Bahaya Makan Jeruk Bali Merah (Grapefruit) Setelah Minum Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada beberapa minuman atau makanan yang tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat. Ini karena interaksi kimia antara obat dan makanan tersebut dapat membuat obat jadi tak ampuh lagi, atau justru memicu efek samping berbahaya yang malah berbalik menjadi senjata makan tuan bagi kesehatan Anda. Buah grapefruit adalah salah satu makanan yang harus Anda hindari jika sedang mengonsumsi obat-obatan.

Apa itu buah grapefruit?

Secara harfiah, grapefruit berarti buah anggur. Tapi grapefruit bukan anggur. Bahkan penampilannya jauh berbeda dengan buah manis berwarna ungu tersebut. Grapefruit adalah buah jeruk besar berkulit oranye dengan daging merah keunguan, yang memiliki rasa asam-kecut sedikit manis tapi juga agak pahit. Buah asal Barbados ini merupakan hasil kawin silang tidak sengaja dari spesies jeruk manis dan jeruk bali.

Grapefruit adalah sumber vitamin C yang baik, serta mengandung cukup kadar potassium yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja dengan baik. Tapi kenapa tidak boleh mengonsumsi grapefruit berbarengan dengan obat?

Kandungan furanocoumarin dalam grapefruit adalah zat aktif yang berbahaya

Agar obat bisa bekerja efektif, zatnya harus bisa beredar dengan lancar dalam aliran darah. Ini dibantu dengan adanya protein dalam tubuh yang memecah dan mengangkut obat untuk memudahkan penyerapan obat.

Nah, grapefruit mengandung furanocoumarin, yang menghalangi enzim ini. Akibatnya zat obat mungkin terserap terlalu banyak atau malah hanya sangat sedikit ke dalam aliran darah Anda. Obat mungkin mengendap di tubuh Anda terlalu cepat atau terlalu lama. Obat yang dipecah terlalu cepat tidak akan sempat bekerja. Di sisi lain, obat yang tinggal terlalu lama di dalam tubuh dapat berubah menjadi racun yang menyebabkan komplikasi berbahaya.

Selain itu, furanocoumarin juga menyebabkan kadar darah naik lebih cepat dan lebih tinggi dari biasanya, dan dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi yang tidak normal bisa berbahaya. Dan perlu dicatat bahwa furanocoumarin yang ditemukan dalam jus grapefruit adalah bahan kimia alami. Dengan demikian, zat ini akan senantiasa hadir dalam segala versi hidangan buah, termasuk jus segar, konsentrat beku, dan buah utuh. Semua bentuk jus grapefruit ini berpotensi menimbulkan interaksi jika dikonsumsi berbarengan dengan obat-obatan tertentu.

“Minum 1 tablet obat dan ditambah dengan segelas jus grapefruit sama seperti minum 20 tablet obat dengan segelas air. Ini merupakan overdosis yang tak disengaja Jadi, tidak mengherankan kenapa ini bisa menjadi racun bagi tubuh Anda,” kata David Bailey, farmakolog klinis di Lawson Health Research Institute di London, dilansir dari Detik Health. Konsentrasi tinggi dari obat-obatan dalam darah dapat menyebabkan kerusakan ginjal, perdarahan saluran cerna, kegagalan pernapasan, penekanan sumsum tulang, hingga kematian.

Interaksi berbahaya juga bisa terjadi jika Anda mengonsumsi jus grapefruit atau bentuk lainnya beberapa jam sebelum dan setelah minum obat. Ambil contoh obat simvastatin. Bila diminum bersamaan dengan segelas jus grapefruit sekali sehari selama tiga hari bisa melipatgandakan konsentrasi obat hingga 330% lebih banyak dibandingkan dengan meminumnya dengan air putih. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot yang mengancam jiwa, yang disebut rhabdomyolysis.

Risiko interaksi bahkan bisa terjadi hingga 3 hari setelah makan atau minum jus grapefruit. Jadi sebaiknya hindari atau batasi konsumsi grapefruit dalam bentuk apapun saat mengonsumsi obat tertentu.

Daftar obat yang berbahaya jika diminum berbarengan dengan buah grapefruit

Interaksi obat dan makanan dapat terjadi baik dengan obat oral resep dan bebas, termasuk antasida, vitamin, dan suplemen zat besi. Totalnya ada lebih dari 85 obat yang bisa memicu reaksi berbahaya ketika dikonsumsi bersamaan dengan grapefruit.

Contoh beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan grapefruit adalah:

  • Beberapa obat statin untuk menurunkan kolesterol, seperti Zocor (simvastatin), Lipitor (atorvastatin), lovastatin, dan Pravachol (pravastatin)
  • Beberapa obat penurun tekanan darah, seperti Nifediac dan Afeditab (keduanya termasuk kelas nifedipine); felodipine, nimodipine, dan nisoldipine
  • Beberapa obat penolakan transplantasi organ, seperti Sandimmune dan Neoral (keduanya termasuk kelas siklosporin)
  • Beberapa obat anti-kecemasan dan anti-depresi, seperti BuSpar (buspirone) atau benzodiazepine, diazepam (Valium), alprazolam (Xanax)
  • Beberapa obat anti-aritmia, seperti Cordarone dan Nexterone (keduanya termasuk kelas amiodarone)
  • Beberapa amfetamin, seperti dextroamphetamine dan levoamphetamine (Dexedrine, Adderall)
  • Beberapa antihistamin, seperti fexofenadine
  • Obat untuk mengatasi disfungsi ereksi, seperti Viagra (sildenafil)
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti oxycodone dan acetaminophen (paracetamol)
  • Obat-obatan lain adalah obat anti infeksi, anti kanker, obat jantung dan obat infeksi saluran kemih

Bagaimana dengan jenis buah jeruk lain? Apakah aman?

Grapefruit banyak dibiakkan di Amerika Serikat dan mungkin tidak cukup umum ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, beberapa keluarga jeruk lainnya bisa memunculkan efek serupa, seperti jeruk bali (pomelo), jeruk nipis, dan jeruk manis (seville); Meskipun buah-buahan ini belum dipelajari secara rinci, pedoman untuk grapefruit juga harus diterapkan pada mereka. Satu ulasan medis menyarankan pasien untuk menghindari semua jeruk. Masalah potensial lainnya adalah beberapa produk makanan/minuman jadi mengandung ekstrak jeruk bali tapi tidak mencatut namanya dalam daftar bahan.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu bermain aman saat sedang mengonsumsi obat. Jika Anda tidak tahu apakah obat yang Anda gunakan berinteraksi dengan grapefruit, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda. Dokter biasanya akan meresepkan obat lain yang tidak berinteraksi dengan buah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cuci darah

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit