Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Orang yang telah berhasil sembuh dari  penyakit kanker dan selesai menjalani pengobatan, bukan berarti ia bebas melakukan apapun serta tidak mempunyai risiko apapun. Justru, berbagai pantangan dan anjuran harus dilakukan oleh mantan penderita kanker untuk mencegah kambuhnya penyakit kanker yang mungkin terjadi dan tentunya demi menjaga kesehatan secara keseluruhan. Salah satu cara untuk menghindari risiko tersebut terjadi adalah dengan melakukan olahraga.

Tetapi, sampai saat ini banyak yang beranggapan bahwa mantan penderita kanker tidak boleh kelelahan atau menjadi letih, sehingga aktivitas fisik mereka dibatasi. Padahal sebaliknya, olahraga yang rutin mempunyai banyak manfaat bagi mantan penderita kanker.

Lalu, apa saja manfaat olahraga untuk mantan penderita kanker?  Apa saja jenis olahraga yang baik untuk mantan penderita kanker? Apakah olahraga yang dilakukan para mantan penderita kanker sama dengan orang sehat lainnya?

Manfaat olahraga bagi mantan penderita kanker

Olahraga membuat mantan penderita kanker bisa hidup normal kembali

Mantan penderita kanker yang berhasil melewati pengobatan kanker, tentunya ingin hidup normal kembali, melanjutkan kerja atau sekolah mereka seperti sebelum terdiagnosis kanker. Pengobatan kanker yang dilakukan memang membuat mereka terlepas dari kanker, tetapi timbul berbagai macam efek samping yang menyebabkan kualitas hidup mereka menurun, mudah lelah, penurunan kemampuan dan kekuatan fisik.

Walaupun begitu, tetap saja para mantan penderita kanker perlu untuk melakukan aktivitas fisik meskipun dalam intensitas yang ringan. Dengan melakukan aktivitas fisik, maka mantan penderita kanker bisa mengembalikan kekuatan dan massa otot yang hilang ketika menjalani pengobatan, fungsi tubuh menjadi normal kembali, dan menurunkan risiko kekambuhan.

BACA JUGA: Anda Malas Olahraga? Bisa Jadi Bawaan Lahir

Mengurangi stress, membuat suasana hati menjadi bahagia, serta lupa akan kenangan tentang kanker

Hampir semua mantan penderita kanker pasti memiliki ketakutan serta kecemasan yang besar terkait kekambuhan yang mungkin terjadi. Hal ini bisa membuat mereka menjadi stress, emosi tidak stabil, dan merasa takut sepanjang hari. Namun dengan melakukan olahraga yang rutin maka perhatian dan pikiran mereka tentang kekambuhan akan teralihkan.

Tidak hanya itu, olahraga juga bisa menjadi stimulasi atau perangsang motivasi yang baik untuk mantan penderita kanker agar terus menjaga kesehatan tubuhnya dan menjauhkan mereka dari pikiran-pikiran negatif.  

Olahraga bisa meningkatkan kekebalan tubuh seseorang

Sebagian besar mantan penderita kanker mempunyai sistem kekebalan yang rendah akibat menjalani berbagai pengobatan kanker. Salah satu yang dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh menjadi normal adalah dengan melakukan olahraga rutin.  

Hal ini bahkan telah dibuktikan oleh penelitian yang menemukan bahwa mantan penderita kanker payudara yang melakukan olahraga dengan rutin, lebih tahan terhadap berbagai penyakit serta jarang sakit dibandingkan dengan mantan penderita kanker payudara yang tidak berolahraga rutin.

BACA JUGA: Pemanasan dan Stretching Saat Olahraga, Apa Bedanya?

Apakah mantan penderita kanker bisa melakukan olahraga seperti orang sehat lainnya?

Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), mantan penderita kanker dianjurkan untuk tidak pasif dan melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kurangnya aktivitas fisik pada mantan penderita kanker justru membuat risiko untuk mengalami penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, dan serangan jantung menjadi lebih besar.

Mantan penderita kanker yang berusia dewasa, yaitu antara 18-64 tahun disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau olahraga intensitas berat atau tinggi selama 75 menit per minggu.

Jika suatu saat mantan penderita kanker merasa kelelahan dan tidak ingin melakukan olahraga, maka hal itu bisa dimaklumi dan lebih baik untuk tidak berolahraga. Kemampuan fisik mantan penderita kanker memang berbeda dengan orang yang sehat. Walaupun mantan penderita kanker telah berhasil menjalani pengobatan, namun efek samping yang timbul akibat pengobatan tentunya mempengaruhi kesehatan fisik mereka. Karena itu, yang paling penting adalah menghindari pola hidup sedentari dan pasif sepanjang hari. Melakukan olahraga ringan dalam waktu yang sebentar dapat membantu mereka untuk pulih dengan cepat.

Olahraga jenis apa saja yang bisa dilakukan mantan penderita kanker?

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mantan penderita sebenarnya sama dengan orang sehat lainnya, yaitu olahraga dengan intesitas sedang dan intensitas berat. Jika seseorang bisa berbicara ketika sedang berolahraga namun tidak bisa bernyanyi, maka jenis olahraga yang dilakukan adalah olahraga intensitas sedang, contohnya:

  • Voli, baseball, atau olahraga yang mengharuskan menangkap dan melempar bola
  • Tenis
  • Berjalan santai
  • Melakukan aktivitas berkebun

Sedangkan olahraga yang membuat kita hanya bisa mengatakan beberapa kata saja tanpa berhenti menarik napas termasuk dengan jenis olahraga yang intensitasnya tinggi atau berat, seperti:

  • Aerobik
  • Bersepeda dengan kecepatan 16 km per jam
  • Mendaki gunung
  • Jogging
  • Berenang
  • Karate, taekwondo, silat dsb
  • Melompat tali

BACA JUGA: Kenapa Harus Olahraga Meski Sedang Pengobatan Kanker?

Apa saja yang harus diperhatikan oleh para mantan penderita kanker jika ingin berolahraga?

Sebenarnya mantan penderita kanker memiliki berbagai risiko kesehatan, seperti terjadinya kekambuhan kanker, atau penyakit degeneratif lain yang disebabkan oleh efek samping dari pengobatan. Oleh karena itu terkadang melakukan olahraga yang tidak benar, malah membuat mereka lebih berisiko dan mengakibatkan cedera.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diwaspadai dan diperhatikan oleh para mantan penderita kanker jika melakukan olahraga:

  • Mantan penderita kanker yang mengalami anemia, tidak boleh melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang berat hingga kondisinya kembali pulih
  • Mantan penderita kanker yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang rendah, disarankan untuk tidak melakukan olahraga dengan menggunakan fasilitas umum, seperti gym dan berenang di kolam renang umum, sampai jumlah sel darah putihnya kembali normal dan sistem kekebalan tubuhnya menjadi kuat. Mantan penderita kanker yang melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, harus menghindari olahraga tersebut setidaknya selama satu tahun setelah melakukan transplantasi.
  • Mantan penderita kanker yang mengalami penurunan kemampuan fisik akibat pengobatan, maka dianjurkan untuk melakukan olahraga yang ringan selama 10 menit setiap harinya.
  • Mantan penderita kanker yang mengalami ataksia – penyakit yang disebabkan oleh rusaknya sel saraf pada otak kecil – akibat pengobatan, maka tidak diizinkan untuk bersepeda, berlari, berjalan jauh, dan treadmill. Orang yang menderita ataksia tidak memiliki kemampuan keseimbangan yang baik sehingga mudah jatuh dan lemah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit