10 Penyebab Anda Sering Buang Air Kecil Tengah Malam

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 7, 2019
Bagikan sekarang

Malam hari adalah waktu untuk beristirahat bagi tubuh dan otak. Namun, ada saja yang mengganggu waktu istirahat tersebut, baik itu banyak pikiran yang menyebabkan gangguan tidur, begitu juga kebiasaan buang air kecil pada tengah malam hari. Seringkah Anda mengalaminya? Jika jawabannya iya, Anda harus berhati-hati! Pergi ke kamar mandi lebih dari dua kali pada tengah malam hari, kemungkinan Anda mengalami suatu kondisi yang disebut nokturia.

Apa itu nokturia?

Nokturia adalah suatu kondisi buang air kecil pada tengah malam hari secara terus-menerus, yang disebabkan oleh gaya hidup atau kondisi medis. Secara teknis, pada waktu tidur, tubuh memproduksi sedikit urin di mana urin tersebut lebih pekat, sehingga sebagian orang tidak perlu bangun di malam hari. Gejala yang ditimbulkan oleh nokturia adalah produksi urin yang berlebihan, frekuensi buang air kecil yang sering, dan merasa ingin buang air kecil, namun urin yang dikeluarkan sedikit.

Apa penyebab nokturia (sering buang air kecil tengah malam)?

Berikut ini adalah berbagai macam kondisi yang berhubungan dengan kesehatan yang dapat menyebabkan nokturia:

1. Sleep apnea

Sekitar 50% dari penderita sleep apnea mengalami ingin buang air pada tengah malam hari. Penderita gangguan tidur ini mengalami masalah pada penapasan. Ketika penderita mengupayakan dengan keras bernapas melawan saluran pernapasan yang tertutup, otot jantung meregang, sehingga menghasilkan hormon atrial natriuretic peptide. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan produksi urin.

2. Gagal jantung kongestif atau lemah jantung

Ketidakmampuan memompa jantung secara normal, ditambah gravitasi, menyebabkan cairan menumpuk di kaki  pada siang hari.  Sedangkan pada malam hari, cairan di luar pengaruh gravitasi dan memasuki aliran darah yang menyebabkan produksi urin meningkat.

3. Diabetes

Pada malam hari, terjadi peningkatan glukosa pada ginjal, sehingga menarik banyak cairan ke dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan pembentukan urin sehingga akan terjadi gangguan buang air kecil pada malam hari.

4. Bertambahnya usia

Pertambahan usia dikaitkan dengan berkurangnya kapasitas kandung kemih. Hormon antidiuretik yang diproduksi juga mulai berkurang, padahal hormon ini yang dapat menahan cairan tubuh. Otot kandung kemih pun menjadi lemah, sehingga urin menjadi sulit untuk ditahan di kandung kemih.

5. Obat-obatan

Penggunaan obat seperti hydrochlorothiazide atau furosemide (Lasix) juga dapat menjadi menyebab nokturia. Terkadang orang tidak menyadari bahwa meminum obat tekanan darah ini di malam hari, padahal obat ini mengandung diuretik (obat yang meningkatkan pembentukan urin). Jika memang Anda perlu mengonsumsi obat ini, sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

6. Permasalahan pada saraf

Parkinson yang merupakan gangguan neurodegenerative, dan multiple sclerosis, merupakan penyakit autoimun. Keduanya melibatkan disfungsi sistem saraf otonom, sehingga dampak yang ditimbulkan adalah disfungsi kandung kemih yang parah dan permasalahan buang air kecil pada malam hari.

7. Infeksi saluran kencing yang kronis dan berulang

Gejala dari infeksi saluran kencing adalah demam, sensasi panas ketika buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil yang terus-menerus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berkembang di saluran kencing. Untuk mengetahui Anda terinfeksi atau tidak, sebaiknya periksakan ke dokter.

8. Obesitas

Belum ditemukan penelitian yang akurat apakah obesitas dapat menyebabkan kondisi nokturia, tetapi obesitas abdominal selalu dikaitkan dengan peningkatan buang air kecil pada tengah malam hari.

9. Kehamilan

Nokturia juga bisa terjadi karena gejala kehamilan. Gejala ini dapat ditemui di awal masa kehamilan. Tetapi semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin berkurang intensitas buang air kecil pada tengah malam hari, sebab sudah menjadi hal yang biasa ketika rahim menekan kemih.

10. Mengonsumsi alkohol dan kafein

Alkohol dan minuman berkafein biasanya merupakan diuretik. Berlebihan mengonsumsinya dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari. Sebaiknya hindari mengonsumsinya menjelang malam, agar tidur Anda menjadi nyenyak.

Bagaimana mendiagnosis nokturia?

Ketika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera mengunjungi dokter. Selanjutnya dokter akan melakukan beberapa tes meliputi:

  • Tes gula darah (untuk penderita diabetes)
  • Tes urea darah
  • Kondisi urin
  • Tes kekurangan cairan

Bagaimana cara mengatasi nokturia?

Untuk mengobati kondisi tersebut, Anda harus mengetahui akar permasalahannya. Jika permasalahannya adalah kondisi medis, Anda harus mengunjungi dokter dan mendapatkan obat dari dokter. Biasanya obat tersebut adalah anticholinergic. Obat tersebut mampu mengurangi gejala kandung kemih yang terlalu aktif atau desmopressin, sehingga ginjal memproduksi sedikit urin.

Bagaimana cara mencegah nokturia?

Anda bisa mengurangi minum sebelum pergi tidur. Selain itu, sebaiknya juga tidak mengkonsumsi alkohol dan kafein sebelum tidur. Coklat, makanan pedas, dan pemanis buatan terkadang juga mengandung diuretik. Senam kegel juga bisa menguatkan otot panggul dan membantu mengontrol kandung kemih. Sebaiknya Anda mengetahui dulu akar permasalahannya, sehingga bisa menjaga apa yang harus diminum dan kapan bisa meminumnya.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

    7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Atifa Adlina
    Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

    Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

    Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Hari Raya, Ramadan April 19, 2020

    Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tips Sehat April 15, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Tanggal tayang Mei 7, 2020
    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Mei 7, 2020
    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Tanggal tayang Mei 4, 2020
    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Ajeng Quamila
    Tanggal tayang Mei 2, 2020