Semakin Berkeringat Saat Olahraga, Semakin Banyak Kalori yang Dibakar. Apa Benar?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak yang memilih untuk berolahraga sambil panas-panasan di bawah terik matahari agar bisa banyak berkeringat. Pasalnya, ada anggapan bahwa semakin banyak keringat yang keluar tanda tubuh sukses membakar kalori dalam jumlah yang besar. Sebenarnya tak selalu seperti itu, lho! Berapa banyak keringat yang Anda keluarkan selama berolahraga belum tentu artinya tubuh telah membakar kalori yang lebih banyak.

Banyak keringat bukan tanda sukses membakar kalori lebih banyak

Berkeringat adalah proses pendinginan yang dilakukan oleh tubuh untuk membantu Anda menjaga suhu tubuh yang optimal. Tetapi berkeringat bukanlah tolak ukur ideal untuk menentukan seberapa kuat intensitas olahraga yang Anda lakukan.

Olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga mungkin saja Anda berkeringat lebih banyak. Sebuah studi kecil yang dilakukan pada 20 atlet pesepeda menemukan bahwa berolahraga dalam suhu yang panas, dapat membantu meningkatkan produksi keringat sehingga proses pendinginan tubuh dan peningkatan aliran darah ke kulit jadi lebih baik. Tapi, sedikit atau banyaknya keringat yang dihasilkan tidak sama dengan jumlah kalori yang dibakar.

Apa yang memengaruhi banyaknya keringat saat berolahraga?

Masing-masing orang memproduksi keringat dalam jumlah yang berbeda-beda. Sebagai contoh, wanita memiliki lebih banyak jumlah kelenjar keringat daripada pria, namun kelenjar keringat laki-laki cenderung bekerja lebih aktif. Artinya, laki-laki secara alami berkeringat lebih cepat dan lebih banyak daripada wanita meski jumlah kelenjar keringat yang diaktifkan sama banyak serta intensitas suhu dan aktivitas fisik juga sama rata.

Orang yang bugar, misalnya, bisa berkeringat lebih cepat selama berolahraga karena suhu tubuh mereka lebih rendah dibanding orang-orang yang sedentari (kurang aktif bergerak). Orang yang jarang berolahraga atau tidak pernah berolahraga sebelumnya lebih mungkin berkeringat lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik karena tubuh mereka lebih cepat memanas.

Orang yang kelebihan berat badan juga memproduksi keringat berlebih daripada individu dengan berat badan normal karena lemak bertindak sebagai penghantar panas (insulator) yang menaikkan suhu inti tubuh. Orang muda lebih banyak berkeringat dibandingkan dengan orang tua.

Selain itu, seberapa banyak Anda berkeringat bergantung pada beberapa hal lain di luar tubuh Anda. Mengenakan pakaian bahan sintetis saat berolahraga akan menjebak panas dalam tubuh, yang akan membuat Anda lebih cepat kegerahan dan berkeringat.

Makin banyak keringat maka berat badan semakin turun?

Belum tentu. Sekali lagi ditekankan bahwa banyaknya keringat tidak bisa dijadikan tolak ukur seberapa suksesnya tubuh membakar kalori. Turunnya berat badan yang didapat segera setelah berolahraga hanya bersifat sementara, karena disebabkan oleh keringat yang menguap. Berat badan semula akan kembali lagi ketika Anda telah terhidrasi, dan tidak berarti Anda telah membakar kalori lebih banyak.

Di sisi lain, jangan berasumsi bahwa latihan dengan keringat yang sedikit berarti Anda tidak berolahraga cukup keras atau belum membakar banyak kalori. Bisa saja keringat Anda menguap dengan cepat karena Anda berolahraga dalam ruangan ber-AC, di dekat kipas angin, atau di luar rumah dengan suasana yang sejuk dan banyak angin sepoi-sepoi.

Apa yang harus Anda lakukan jika ingin berolahraga dalam suhu yang panas?

Pastikan Anda terhidrasi dengan baik sebelum berolahraga dan juga terus minum sepanjang sesi olahraga. Dengarkan tubuh Anda dan istirahatlah ketika Anda sudah merasa terlalu capek sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengan suhu dan intensitas secara benar.

Apabila Anda berolahraga lebih dari 60 menit atau berolahraga dengan intensitas yang tinggi, peneliti menyarankan agar Anda menggantikan cairan yang hilang dengan minuman yang mengandung elektrolit. Jika Anda berolahraga atau latihan dengan intensitas yang tidak terlalu berat atau berlangsung kurang dari 60 menit, menggantikan cairan yang hilang dengan air putih sudah cukup baik bagi tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara membuat deodoran alami yang bisa dicoba di rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
sumber karbohidrat paling sehat

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit