8 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar USG Jantung (Ekokardiografi)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Februari 28, 2019
Bagikan sekarang

Pernah disarankan dokter untuk melakukan ekokardiografi (EKG) atau USG jantung sebelumnya? Kesan pertama Anda ketika mendengar saran dokter ini mungkin cuma satu, yakni bertanya-tanya sembari bengong dan mengerutkan kening. Anda mungkin mengira bahwa USG hanya diperuntukkan bagi pemeriksaan kehamilan saja. Eitss, padahal belum tentu. Agar lebih memahami lebih dalam mengenai EKG, simak semua ulasannya berikut ini.

Apa itu ekokardiografi?

Ekokardiografi adalah sebuah tes yang menggunakan suatu alat khusus untuk mengamati semua kondisi jantung, termasuk struktur dan fungsinya. Alat tersebut bekerja dengan mengeluarkan gelombang suara ultrasonik, sehingga akan menghasilkan gambar (ekokardiogram) yang menunjukkan kondisi jantung Anda. 

Itulah mengapa ekokardiografi juga disebut sebagai USG jantung. Prosedur ini akan membantu dokter untuk menilai dengan seksama keadaan jantung Anda. Mulai dari cairan yang ada di sekitar jantung, gumpalan darah di jantung, hingga kemungkinan adanya masalah dengan aorta (arteri utama pada jantung yang bertugas untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh).

Namun jangan tertukar, ekokardiografi berbeda dengan elektrokardiografi (EKG) atau yang biasa disebut rekam jantung. Keduanya memiliki fungsi berbeda, tapi tak jarang saling melengkapi.

Apa tujuan ekokardiografi?

Dengan ekokardiografi, Anda dapat menilai fungsi dan struktur jantung secara langsung (real-time) secara akurat. Dengan alat ini Anda dapat melihat apakah fungsi jantung Anda baik, apalagi jika dilakukan setelah serangan jantung. Ekokardiografi juga dapat memberi tahu Anda bagaimana gerakan katup jantung, dinding jantung, dan sebaik apa aliran darah di bilik jantung.

Apa saja komponen alat ekokardiografi?

Alat USG jantung sama dengan alat USG perut atau hamil — terdiri dari joystick pemindai (probeyang terhubung kabel untuk disentuhkan ke tubuh dan layar komputer pembaca data. Namun wujud probe ini sedikit berbeda dengan probe yng biasa digunakan pada USG perut. Probe pada alat ekokardiografi lebih kecil. Joystick inilah yang bertugas mengeluarkan gelombang suara ultrasonik yang akan masuk ke dalam tubuh dan memantul lagi sebagai data gambar yang muncul di layar mesin.

Bagaimana prosedur ini dilakukan?

Anda akan diminta untuk membuka pakaian dari dada sampai ke pinggang dan kemudian berbaring di kasur. Dokter akan menaruh probe di atas dada yang telah diberi gel. Gel ini dimaksudkan agar alat probe dapat menempel dengan baik pada kulit sehingga kualitas dan dimensi gambar yang didapat akan maksimal. Dokter akan menggerakkan probe di dada Anda untuk mendapat tampilan yang diperlukan dalam menilai fungsi dan struktur jantung.

Berapa lama prosedur ini berlangsung?

Prosedur ini biasanya dilakukan selama 15-30 menit, tergantung apakah dokter sudah dapat cukup informsai soal fungsi dan struktur jantung Anda.

Apakah prosedur ini terasa sakit? Adakah efek sampingnya?

USG jantung tidak menimbulkan rasa sakit apapun. Secara umum, tidak ada efek samping dari prosedur ini.

Siapa saja yang tidak boleh melakukan prosedur ini?

Pada umumnya ekokardiografi tidak memiliki larangan khusus, yang artinya semua orang bisa dan boleh melakukannya jika membutuhka. Namun dalam kondisi tertentu, keakuratan hasil yang ditampilkan alat ini mungkin tidak terlalu optimal pada orang yang kegemukan (obesitas), atau mereka yang sangat kurus. Pasalnya, jumlah lemak tubuh dapat memengaruhi kelancaran hantaran gelombang suara.

Apa saja persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalani ekokardiografi?

Tidak ada hal khusus yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur ini. Anda boleh makan dan minum apapun sebelum dan sesudahnya. Anda juga tidak perlu berpuasa.

Kapan hasilnya dapat diterima?

Hasil dari pemeriksaan USG jantung ini dapat langsung terlihat pada layar monitor dan akan diartikan oleh dokter yang melakukan prosedur ini. Namun, hasil pemindaian yang dianggap bermakna atau penting untuk diagnosis/perawatan lanjutan akan dicetak dalam bentuk foto sebagai dokumentasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Baik laki-laki remaja maupun pria dewasa sama-sama bisa mengalami mimpi basah. Lantas, adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Duduk terlalu lama memang tidak baik efeknya untuk kesehatan, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko penyakit jantung?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, Anda juga perlu mengukur denyut jantung saat olahraga. Memangnya, apa tujuannya? Baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat Desember 13, 2019

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Anda Menjalani Tes Payudara Mammografi

Mammografi adalah rontgen dada untuk mendeteksi risiko kanker payudara. Kalau dokter sudah menyarankan Anda untuk menjalani mammografi, baca ini dulu.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk
Kanker Payudara, Health Centers November 11, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal tayang Mei 18, 2020
4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal tayang Mei 13, 2020