Kenapa Kulit Manusia Jadi Keriput di Usia Tua?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020
Bagikan sekarang

Kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan merupakan hal yang ditakuti oleh sebagian orang. Bahkan banyak produk perawatan kecantikan yang menawarkan berbagai manfaat untuk mengatasi tanda-tanda penuaan pada wajah. Kulit kendur dan mengerut tidak hanya terjadi pada wajah, tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Penuaan ini terjadi karena beberapa hal.

Mengapa kulit bisa menua?

Penuaan kulit terjadi karena beberapa hal, salah satunya berasal dari lapisan kulit. Lapisan tersebut terdiri dari:

  • Lapisan luar (epidermis) yang terdiri dari sel kulit, pigmen dan protein
  • Lapisan tengah (dermis) yang terdiri dari pembuluh darah, saraf, folikel rambut, dan kelenjar minyak
  • Lapisan dalam di bawah dermis (lapisan subkutan) yang terdiri dari kelenjar keringat, beberapa folikel rambut, pembuluh darah, dan lemak

Keriput, perubahan pigmentasi, dan kehilangan warna kulit dikaitkan dengan penuaan pada kulit. Ketika terjadi penuaan, lapisan epidermis menipis, walaupun jumlah beberapa sel tetap tidak mengalami perubahan. Jumlah sel yang mengandung pigmen (melanosit) juga menurun. Fungsi dari melanosit ini adalah melindungi kulit dari kerusakan, misalnya menyerap sinar ultraviolet. Ciri-ciri kulit yang menua yaitu kulit menjadi lebih tipis, lebih pucat, dan lebih terlihat jelas apa yang ada di balik kulit. Selain itu juga mulai muncul bintik-bintik pigmentasi di bagian kulit yang terpapar sinar matahari, disebut juga bintik-bintik penuaan atau lentigos.

Perubahan pada jaringan ikat dapat mengurangi kekuatan dan elastisitas. Kita juga bisa mengenalnya sebagai elastosis; jumlah dari sel elastin yang tidak normal pada lapisan dermis, biasanya terlihat pada kulit yang terpapar sinar matahari.

Ketika kulit Anda mulai menua, kelenjar sebaceous memproduksi hanya sedikit minyak. Laki-laki – biasanya terjadi pada usia di atas 80 tahun – mengalami penurunan kadar minyak yang tidak seberapa dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan pada perempuan, minyak yang diproduksi sedikit sekali pada awal-awal ketika menopause terjadi. Kekurangan minyak pada kulit dapat menyebabkan kulit kesulitan untuk menjaga kelembapannya, sehingga menjadi kering dan mudah gatal. Ketika dilihat di dalam mikroskop, tanda-tanda penuaan dapat terlihat, beberapa kerusakan terjadi pada lapisan dermis.

Apa saja tanda penuaan kulit?

Ada beberapa tanda penuaan yang terjadi pada kulit, berikut ini penjelasannya:

1. Keriput

Keriput adalah penurunan permukaan kulit yang bisa berupa kasar atau halus, tergantung pada kedalamannya. Keriput kasar biasanya merujuk pada garis-garis ekspresi pada muka, seperti di dahi, sudut-sudut luar mata, dan garis vertikal di kedua sisi mulut. Sedangkan, garis halus berupa lekukan atau garis yang lebih dangkal, biasanya muncul di area pergerakan muka; seperti di mata, mulut, atas bibir. Keriput terjadi karena:

  • Penurunan pada massa otot dan ketebalan kulit
  • Hubungan-silang antara kolagen dan elastin (protein pada kulit agar kulit kencang) di lapisan dermis
  • Dehidrasi dari stratum corneum (lapisan kulit yang paling luar)
  • Perubahan warna kulit

Selain keriput, perubahan warna kulit juga sering dikaitkan dengan penuaan. Mungkin, kita hanya mengira bahwa kulit hanya dibedakan dengan warna putih, gelap, atau kuning. Ternyata warna kulit merupakan gabungan dari warna merah, biru, kuning dan coklat. Gabungan warna ini merupakan hasil hemoglobin merah yang teroksidasi, karatenoid kuning, serta flavin dan pigmen melanin coklat di kulit kita. Bintik-bintik hiperpigmentasi merupakan hasil paparan sinar matahari. Ciri lainnya adalah hipopigmentasi (bintik putih).

Meskipun kita lebih sering mendengar hiperpigmentasi dikaitkan dengan penuaan pada kulit, penurunan melanosit juga menyebabkan hipopigmentasi; hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah penurunan 6-8 persen melanosit per dekade setelah usia 30 tahun. Penurunan tersebut juga berdampak pada berkurangnya kemampuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

2. Penurunan kolagen dan elastin

Perubahan penuaan kulit seringnya terjadi di lapisan dermis. Kulit bisa kehilangan ketebalannya sekitar 20 hingga 80 persen selama proses penuaan. Hal ini disebabkan oleh perubahan pada fibroblast, sel yang bertanggung jawab dalam produksi kolagen, elastin, dan glikosaminoglikan (GAG) biosintesis. Penurunan kolagen dan elastin juga berdampak pada kemampuan kulit untuk memperbaikinya sendiri. Tidak hanya itu, penuaan juga membuat susunan protein berubah, hal ini dapat berdampak pada struktur kulit.

Tahukah Anda bahwa radiasi sinar UV juga berpengaruh pada penurunan kolagen dan elastin? Ya, penurunan tersebut dikendalikan oleh aktivitas enzim Matrix Metalloproteinase (MMP). Penelitian mnyimpulkan bahwa radiasi UV dapat mengaktifkan enzim ini dalam beberapa jam saja setelah terkena paparan UVB.

3. Perubahan elastisitas

Hyaluronic acid merupakan kandungan alami yang terdapat pada permukaan kulit kita, yang memiliki peran untuk menghidrasi kulit. Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 40 tahun, terjadi penurunan kadar hyaluronic acid. Penurunan tersebut dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga perubahan elastisitas pun terjadi  pada penuaan kulit.

Apakah kita bisa mencegah penuaan kulit?

Usia menua memang tidak dapat dihindari, pun penuaan pada kulit. Kabar baiknya, Anda tetap bisa melakukan beberapa pencegahan agar tidak terjadi penuaan dini pada kulit. Rata-rata perubahan kulit terjadi karena paparan sinar matahari. Pencegahan memang membutuhkan waktu lama, tapi layak untuk dicoba. Berikut ini anjurannya:

  • Sebisa mungkin hindari berjemur di bawah sinar matahari
  • Gunakan sunscreen dengan kualitas baik ketika Anda berada di luar, bahkan saat musim hujan
  • Gunakan aksesoris yang melindungi Anda dari sinar matahari seperti topi dan kacamata hitam
  • Selain itu, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi nutrisi yang baik dan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat berisiko terhadap luka kulit.
  • Gunakan pelembap untuk kulit

BACA JUGA:

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020