Seperti Ini Proses Pemasangan Behel Alias Kawat Gigi: Apakah Sakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gigi yang kurang rapi tidak hanya membuat wajah Anda menjadi kurang menarik, namun ternyata juga menyimpan masalah kesehatan mulut. Pasang behel atau kawat gigi merupakan salah satu solusi bagi Anda. Berikut tahapan step-by-step dalam proses pemasangan kawat gigi.

Prosedur pasang behel

1. Konsultasi ke dokter gigi

Sebelum Anda memasang kawat gigi, Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan sinar X untuk melihat kondisi gigi Anda. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter gigi akan menilai apakah Anda memerlukan kawat gigi atau tidak.

Dokter gigi akan berdiskusi dengan Anda mengenai pilihan terapi yang tepat dan perkiraan berapa lama terapi akan dilakukan. Setelah itu buatlah janji pertemuan berikutnya untuk pemasangan kawat gigi.

2. Prosedur pemasangan kawat gigi

Sebelum kawat gigi dipasang, permukaan gigi Anda akan dibersihkan, dihaluskan dan dikeringkan  agar kawat gigi dapat melekat dengan baik. Sebuah lem kemudian akan dipasang pada permukaan gigi Anda. Setelah itu kawat gigi akan dipersiapkan.

Pada kawat gigi terdapat bracket yang berfungsi sebagai ‘jangkar’ bagi kawat gigi. Bracket juga akan dipasang lem, lalu dilekatkan ke gigi Anda pada tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Kelebihan lem akan dibersihkan. Lem tersebut akan disinari dengan cahaya berkekuatan tinggi agar lem menjadi keras sehingga kawat gigi tidak mudah lepas.

Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit tergantung dari tingkat keparahan kondisi gigi Anda.

3. Yang Anda rasakan selama proses pasang behel

Setelah pemasangan kawat gigi, Anda akan merasa tidak nyaman karena kawat gigi yang menarik gigi Anda akan menimbulkan rasa nyeri terutama 4-6 jam setelah prosedur selesai. Nyeri akan bertahan hingga 3-5 hari dan setelah itu akan mulai berkurang. Dokter akan memberikan obat nyeri untuk mengurangi rasa nyeri. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang lunak agar tidak menimbulkan rasa nyeri.

4. Kontrol rutin

Kontrol rutin perlu dilakukan bagi Anda yang memasang kawat gigi. Seiring dengan berjalannya waktu, kawat gigi dapat menjadi longgar sehingga tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah posisi gigi Anda.

Anda dianjurkan kontrol rutin untuk melihat perkembangan gigi Anda sekaligus untuk mengencangkan kembali kawat gigi Anda setiap 3-10 minggu tergantung jenis kawat gigi yang Anda gunakan. Kawat gigi modern memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga tidak memerlukan kontrol rutin yang terlalu sering.

5. Pelepasan kawat gigi dan perawatan setelah pelepasan

Setelah dokter gigi memastikan bahwa terapi telah selesai, maka kawat gigi akan dilepas. Secara perlahan lem yang telah keras akan dipecah dengan hati-hati. Sisa lem yang masih melekat pada permukaan gigi akan dibersihkan secara hati-hati.

Setelah pelepasan kawat gigi, Anda diharuskan untuk menggunakan alat yang disebut sebagai ‘retainer’. Alat ini akan digunakan didalam mulut untuk mencegah gigi Anda kembali ke posisi semula. Retainer harus digunakan selama 6 bulan tanpa dilepas, setelah 6 bulan maka Anda boleh menggunakan retainer pada malam hari saja saat tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Sebaiknya Memasang Behel agar Tetap Aman dan Efektif?

Memasang behel bisa menjadi salah satu keputusan terbaik demi memiliki gigi yang rapi sekaligus sehat. Namun, apa Anda tahu waktu ideal memasang behel?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 28/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Enamel merupakan lapisan gigi yang ketika rusak tidak bisa kembali normal dengan sendirinya. Lalu, adakah cara untuk memperbaiki kerusakan pada enamel gigi?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Penyakit Kulit, Health Centers 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Kecantikan 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bahan krim anti-aging

7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit