Berbagai Kelainan Sperma yang Mempengaruhi Kesuburan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020
Bagikan sekarang

Kesuburan dan kemungkinan untuk memiliki anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk wanita, beberapa faktornya termasuk keseimbangan hormon, siklus menstruasi, dan ovulasi, namun untuk pria, sperma adalah satu-satunya kunci. Ketika kita memperhatikan kesehatan sperma, Anda harus memikirkan tiga faktor penting ini: jumlah sperma, bentuk (morfologi) sperma, dan gerakan (motilitas) sperma. Jika ada kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka Anda memiliki risiko tinggi terhadap kemandulan. Oleh karena itu, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai berbagai kelainan sperma di bawah ini.

Tiga jenis kelainan sperma yang paling umum

kelainan sperma

1. Kelainan jumlah sperma

Ini adalah kelainan jumlah total sperma yang ditemukan dalam sampel air mani. Jumlah sperma yang normal bagi seorang pria adalah sekitar 39 juta sperma per ejakulasi minimum. Seseorang yang memiliki jumlah sperma lebih rendah dari jumlah normal, terkadang disebut sebagai oligospermia. Jika tidak ada sel sperma yang ditemukan, ini bisa disebut sebagai azoospermia.

Orang yang memiliki kelainan jumlah sperma mungkin memiliki sejumlah masalah kesehatan, seperti varikokel, infeksi, masalah kesehatan kronis atau yang tidak terdiagnosis seperti diabetes atau penyakit celiac, masalah dengan ejakulasi seperti ejakulasi retrograde, masalah saluran, ketidakseimbangan hormon, dan paparan zat-zat beracun.

Kelainan jumlah sperma yang rendah juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, penyakit disertai demam yang baru diderita, dan paparan panas skrotum (seperti berendam di air panas). Merokok, obesitas, dan alkohol berlebih telah dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah, namun penyebab kelainan sperma ini tidak pernah ditemukan. Sedangkan kelainan sperma azoospermia dapat disebabkan oleh masalah saluran, ketidakseimbangan hormon, atau masalah dengan testis.

2. Kelainan bentuk sperma (morfologi)

kelainan sperma

Kelainan sperma ini mengacu pada kelainan bentuk sel-sel sperma. Setidaknya, sperma dinyatakan masih dapat berfungsi dengan baik jika memiliki 4% sperma yang berbentuk normal. Untuk melihat kelainan sperma ini, sperma harus diperiksa di bawah mikroskop. Bentuk sperma yang normal dapat kita lihat pada gambar, berikut deskripsinya:

  • Memiliki bentuk oval dengan panjang 5-6 mikrometer dan lebar 2,5-3,5 mikrometer.
  • Memiliki sebuah tutup terdefinisi (akrosom), yang mencakup 40%-70% dari kepala sperma.
  • Tidak ada kelainan yang terlihat dari leher, bagian tengah, atau ekor.
  • Tidak ada tetesan cairan di kepala sperma yang lebih besar dari satu setengah ukuran kepala sperma.

Teratozoospermia adalah istilah yang digunakan untuk morfologi sperma yang buruk. Kelainan bentuk sperma mungkin disebabkan oleh hal yang sama dengan yang menyebabkan kelainan jumlah sperma. Kelainan sperma ini masih kurang dipahami, dan karena evaluasi ini agak subjektif, maka skor dapat bervariasi bahkan pada sampel air mani yang sama. Jika ditemukan hanya bentuk sperma saja yang tidak normal, sedangkan seluruh parameter air mani lainnya masih berada dalam batas normal, maka kesuburan pria masih dianggap normal.

Pria dengan kelainan bentuk sperma cenderung memiliki lebih banyak kesulitan pada kehamilan, tetapi kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah kesulitan tersebut hanya disebabkan oleh bentuk sperma itu sendiri atau dengan alasan yang lain, yang menyebabkan bentuk sperma berbeda.

3. Kelainan gerakan sperma (motilitas)

Motilitas adalah persentase sperma yang bergerak. Agar terjadi fertilisasi, sperma harus berenang ke saluran reproduksi wanita untuk membuahi telur. Kemampuan berenang menuju tujuan adalah penting. Motilitas total mengacu pada setiap gerakan, sedangkan motilitas progresif mengacu pada sperma yang meneruskan gerakan baik dalam garis atau dalam lingkaran besar. Pria dianggap memiliki motilitas normal jika 40% dari keseluruhan sperma bergerak, dan setidaknya 32% harus berenang dalam gerakan maju atau di dalam lingkaran besar.

Kelainan gerakan sperma biasa disebut sebagai asthenozoospermia. Jika kelainan sperma ini terjadi, maka itu bisa disebabkan oleh penyakit, obat-obatan tertentu, kurangnya nutrisi, atau kebiasaan kesehatan yang buruk seperti merokok. Penyebab kelainan jumlah sperma juga banyak yang menyebabkan kelainan gerakan sperma. Kelainan motilitas dapat terjadi meskipun jumlah sperma yang dimiliki tergolong banyak, dan hal itu dapat menyebabkan masalah kesuburan. Sebaliknya, jika jumlah sperma seseorang rendah, namun memiliki motilitas yang tergolong baik dengan 60% atau lebih sperma bergerak, maka masalah kesuburan tidak perlu dikhawatirkan.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Membandingkan Kecepatan Sperma saat Dikeluarkan di Dalam Tubuh dan Air

    Siapa sangka kecepatan sperma ketika berhubungan seks dengan saat ejakulasi di luar tubuh ternyata berbeda. Simak faktanya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

    Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Seperti Apa Sih Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat?

    Seperti halnya sperma yang subur dan sehat, sperma yang tidak sehat pun memiliki ciri tertentu yang dapat diamati. Apa saja ciri-ciri tersebut?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
    puasa pengaruhi kesuburan

    Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020