutriNet-Santé prospective cohort. BMJ (Clinical research ed.), 360, k322. https://doi.org/10.1136/bmj.k322
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Hukor.kemkes.go.id. (2019). Retrieved 9 February 2024, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf.
Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Panganku.org. (2021). Retrieved 9 February 2024, from http://www.panganku.org/.
Versi Terbaru
14/02/2024
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala