3 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Penderita Penyakit Prostat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa olahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental seseorang, terutama bagi Anda yang menderita penyakit prostat, seperti pembesaran prostat jinak (BPH). 

Namun, apakah ada olahraga yang bisa dilakukan oleh para penderita kelainan prostat ini? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Jenis olahraga yang cocok untuk penyakit prostat

Mungkin sebagian dari Anda menyangka bahwa orang yang menderita pembesaran prostat tidak diperkenankan untuk melakukan olahraga berat karena bisa membua kondisi semakin parah. Faktanya, ada beberapa gerakan olahraga tertentu yang justru bisa digunakan untuk mengurangi gejala yang dialami penderita penyakit prostat, seperti:

1. Senam kegel

cara senam kegel

Seperti yang dilansir dari laman UCLA Health, senam kegel termasuk jenis olahraga yang cocok dilakukan untuk penderita penyakit prostat. 

Senam kegel merupakan salah satu latihan yang tujuannya untuk mengencangkan otot panggul bawah Anda. Otot tersebut berfungsi untuk membantu mengelola aliran urine Anda. 

Dulunya, senam ini ditujukan untuk membantu para ibu hamil yang mengalami masalah inkontinensia urin tanpa obat dan operasi. 

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, senam ini akhirnya juga dilakukan oleh wanita biasa dan pria. Senam kegel untuk pria biasanya berguna untuk membantu pria mengatur urinenya setelah menjalani operasi prostat dan melatih otot yang ada di sekitarnya. 

Oleh karena itu, senam kegel termasuk baik dilakukan oleh para penderita kelainan prostat untuk mengurangi gejala terlalu sering buang air kecil. 

Bagi Anda yang baru saja memulai senam kegel saat menderita pembesaran prostat mungkin merasa kesulitan untuk melakukan gerakan tersebut 10-20 kali.

Tidak perlu khawatir, seberapa banyak Anda bisa melakukan senam kegel tidak jauh lebih penting dengan bagaimana Anda melakukannya. 

Asalkan Anda melakukan senam kegel dengan benar, Anda bisa menambah angka tersebut pelan-pelan sampai mencapai 20 kali. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh manfaat dari senam kegel secara maksimal untuk mengurangi gejala yang Anda alami.  

2. Olahraga aerobik

olahraga saat puasa

Selain senam kegel, olahraga lainnya yang cocok untuk penderita penyakit prostat adalah gerakan aerobik

Olahraga aerobik, seperti berenang, berjalan, dan jogging ternyata cukup membantu untuk membakar kalori, mengurangi nyeri prostatitis, dan risiko kecemasan serta depresi. 

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari BMJ Open yang mengungkapkan bahwa latihan aerobik seperti berjalan bisa menjadi salah satu terapi untuk penderita kelainan prostat. 

Bahkan, dengan rutin berolahraga juga bisa meningkatkan senyawa antioksidan di dalam tubuh dan mengurangi peradangan yang terjadi di tubuh. 

Akan tetapi, bagi para pria yang menderita pembesaran prostat mungkin sebaiknya menghindari bersepeda terlalu lama. Bersepeda terlalu lama bisa memberikan tekanan pada daerah perineum, yaitu daerah antara skrotum dan anus. 

3. Latihan kekuatan otot

olahraga angkat beban

Jenis olahraga lainnya yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi gejala penyakit prostat adalah olahraga yang melibatkan kekuatan otot atau disebut resistensi. 

Olahraga kekuatan otot ini berfungsi untuk membantu Anda meningkatkan massa otot, memadatkan tulang, dan mengurangi lemak tubuh. Olahraga yang satu ini cukup penting terutama bagi para penderita kelainan prostat yang juga mengalami sarkopenia. 

Sarkopenia adalah kondisi berkurangnya massa otot seiring dengan bertambahnya usia dan menyebabkan lebih banyak sel otot yang dihancurkan. 

Akibatnya, orang yang mengalami kondisi ini kekuatannya melemah, seperti saat menggenggam, bergerak lebih lambat, dan berat badan turun tanpa alasan yang jelas. 

Penderita pembesaran prostat mungkin akan mengalami kondisi ini akibat dari pengobatan mereka. Oleh karena itu, untuk menjaga stamina tetap stabil, Anda bisa melakukan beberapa olahraga yang melibatkan kekuatan, seperti angkat beban, push-up, dan pull-up. 

Tidak disarankan untuk melakukan sit-up atau gerakan yang melibatkan otot perut karena dikhawatirkan bisa memperparah inkontinensia urine. 

Ketiga jenis olahraga di atas memang dipercaya bisa mengurangi gejala yang dialami oleh penderita penyakit prostat. Namun, jika Anda ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis fisik Anda sebelum rutin mencoba salah satu jenis olahraga di atas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 15, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 30, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca