Botulisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu botulisme?

Botulisme adalah penyakit karena racun yang dihasilkan oleh bakteri bernama Clostridium botulinum. Clostridium botulinum memproduksi tujuh jenis racun yang dibedakan dan diberi nama dari a hingga g.

Dari tujuh jenis tersebut, hanya racun a, b, e, dan f yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit pada manusia.

Umumnya, botulisme terdapat dalam tiga bentuk, yaitu:

  • botulisme bawaan makanan, bakteri ini didapatkan dari makanan yang terkontaminasi dan bisa berkembangbiak lalu menghasilkan racun pada tempat-tempat yang mengandung sedikit oksigen seperti pada makanan kaleng,
  • botulisme luka, infeksinya terjadi ketika luka terpapar dengan bakteri, dan
  • botulisme pada bayi, dimulai ketika spora bakterinya tumbuh di saluran usus bayi.

Racun dari bakteri ini dapat menyerang saraf tubuh dan menyebabkan sesak napas, kelumpuhan otot, hingga kematian.

Seberapa umumkah botulisme?

Botulisme merupakan kondisi yang cukup langka terjadi, tapi bisa menyerang setiap orang di segala umur.

Untungnya, botulisme bukan penyakit menular. Anda dapat membatasi kemungkinan terjangkit penyakit dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan konsultasi dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala botulisme?

Terdapat beberapa perbedaan gejala dari masing-masing jenis botulisme. Pada botulisme bawaan makanan, kebanyakan gejalanya mulai muncul dari 12 – 36 jam setelah makan makanan yang tercemar.

Namun, waktu mulainya gejala tersebut bergantung pada seberapa banyak racun yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa gejalanya adalah:

  • kelopak mata menurun (ptosis),
  • kelemahan wajah pada salah satu atau kedua sisi,
  • pandangan ganda (satu objek terlihat ada dua),
  • mulut kering,
  • mual dan kram perut,
  • sesak napas,
  • sulit berbicara,
  • susah menelan, serta
  • lemah otot, terutama pada leher dan tangan, lalu berlanjut pada otot di sekitar organ pernapasan dan bagian tubuh bawah.

Pada botulisme luka, biasanya gejala muncul sekitar 10 hari setelah racun memasuki tubuh. Gejalanya serupa dengan jenis botulisme yang sebelumnya, hanya saja ditambah dengan perubahan luka yang tampak merah dan membengkak.

Sedangkan pada botulisme bayi, gejala umumnya dirasakan dalam 18 – 36 jam setelah racun masuk ke dalam tubuh. Selain yang sudah disebutkan, gejala yang akan muncul juga termasuk:

  • sembelit, yang biasanya merupakan gejala awal,
  • gerakan yang lebih lemah dan terkulai,
  • kesulitan saat menghisap ASI atau makanan,
  • tangisan yang lebih lemah, dan
  • bayi menjadi lebih rewel.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala botulisme. Sebab, jika tidak dirawat tepat waktu, tangan dan kaki Anda akan lumpuh.

Anda juga dapat mengalami kelumpuhan otot pernapasan atau bahkan lumpuh total. Anda kemungkinan membutuhkan ventilator atau alat bantu napas.

Penyebab

Apa penyebab botulisme?

Bakteri Clostridium botulinum dapat ditemukan secara alami di banyak tempat. Bakteri ini membuat spora yang bertindak sebagai lapisan pelindung. Spora tersebut membantu bakteri untuk tetap bertahan hidup bahkan dalam kondisi ekstrim sekalipun.

Spora ini biasanya tidak menimbulkan penyakit. Namun, pada keadaan tertentu spora bisa tumbuh dan menghasilkan racun. Beberapa faktor yang memicu kejadiannya adalah:

  • tingkat oksigen di lingkungan sekitar tempat tinggalnya sangat rendah atau tidak ada sama sekali,
  • tingkat asam yang rendah,
  • gula yang rendah,
  • garam yang rendah, serta
  • kisaran suhu dan jumlah air tertentu.

Sebagai contoh, pada botulisme makanan, sumbernya bisa didapat dari makanan kalengan rumahan rendah asam seperti buah, sayuran dan ikan yang diawetkan atau difermentasi dengan cara yang kurang tepat.

Kondisi pada makanan tersebut dapat menjadi tempat ideal bagi spora untuk tumbuh dan menghasilkan racun botulinum.

Selain itu, C. botulinum juga banyak ditemukan pada beberapa tempat seperti tanah, sungai, dan air laut.

Bayi dapat keracunan karena spora (dari jamur) dari tanah ketika bermain di luar. Kemudian nantinya spora akan tumbuh dalam saluran pencernaan dan memproduksi racun di dalam tubuh.

Pada botulisme luka, penyakit terjadi ketika bakteri masuk dari luka yang tidak Anda perhatikan. Kemudian bakteri berkembang dan menghasilkan racun. Kasus ini paling sering terjadi pada orang yang menggunakan heroin jenis suntik.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana pemeriksaan untuk kondisi ini dilakukan?

Botulisme memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk didiagnosis. Anda akan membutuhkan beberapa tes dalam laboratorium khusus sebelum bisa mendapatkan diagnosis pasti.

Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda kelemahan atau kelumpuhan otot, seperti kelopak mata yang menurun atau suara yang menjadi lebih lemah.

Dokter juga akan bertanya mengenai makanan yang Anda konsumsi pada beberapa hari terakhir atau bila Anda baru saja terluka.

Nantinya, pemeriksaan lanjutan bisa berupa tes darah, feses, atau mengambil sampel dari muntahan untuk melihat bukti adanya racun.

Apa saja pilihan pengobatan untuk botulisme?

Terdapat beberapa pengobatan yang berbeda untuk botulisme.

Biasanya, dokter akan memeriksa dan memantau beberapa gejala tertentu, dokter juga akan memberikan Anda anti-racun untuk memperlambat kelumpuhan dan membuat gejala botulisme menjadi lebih ringan.

Terutama bila Anda didiagnosis lebih awal, suntikan anti-racun bisa mengurangi risiko munculnya komplikasi. Anti-racun ini bekerja dengan menempel pada toksin yang masih bersirkulasi di aliran darah dan mencegahnya merusak saraf.

Perlu diketahui, anti-racun tidak bisa mengembalikan kerusakan yang telah terjadi. Meski demikian, saraf masih bisa beregenerasi.

Oleh sebab itu, banyak orang yang bisa pulih sepenuhnya, tetapi membutuhkan waktu selama berbulan-bulan dan harus rutin menjalani terapi.

Terapi dilakukan dengan tujuan memperbaiki kembali kemampuan dalam berbicara, menelan, atau fungsi tubuh lainnya yang terpengaruh dengan racun ini.

Selain itu, dokter juga bisa saja memberikan antibiotik. Namun, antibiotik hanya diberikan untuk pasien yang mengalami botulisme luka. Pasalnya, bila diberikan untuk jenis botulisme lainnya, obat antibiotik malah akan mendorong produksi racun dari spora.

Pengobatan di rumah

Apa pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi botulisme?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi botulisme.

  • Mayoritas kasus terjadi karena memasak makanan kalengan, khususnya sayuran. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam proses persiapan dan penyajian makanan.
  • Rebus makanan paling tidak 10 menit karena racun akan hancur pada temperatur tinggi.
  • Berhati-hatilah ketika bayi di bawah 1 tahun mengonsumsi madu. Banyak kasus terjadi pada anak-anak ketika mencerna madu yang terkontaminasi.
  • Pastikan luka dibersihkan. Perawatan luka yang tepat dan tidak menggunakan obat-obat yang adiktif akan membantu mengurangi risiko botulisme yang berkaitan dengan luka.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk pemahaman lebih lanjut dan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mual

Mual adalah kondisi yang menyebabkan pusing dan ingin muntah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan mual di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pencernaan 12 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Proses pencernaan makanan dalam tubuh dikendalikan oleh sekelompok enzim pada pencernaan. Yuk, kenalan dengan enzim pencernaan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Bukan cuma menu, kebersihan makanan juga harus jadi prioritas. Berikut tips menjaga makanan tetap higienis dan bebas penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet?

Beberapa orang senang mengunyah permen karet pada saat tertentu. Namun, apa yang terjadi jika Anda menelan permen karet secara tidak sengaja?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Infeksi Melalui Makanan 2 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sembelit konstipasi susah buang air besar

Konstipasi (Sembelit)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
enteritis

Enteritis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit