Mysophobia, Bukan Sekadar Jijik Menyentuh Benda Kotor

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/02/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain jijik, menyentuh benda-benda kotor juga meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai penyakit. Meski demikian, kebanyakan orang bisa cuek bebek saja kotor-kotoran untuk memegang sampah atau menggali tanah saat berkebun. Kan, setelahnya bisa langsung mandi atau cuci tangan. Namun beda dengan orang yang memiliki mysophobia. Mereka bisa menjerit panik ketika menyentuh sehelai kertas bekas yang jatuh. Apakah Anda salah satunya?

Apa itu mysophobia?

Mysophobia adalah ketakutan berlebihan dan tidak masuk akal terhadap kontaminasi bakteri, kotoran, debu, kuman, dan risiko infeksi penyakit. Mysphobia juga dikenal dengan fobia kuman atau fobia kotor.

Seseorang yang memiliki fobia kuman akan menghalalkan segala macam cara untuk menghindari paparan bakteri. Misalnya dengan menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan dengan orang lain atau memegang tombol lift. Mereka juga akan melakukan berbagai cara untuk membersihkan tubuh dan lingkungan sekitar mereka dari kontaminasi bakteri, dan menjaganya agar tetap selalu bersih.

Fobia ini memiliki dampak yang merusak, hingga melumpuhkan, pada kehidupan orang yang memilikinya. Hidup terlalu higienis malah bisa meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Pemakaian produk antiseptik dan antibakteri yang berlebihan untuk menghindari kuman, justru akan membuat Anda gampang sakit.

Selain merugikan kesehatan fisik, fobia kuman juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, isolasi sosial, dan gangguan kecemasan.

Apa saja gejala fobia kuman?

Karena ketakutannya yang amat sangat terhadap sesuatu yang (dianggapnya) kotor, seseorang yang memiliki mysophobia biasanya menunjukkan tanda atau gejala sebagai berikut:

  • Menghindari tempat yang dianggap banyak kotoran atau kuman
  • Bersih-bersih ruangan secara berlebihan
  • Sering mencuci tangan dan mandi beberapa kali dalam sehari
  • Menolak berbagi barang pribadi
  • Menolak pakai toilet umum
  • Menghindari kontak fisik dengan orang lain
  • Menghindari keramaian atau binatang
  • Menolak berbagi makanan

Seseorang yang memiliki mysophobia akan merasa mual (bahkan mungkin muntah) gemetaran, jantung berdebar-debar, sesak napas, berkeringat deras, hingga bahkan panik berlebihan dan menangis ketika dirinya merasa terkena kotoran atau kuman bakteri.

Gejala fobia ini juga mungkin timbul ketika orang tersebut hanya sekadar melihat objek fobianya, seperti melihat pekerja taman mencabuti ilalang dan menaburkan pupuk atau petugas kebersihan yang mengangkut sampah.

Apa penyebab mysophobia?

Sama seperti fobia pada umumnya, tidak ada penyebab pasti yang dapat menjelaskan mengapa seseorang bisa sangat takut terhadap kuman. Namun, ada beberapa faktor yang memengaruhi mysophobia seperti faktor genetik, lingkungan, serta trauma psikologis yang pernah dialami di masa lalu. Phobia juga dapat terjadi setelah seseorang mengalami trauma pada otak.

Mysophobia beda dengan OCD

Fobia kuman seringkali dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Kedua gangguan ini menunjukkan gejala khas yang sama, yaitu sering mencuci tangan.

Namun motivasi mencuci tangan antara penderita fobia kuman dan OCD berbeda. Seseorang yang OCD terdorong untuk mencuci tangan untuk meringankan kecemasan dan stres yang dialaminya, sedangkan orang yang takut kuman merasa harus cuci tangan untuk membasmi kuman.

Seseorang yang memiliki riwayat OCD berisiko lebih tinggi untuk memiliki phobia kuman, namun tidak semua orang yang OCD akan fobia kuman.

Bisakah fobia kuman diobati?

Pengobatan mysophobia sama seperti terapi fobia pada umumnya, yang biasanya mencakup psikoterapi CBT (untuk menghentikan perilaku obsesif, gejala, dan memperbaiki pola pikir), obat-obatan medis (kombinasi antidepresan, beta-blocker, dan antikecemasan), maupun kombinasi keduanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Pedophobia, Ketakutan Terhadap Anak-Anak

Tingkah laku anak-anak kerap membuat tawa dan gemas bagi orang di sekitarnya. Namun, hal ini berbeda dengan para penderita pedophobia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 15/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Istilah ‘Demam Panggung’ dan Cara Menghadapinya

Pernahkah Anda merasa cemas sampai 'lupa' saat tampil di depan orang banyak? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami demam panggung. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 10/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Orang Merasa Takut Terhadap Kegagalan

Kegagalan adalah bagian dari menggapai kesuksesan. Namun, ada banyak orang yang takut akan hal itu. Apa alasan orang merasa takut gagal?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 09/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Automatonophobia, Takut Pada Benda yang Mirip Manusia

Boneka banyak disenangi karena sosoknya yang menggemaskan. Namun, hal ini justru menjadi hal yang menyeramkan bagi penderita automatonophobia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 06/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
ketakutan bikin merinding

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
ommetaphobia

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 4 menit