Beragam Pilihan Obat Sariawan yang Aman dan Manjur untuk Anak-anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sariawan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Luka sariawan yang dialami anak-anak pun bisa muncul di bagian mulut mana saja. Mulai dari gusi, bibir, langit-langit mulut, sisi dalam pipi, lidah, hingga tenggorokan. Di mana pun kemunculannya, sariawan dapat menyebabkan nyeri yang menyakitkan hingga membuat anak tak mau makan. Namun, Anda tak perlu khawatir. Ada beragam pilihan obat sariawan yang manjur dan aman untuk anak-anak.

Obat medis untuk atasi sariawan pada anak

Meski sariawan tidak berbahaya, rasa perihnya sering kali menyakitkan hingga membuat si kecil susah makan. Belum lagi luka sariawan umumnya pun baru sembuh sekitar satu sampai dua minggu.

Nah, supaya si kecil tidak terus-terusan meringis kesakitan karena sariawan, Anda bisa memberi beberapa obat medis berikut:

1. Paracetamol

Obat pereda nyeri seperti paracetamol bisa orangtua andalkan untuk mengurangi rasa sakit akibat sariawan anak. Paracetamol mudah ditemui di warung, toko obat, apotek, hingga swalayan tanpa harus menebus resep dokter. Obat ini pun aman digunakan oleh semua kalangan. Mulai dari bayi di atas 2 bulan, ibu hamil dan menyusui, hingga lansia.

Meski begitu, pastikan Anda memberikan obat pereda nyeri pada anak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Sebelum memberi obat sariawan ini untuk anak, baca dulu aturan pakai yang tertera pada bungkus kemasan dengan teliti.

Jangan sungkan untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda belum paham cara pakainya. Jika si kecil punya riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu sebelum Anda memberikan obat ini.

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga bisa digunakan sebagai obat untuk mengobati sariawan pada anak. Ibuprofen masuk dalam golongan obat nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini efektif untuk meredakan nyeri dan menurunkan peradangan di dalam tubuh.

Ibuprofen punya efek yang lebih kuat ketimbang paracetamol. Maka dari itu, gunakan obat ini dengan hati-hati. Jangan berikan Ibuprofen pada bayi di bawah usia 6 bulan. Ibuprofen juga tidak boleh diberikan kepada anak-anak yang sedang mengalami dehidrasi atau muntah terus menerus.

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu bila anak Anda punya riwayat penyakit kronis seperti asma dan penyakit ginjal atau hati.

3. Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah antiseptik cair yang bisa digunakan sebagai obat sariawan untuk anak. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat di dalam mulut.

Obat ini memiliki banyak varian, dari salep, larutan, dan obat kumur. Bila anak Anda sudah bisa berkumur dengan baik, dokter biasanya akan memberikan varian obat kumur.

Gunakan obat ini setelah anak menyikat gigi. Dampingi si kecil ketika mereka akan berkumur dan pastikan ia tidak menelan larutan chlorhexidine. Minta anak Anda untuk tidak langsung makan dan minum setelah berkumur supaya obat bisa bekerja lebih optimal.

4. Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida juga bisa jadi pilihan lain untuk mengobati sariawan pada anak. Hidrogen peroksida adalah obat pembersih luka yang bisa dibeli di toko obat terdekat tanpa harus menebus resep dokter.

Namun, Anda harus berhati-hati ketika menggunakan obat hidrogen peroksida. Bentuk murni hidrogen peroksida dapat melukai gusi dan mulut. Oleh karena itu, pastikan baca dulu aturan pakainya dengan saksama.

Supaya terjamin aman, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan obat sariawan ini untuk anak.

Cara rumahan untuk mengatasi sariawan pada anak

Selain pakai obat alami dan medis, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk mempercepat penyembuhan sariawan anak. Beberapa di antaranya seperti:

1. Kumur air garam

anak minum air berapa banyak

Luka sariawan yang dialami anak dapat meradang dan membengkak. Namun, Anda tak perlu khawatir. Redakan bengkak dan peradangan di mulut dengan meminta anak berkumur air garam.

Penelitian melaporkan bahwa garam dapat meredakan peradangan, mengurangi rasa sakit, dan menghilangkan bakteri dalam mulut. Tak hanya itu, obat alami satu ini juga terbukti efektif membantu mempercepat penyembuhan sariawan yang dialami anak. 

Anda cukup melarutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Minta anak untuk berkumur dengan larutan ini selama beberapa detik, lalu buang bekas airnya. Si kecil bisa berkumur dengan air garam sebanyak 2-3 kali dalam sehari. 

2. Kompres dingin

penyebab perut buncit

Kompres dingin bisa jadi obat sariawan anak yang murah, mudah, dan cepat dan cepat.

Suhu dingin dapat membuat saraf pemicu di sekitar area yang bermasalah mati rasa untuk sementara waktu. Di samping itu, suhu dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di bagian mulut yang terluka. Dengan begitu, rasa perih dan sensasi nyut-nyutan yang ia keluhkan dapat mereda perlahan-lahan.

Anda bisa membungkus beberapa bongkah es batu lalu membungkusnya dengan waslap bersih. Tempelkan bungkusan es batu langsung di bagian mulut yang terasa ngilu.

Ulangi kompres beberapa kali sehari sampai sakitnya mereda dan pembengkakan menyusut. Berkumur dengan segelas air dingin juga bisa jadi solusi bila tidak tersedia es batu.

3. Madu

madu untuk luka

Penelitian terbitan jurnal Quintessence International menemukan madu dapat membantu mengurangi sakit, ukuran, dan kemerahan pada sariawan. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal juga menemukan madu dapat mengobati dan mencegah sariawan.

Berbagai khasiat ini didapatkan karena madu memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Tak heran bila madu turut masuk dalam daftar obat sariawan alami yang aman diberikan untuk anak.

Akan tetapi penting dipahami bahwa tidak semua madu bisa dijadikan obat sariawan anak. Gunakanlah madu manuka, jenis madu yang tidak dipasteurisasi sehingga masih banyak kandungan nutrisi alami di dalamnya. Untuk dijadikan sebagai obat sariawan alami, oleskan madu manuka ke bagian yang terluka sebanyak empat kali sehari. 

Penting diketahui: jangan berikan madu pada anak di bawah usia satu tahun. Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada anak bayi.

5. Kantong teh hitam celup

kantong teh celup bekas untuk mata

Setelah menyeduh teh hitam celup, jangan langsung buang kantong teh bekasnya. Kantong teh hitam bekas dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati sariawan anak.

Anda cukup menempelkan kantong teh celup bekas di bagian mulut yang terluka dan diamkan selama beberapa menit.

Kandungan tanin pada teh hitam dapat membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari luka sariawan. Menariknya, senyawa tanin ternyata juga ditemukan di dalam beberapa obat antinyeri, lho!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca