backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Botulisme

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2023

Botulisme

Tahukah Anda bahwa infeksi bakteri bisa menyebabkan kelumpuhan otot? Kondisi tersebut bisa terjadi ketika Anda terinfeksi botulisme dari bakteri Clostridium botulinum.

Jika tidak segera ditangani, penyakit infeksi bakteri ini bahkan bisa mengancam nyawa. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui gejala, penyebab, hingga pengobatannya.

Apa itu botulisme?

Botulisme adalah penyakit langka yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum.

Racun botulinum (botoks) menyerang sistem saraf manusia sehingga menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan otot, dan bahkan kematian.

Bakteri penyebab botulisme dapat ditemukan di mana saja, tetapi tidak semuanya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Berikut adalah jenis botulisme yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia.

  • Botulisme makanan: umumnya ditemukan pada makanan yang disimpan di tempat dengan oksigen minim, seperti makanan kalengan.
  • Botulisme luka: ditemukan pada luka sehingga racun langsung memasuki aliran darah. Luka dapat terbentuk dari penggunaan alat suntik obat-obatan terlarang, kecelakaan, dan lain-lain.
  • Botulisme bayi: bakteri ditemukan di dalam saluran usus bayi, terutama pada bayi berusia 2–8 bulan.

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, infeksi bakteri C. botulinum mungkin juga terjadi pada seseorang yang melakukan perawatan kecantikan Botox.

Tahukah Anda?

Racun yang dihasilkan C. botulinum juga bisa bermanfaat untuk menghilangkan kerutan sementara, migrain kronis, hingga kedipan tidak terkendali (blepharospasm). Namun, penggunaannya hanya dalam dosis kecil dan perlu dalam pengawasan ketat oleh dokter.

Tanda dan gejala botulisme

infeksi bakteri clostridium botulinum mikroba penyebab penyakit botulisme

Setiap jenis infeksi C. botulinum memiliki gejalanya masing-masing, termasuk kapan gejala tersebut muncul.

Seberapa cepat kemunculan gejala dan seberapa parah kondisinya ditentukan dari seberapa banyak racun yang terbentuk.

1. Gejala botulisme makanan dan luka

Tanda-tanda infeksi karena makanan umumnya baru terlihat setelah 12–36 jam racun masuk ke dalam tubuh, di antaranya:

Gejala pada botulisme luka hampir serupa dengan makanan. Namun, gejalanya baru akan muncul sekitar 10 hari setelah racun masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, Anda mungkin juga melihat luka yang tampak merah dan membengkak.

2. Gejala botulisme bayi

Tanda botulisme pada bayi umumnya baru terlihat setelah 18–36 jam racun masuk ke dalam tubuh. Selain gejala yang sudah disebutkan di atas, gejala lain yang mungkin timbul yakni bayi:

  • sembelit,
  • mudah lelah,
  • kesulitan mengisap ASI atau mengunyah makanan,
  • menangis dengan lemah, serta
  • lebih rewel.

Segera kunjungi dokter jika Anda mencurigai adanya gejala botulisme. Jika dibiarkan, racun botulinum dapat melemahkan otot saluran pernapasan sehingga berakibat fatal.

Penyebab botulisme

makanan kalengan yang bikin haus

Mikroba penyebab botulisme adalah bakteri Clostridium botulinum yang bisa ditemukan di banyak tempat.

Bakteri Clostridium dapat membentuk spora yang bertindak sebagai lapisan pelindung supaya ia tetap bisa hidup, bahkan dalam kondisi ekstrem.

Spora tersebut umumnya tidak menyebabkan penyakit. Namun, dalam kondisi tertentu, spora botulinum bisa menghasilkan racun.

Berikut adalah beberapa kondisi yang memicu terbentuknya racun.

  • Tingkat oksigen yang sangat rendah.
  • Proses pengolahan makanan yang tidak benar, misalnya setengah matang.
  • Tingkat keasaman rendah.
  • Penggunaan heroin suntik.
  • Pemberian madu pada bayi.
  • Makanan yang tidak disimpan dengan benar, contohnya di tempat lembap.

Bakteri botulinum juga banyak ditemukan di tanah, sungai, dan air dalam kondisi tertentu. Bahkan, bayi bisa mengalami keracunan spora C. Botulinum ketika bermain di luar.

Komplikasi botulisme

Racun yang dihasilkan bakteri C. botulinum dapat melumpuhkan otot-otot tubuh, tidak terkecuali pada saluran pencernaan.

Begitu saluran pernapasan melemah, pasien akan kesulitan bernapas hingga akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, komplikasi lainnya yang bisa terjadi pada pasien botulisme adalah:

  • kelelahan ekstrem,
  • kelumpuhan,
  • pneumonia aspirasi,
  • infeksi sistem pernapasan,
  • sesak napas, dan
  • gangguan sistem saraf.

Diagnosis botulisme

Beberapa gejala botulisme bisa menyerupai penyakit lain, seperti stroke dan meningitis.

Oleh karena itu, selain pemeriksaan fisik, dokter mungkin juga menganjurkan beberapa tes berikut untuk memastikan diagnosis.

  • Pemindaian otak.
  • Pemeriksaan cairan tulang belakang.
  • Tes darah.
  • Tes fungsi saraf dan otot (elektromiografi).

Ketika menjalani pemeriksaan dengan dokter, sampaikan dengan jujur semua gejala yang Anda rasakan dan makanan apa saja yang Anda konsumsi selama beberapa hari terakhir.

Pengobatan botulisme

Obat batuk rejan antibiotik

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang secara khusus digunakan untuk mengatasi botulisme. Proses pengobatan akan disesuaikan dengan gejala yang ada.

Jika Anda terinfeksi bakteri melalui makanan, dokter akan memberikan obat supaya Anda bisa muntah atau buang air besar sehingga racun ikut terbuang.

Selain itu, berikut adalah jenis pengobatan lain yang kerap diberikan pada pasien.

1. Antitoksin

Antitoksin diberikan untuk mencegah penyebaran racun. Obat ini akan menempel pada racun dalam aliran darah sehingga racun tidak dapat merusak saraf.

Namun, penyembuhan dengan antitoksin mungkin memakan waktu berbulan-bulan. Khusus untuk bayi, jenis antitoksin yang diberikan adalah botulism immune globulin.

2. Antibiotik

Jika botulisme disebabkan oleh luka, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat ini tidak bisa diberikan pada jenis botulisme lainnya.

Dokter mungkin juga melakukan pengangkatan jaringan pada luka yang terinfeksi melalui operasi.

3. Alat bantu pernapasan

Pasien yang kesulitan bernapas mungkin perlu menggunakan ventilator. Alat ini akan memaksa udara untuk masuk ke paru-paru melalui tabung yang dimasukkan ke hidung atau mulut.

Pasien kemungkinan perlu menggunakan ventilator selama beberapa minggu sampai efek toksin mulai menghilang.

Pasien juga membutuhkan rehabilitasi dalam kurun waktu tertentu jika kehilangan kemampuan berbicara, menelan, atau kemampuan motorik lainnya.

Pencegahan botulisme

Tidak ada cara khusus yang bisa Anda lakukan untuk menghindari infeksi bakteri C. botulinum. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi risiko terkena racunnya dengan melakukan beberapa hal berikut.

  • Masak dan simpan makanan dengan benar.
  • Rebus makanan setidaknya selama 10 menit.
  • Tidak memberikan madu pada bayi di bawah satu tahun kecuali dengan persetujuan dokter.
  • Melakukan langkah-langkah perawatan luka yang tepat.
  • Melakukan perawatan kecantikan Botox hanya dengan ahli bersertifikat.

Botulisme merupakan penyakit infeksi yang cukup serius dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Meski begitu, pasien yang mendapatkan perawatan sedini mungkin dan optimal bisa sembuh total. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan