Ini Bahayanya Jika Anda Olahraga Berlebihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga memang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, bukan berarti Anda harus berolahraga berlebihan. Faktanya, olahraga terlalu keras justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan, lho! Simak penjelasannya berikut ini.

Olahraga terlalu keras menurunkan sistem imun

Peneliti Rusia telah menyimpulkan bahwa melakukan olahraga terlalu berat akan mengurangi fungsi kekebalan tubuh. Hal ini pun didukung oleh beberapa penelitian selama dua dekade terakhir yang menegaskan jika terlalu banyak berolahraga dengan intensitas tinggi akan menyakitkan sistem kekebalan tubuh karena akan menguras imunitas seluler dan humoral. Hal ini sering disebut sebagai istilah over-training lawan dari olahraga moderat, alias olahraga dengan intesitas sedang.

Idealnya, ketika seseorang melakukan olaharaga ringan, ini memang akan meningkatkan respon kekebalan tubuh. Namun ketika intensitas volume olahraga lebih besar, ini menyebabkan efek depresan sehingga membuat sistem imun jadi menurun.

Dalam kondisi normal, radikal bebas yang dihasilkan dalam tingkat yang rendah akan menetralisir tubuh dan sistem antioksidan. Namun jika seseorang melakukan over-training, justru akan memicu peningkatan produksi radikal bebas yang melebihi kapasitas sistem pertahanan seluler Anda. Hal ini membuat radikal bebas menyerang sistem membran sel, yang menyebabkan sel dalam tubuh kehilangan viabilitasnya– kemampuan suatu sel mempertahankan dan memulilhkan kondisinya, sehingga meningkatkan kerusakan tulang dan otot.  

Hubungan olahraga terlalu keras dengan kanker kulit

Sebuah artikel terbaru di British Journal of Cancer melaporkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dalam intensitas sedang memang mampu meningkatkan respon imun dan berperan dalam pencegahan beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker usus besar.

Namun sebaliknya, olahraga berlebihan seperti ultramaraton akan menekan kekebalan selama beberapa jam, seminggu, bahkan lebih, sehingga rentan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bahkan kemungkinan terkena kanker, terutama kanker kulit. Pasalnya sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Austria menemukan jika pelari maraton lebih rentan untuk memiliki tahi lalat kulit yang tidak normal dan lesi di pundak dibandingkan yang bukan pelari.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyarankan pelari melakukan olahraga ketika paparan sinar matahari tidak terlalu terik, mengenakan pakaian yang memadai, dan secara teratur menggunakan tabir surya tahan air.

Apakah ini berarti bahwa olahraga keras dilarang?

Tentu saja tidak. Olahraga dengan intensitas keras atau tinggi tidak berbahaya selama tidak berlebihan (over-training). Namun para peneliti mengatakan jika Anda ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang keras, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi. Hal ini guna menggantikan nutrisi yang hilang selama olahraga sehingga mencegah sistem kekebalan tubuh menurun.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral, antioksidan, dan probiotik sehingga mempercepat proses pemulihan akibat kelelahan setelah melakukan olahraga.

Apa saja gejala jika Anda mengalami over-training?

Menurut Dr Neil F. Gordon, seorang peneliti dari Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas, Texas, beberapa tanda yang menunjukan jika Anda mengalami over-training akibat olahraga terlalu keras adalah:

  • Perubahan pola tidur, yang ditandai dengan insomnia
  • Membutuhkan waktu yang lama dari biasanya untuk penyembuhan luka ringan seperti ketika terkena goresan
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab padahal sedang tidak diet atau melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Kehilangan selera makan
  • Kelesuan/kelelahan
  • Hilangnya libido atau minat pada seks
  • Nyeri otot dan sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi lagi
  • Merasakan haus yang berlebihan ketika malam hari

Kesimpulannya, penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan melakukan olahraga dengan intensitas yang berat tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik, ini cenderung memicu komplikasi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
karsinoma sel basal

Karsinoma Sel Basal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 11 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit