Ini Akibatnya Pada Tubuh Saat Berolahraga Secara Berlebihan

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga adalah salah satu cara yang paling sering Anda dengar untuk menjalani gaya hidup sehat. Ingin menurunkan berat badan dan terhindar dari penyakit? Sarannya pasti tidak jauh-jauh dari olahraga. Tapi di balik manfaatnya, olahraga dapat berbalik membahayakan kesehatan tubuh jika dilakukan sembarangan atau berlebihan. Apa bahaya olahraga berlebihan, dan apa tanda-tandanya jika Anda sudah berlebihan?

Tidak semua orang cocok untuk berolahraga

Beberapa orang tidak diperbolehkan sama sekali untuk berolahraga karena hal tersebut dapat mengarah kepada risiko cedera fstsl dan kematian. Larangan olahraga ini terutama diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki stenosis aorta, gagal jantung simptomatik, aneurisme, dan dispnea.

Sementara itu, beberapa orang lainnya dengan kondisi tertentu masih diperbolehkan berolahraga, meski harus di bawah pengawasan dokter, seperti lansia, pasien kanker, dan orang-orang dengan penyakit kronis tertentu. Namun bagi pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam atau mengalami rasa nyeri di tempat asal kanker tidak disarankan untuk berolahraga.

Olahraga berlebihan mungkin tanda gejala OCD

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tak baik untuk tubuh. Begitu juga dengan olahraga. Olahraga berlebihan bisa tidak disadari dan bisa bermula dari ketidakpuasan terhadap proses maupun hasil akhirnya. Ketidakpuasan ini kemudian membuat Anda meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas dari olahraga yang lambat laun susah untuk dikontrol. Kecanduan olahraga ini mungkin muncul sebagai gejala gangguan mental tertentu, seperti OCD.

Bahaya olahraga berlebihan untuk kesehatan tubuh

Olahraga berlebihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi secara teratur berisiko menyebabkan Anda mengalami kardiotoksisitas. Kardiotoksisitas adalah kerusakan pada otot jantung akibat pelepasan senyawa kimia, yang menyebabkan jantung tidak lagi dapat memompa darah ke seluruh tubuh Anda.

Bahaya olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit ginjal. Ketika olahraga, semua aliran darah akan dialirkan secara maksimal ke bagian-bagian tubuh yang memerlukan, seperti otot-otot tubuh. Karena itu, aliran darah ke ginjal akan menurun hingga hampir 25%, tergantung dengan intensitas dan frekuensi olahraga yang dilakukan. Semakin berat olahraga yang Anda lakukan maka semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal. Kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal setelah berolahraga.

Selain itu, aritmia atau gangguan irama jantung juga berisiko terjadi. European Heart Journal pada tahun 2013 menyarankan mereka yang mempunyai riwayat keluarga dengan gangguan irama jantung untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang membakar lemak secara berlebihan karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung. Olahraga yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan dan sistem imun.

Apa tandanya jika Anda sudah olahraga berlebihan?

Perhatikan tanda-tanda bahwa Anda telah melakukan olahraga secara berlebihan, seperti: kelelahan yang amat sangat, penurunan nafsu makan, kram otot, linglung, tidak fokus, gangguan koordinasi gerakan, dan performa berolahraga yang memburuk. Jika Anda mengalami hal tersebut, hentikan segera dan beristirahat.

Bila merasa kondisi tubuh sudah membaik, Anda bisa memulai olahraga kembali dengan intensitas yang lebih ringan. Akan tetapi, jika keadaan Anda memburuk, datangi segera tenaga ahli kesehatan terdekat.

Olahraga tidak boleh dilakukan sembarangan

Tapi jangan biarkan risiko bahaya olahraga diatas menghalangi Anda untuk tidak berolahraga. Ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis dan personal trainer Anda mengenai jenis olahraga yang akan dilakukan. Yang terakhir, lakukan olahraga dengan penuh semangat dan menyenangkan sehingga tidak merasa terbebani.

Selain itu, tentu Anda tidak bisa menjalani hidup sehat jika hanya mengandalkan dari olahraga saja. Anda tetap harus memperhatikan dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Dr. Steven Blair, seorang peneliti olahraga di University of South Carolina mengatakan tidak mudah untuk membakar kalori yang Anda peroleh dari apa yang Anda konsumsi. Selain memerhatikan apa yang Anda makan dan minum, jauhi juga gaya hidup yang kurang baik seperti merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit