Benarkah Rajin Skipping Bisa Bikin Badan Tambah Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Lompat tali atau skipping adalah olahraga kardio yang mudah dan juga murah meriah. Selain menyehatkan bagi jantung dan paru-paru, banyak yang bilang bahwa skipping bisa menjadi cara cepat menambah tinggi badan. Benarkah manfaat skipping yang satu ini, atau cuma bisik tetangga saja?

Sebenarnya, apa yang memengaruhi tinggi badan seseorang?

Gen adalah faktor utama yang menentukan tinggi badan seseorang. Sekitar 60-80 persen dari tinggi badan Anda ditentukan oleh genetik warisan orangtua. Kalau orangtua Anda pendek, maka besar kemungkinan Anda memiliki postur yang juga pendek. Sisanya tergantung pada faktor lingkungan, terutama nutrisi makanan dan rutinitas aktivitas fisik sehari-hari.

Menguak manfaat skipping sebagai cara menambah berat badan

Benar bahwa olahraga teratur dapat membantu menambah tinggi badan. Pasalnya selama berolahraga,  tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon pertumbuhan (HGH) untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan yang lebih maksimal.

Selain itu, olahraga secara umum akan membantu menguatkan struktur otak dan tulang. Nah saat Anda melakukan skipping, tulang juga dilatih untuk menerima beban dengan menopang berat badan Anda. Pembebanan inilah yang memicu terbentuknya sel-sel tulang yang baru.

Tidak semua orang bisa bertambah tinggi badannya dengan melakukan skipping

Manfaat skipping sebagai cara menambah tinggi badan sebenarnya tidak bisa dinikmati semua orang.

Skipping bisa menambah tinggi badan terlebih jika sudah rutin dilakukan sejak masa kanak-kanak hingga seterusnya. Pasalnya, meski memang kelenjar pituitari tidak pernah berhenti memproduksi hormon HGH, namun jumlahnya akan paling memuncak selama masa pubertas dan kemudian berangsur-angsur menurun setelah usia 30 tahun.

Terlebih, pada tulang anak-anak dan remaja yang masih mengalami pertumbuhan, pembentukan sel-sel tulang baru akan memengaruhi ukuran tulang menjadi semakin panjang. Tinggi badan pun akan semakin tinggi dengan pembentukan sel-sel tulang yang baru itu.

Selain karena faktor produksi HGH dan pertumbuhan tulang yang lebih cepat pada anak-anak, perlu diingat juga bahwa tinggi badan akan berhenti tumbuh ketika lempeng epifisis (bagian tulang panjang) menutup. Tinggi badan wanita umumnya akan berhenti tumbuh sekitar usia 16 tahun, dan 18 tahun untuk pria. Ketika sudah menutup maka itulah hasil akhir tinggi badan Anda saat dewasa. Sementara itu, tinggi badan pria dan wanita akan menyusut mulai usia 40 tahun hingga seterusnya.

Nah, tidak heran jika skipping menjadi salah satu aktivitas fisik yang sangat membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Bagi Anda yang berusia sudah di atas 30, efek pertumbuhan tinggi badan dari skipping biasanya tidak membuahkan hasil. Namun bukannya skipping jadi tidak lagi memiliki manfaat kesehatan bagi orang dewasa

Manfaat skipping untuk orang dewasa

Meskipun bagi orang dewasa manfaat skipping tidak bisa membuat badan jadi lebih tinggi lagi, rajin lompat tali bisa memperkuat otot serta menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

Pada orang dewasa yang sudah tidak mengalami pertumbuhan, pembentukan sel-sel tulang baru akan mengisi tulang agar menjadi semakin padat. Kondisi seperti ini akan membuat tulang semakin kuat dan menurunkan risiko pengeroposan tulang.

Selain memperkuat tulang, gerakan lompatan yang dilakukan berulang kali juga akan membentuk otot-otot kaki Anda menjadi semakin kuat. Otot kaki yang kuat tentunya membuat Anda tidak cepat lelah saat berjalan jauh atau saat menaiki tangga, bukan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Idealnya Tinggi Badan Pada Orang Dewasa? (Plus Cara Tepat Mengukurnya)

Selain mengecek berat badan ideal, Anda juga perlu tahu tinggi badan ideal Anda. Yuk, simak cara mengukur tinggi badan pada orang dewasa dengan tepat disini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Paling Manjur Meninggikan Badan di Usia Dewasa

Sudah puaskah Anda dengan tinggi badan Anda saat ini? Selain minum susu, adakah alternatif cara meninggikan badan di usia yang sudah kepalang dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Januari 2019 . Waktu baca 6 menit

7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

Anak kurus tak melulu disebabkan karena kurang gizi. Faktanya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang anak terlihat kurus. Apa saja?

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Nutrisi Anak 8 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Kapan Anak Perempuan Akan Berhenti Tumbuh?

Pertumbuhan akan terjadi sejak dalam kandungan hingga sebelum memasuki usia dewasa . Lalu kapan pertumbuhan anak perempuan aka berhenti? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 28 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
tinggi badan bayi kurang

Kapan Tinggi Badan Bayi Tergolong Kurang (Pendek)?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 8 menit
tinggi badan balita ideal

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2019 . Waktu baca 10 menit
susu peninggi badan

Benarkah Susu Peninggi Badan Efektif Merangsang Pertumbuhan Tulang Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit