Perlukah Si Kecil Menggunakan Retainer Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/07/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Retainer adalah behel yang bisa dipasang dan dilepas dengan mudah. Bisa berupa plastik bening yang menyerupai gigi atau mirip seperti kawat yang dilengkapi permukaan untuk menutupi langit mulut. Namun, perlukah anak pakai retainer gigi untuk merapikan giginya? Yuk, simak pertimbangannya berikut ini.

Perlukah retainer untuk gigi anak?

Retainer merupakan perawatan tambahan pada anak yang memng menggunakan kawat gigi (behel). Tujuannya agar posisi gigi yang sudah benar tidak lagi bergeser dan berantakan.

Jadi, untuk mencegah pergeseran gigi ini, anak akan direkomendasikan untuk pakai retainer setelah lepas behel. Biasanya, dokter akan memilih retainer bening yang membentuk gigi.

Rata-rata, penggunaan retainer gigi untuk anak dilakukan setiap hari selama 3 bulan. Setelahnya, anak boleh menggunakan alat ini di malam hari saja, terutama jika ia disarankan untuk memakainya lebih lama.

Sering kali, retainer digunakan dalam waktu yang lama untuk mencegah celah gigi diisi oleh gigi yang bergeser.

Selain untuk menyempurnakan perawatan behel, retainer juga digunakan untuk membantu anak dengan masalah medis tertentu. Contohnya, tongue thrust, yaitu kondisi saat lidah mudah menyelinap ke gigi ketika berbicara. Jika tidak diatasi, anak akan kesulitan untuk menelan dan ia susah untuk menutup mulutnya dengan rapat.

Anak dengan kondisi tersebut, biasanya akan didarankan untuk menggunakan retainer yang memiliki permukaan di bagian langit mulut, bukan yang hanya menutupi gigi.

Adanya alat ini, menjaga lidah agar tidak bergerak maju di antara gigi saat anak berbicara.

Anak dengan gangguan temporomandibular disorder (TMD), juga membutuhkan retainer. Kondisi ini membuat anak kesulitan untuk menggigit karena gigi tidak bertemu dengan benar saat rahang ditutup (maloklusi).

Begitu juga dengan anak yang mengalami bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur.

Proses pemasangan dan perawatan retainer gigi untuk anak

Sumber: Zurcher Ortho

Proses pemasangan retainer cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Sebelum dipasang, dokter gigi akan memeriksa gigi anak terlebih dahulu. Dokter kemudian akan menggunakan alginat—semacam cairan kental berkapur—untuk membuat cetakan gigi anak.

Setelah alginat selesai dibentuk, anak harus menunggu setidaknya 1 minggu untuk mendapatkan retainer asli.

Setelah retainer asli selesai, maka si anak dapat segera memakainya. Pada awalnya, mereka mungkin akan merasa tidak nyaman, terutama ketika berbicara.

Untungnya, perasaan tidak nyaman ini akan hilang dalam beberapa hari. Agar terbiasa, dokter akan meminta anak untuk banyak-banyak berbicara atau menyanyi agar cepat beradaptasi.

Selain rasa tidak nyaman, pakai retainer untuk gigi anak sering menyebabkan produksi air liur meningkat. Namun, Anda tidak perlu cemas, karena hal ini normal terjadi.

Selama pemakaian, retainer harus dirawat dengan baik. Pasalnya, retainer yang ditempatkan di dalam mulut bisa menumpuk bakteri, plak, dan sisa makanan. Jadi, alat ini perlu dibersihkan setiap hari.

Tanyakan pada dokter cara membersihkan retainer sesuai jenisnya. Beberapa jenis retainer tidak boleh dibersihkan dengan pasta gigi.

Jangan merendam retainer dalam air panas atau diletakan di dekat benda yang panas karena bentuknya bisa rusak, baik itu penyok atau meleleh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Anda Idealnya Harus Menggosok Gigi?

Menyikat gigi tidak boleh terlalu lama atau cepat kilat. Memangnya, berapa lama harus menggosok gigi? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 29/11/2019 . 4 menit baca

Pentingnya Memilih Pasta Gigi Anak Terbaik untuk Kesehatan Rongga Mulutnya

Ada banyak produk pasta gigi untuk anak yang dijual di pasaran. Lalu bagaimana caranya memilih produk yang paling baik? Yuk, ketahui caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 08/11/2019 . 3 menit baca

4 Kiat Memilih Sikat Gigi yang Tepat untuk Balita

Menjaga kebersihan gigi dan mulut tentu sudah harus dilatih sejak dini. Langkah awalnya, Anda harus memilih sikat gigi anak yang tepat. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 02/11/2019 . 3 menit baca

Gabung Mama Sigi dan Pepo Dalam Misi Memberantas Masalah Gigi

Kesehatan gigi dan mulut akan menunjang tumbuh kembang anak secara umum. Ini beberapa kebiasaan yang harus ortu tanamkan agar gigi anak tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 29/10/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
makanan kawat gigi anak

3 Tips Makan untuk Anak yang Baru Memakai Kawat Gigi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/01/2020 . 4 menit baca
membersihkan karang gigi

Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Karang Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . 3 menit baca
nutrisi untuk pertumbuhan gigi anak

Makanan Apa yang Bisa Membantu Pertumbuhan Gigi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28/12/2019 . 3 menit baca