5 Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Gigi dan Mulut Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pergi ke dokter gigi bukan cuma untuk menambal gigi yang bolong atau ketika ingin pasang behel gigi. Cek kesehatan mulut dan gigi sebaiknya dilakukan rutin setidaknya 6 bulan sekali. Pasalnya, dengan mengecek kondisi mulut dan gigi Anda, dokter gigi dapat memberi tahu bahwa masalah gigi Anda bisa jadi pertanda suatu penyakit lain yang lebih serius. Simak ulasannya berikut ini.

Pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi, meski tidak sakit gigi

Mulut merupakan lingkungan yang sangat cocok untuk pertumbuhan bakteri dan gigi memberikan tempat pada bakteri untuk menempel. Ketika bakteri tersebut menempel dan mengeras, maka akan terbentuk plak yang dapat menyebabkan peradangan gusi (gingivitis) dan pendarahan.

Dilansir dari Health Line, Nico Geurs, DDS, seorang direktur dari University of Alabama di Departemen Periodontologi di Birmingham sekaligus direktur UAB Dentistry Wellness Clinic, mengatakan bahwa kesehatan mulut dan gigi nyatanya mencerminkan status kesehatan tubuh secara keseluruhan. Seorang dokter gigi dapat mendeteksi penyakit dalam hanya dengan melihat gejala dan perubahan yang tampak pada mulut dan gigi Anda.

Dengan begitu, ia dapat merujuk Anda pada dokter spesialis yang mengkhususkan diri pada penyakit terkait.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat dilihat dari kondisi gigi dan mulut

1. Diabetes

Diabetes memengaruhi kemampuan Anda untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Penyakit gusi juga dapat memengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh. Ketika diabetes tidak terkontrol, tidak hanya glukosa yang ada di dalam darah saja yang meningkat, tetapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang mengandung gula tinggi menyebabkan bakteri mudah tumbuh di dalam mulut.

Komplikasi diabetes dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan mulut dan gigi. Menurut American Diabetes Association, orang dengan diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami radang gusi, penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis (infeksi gusi parah yang disertai dengan kerusakan tulang). Diabetes juga dapat menyebabkan Anda mudah mengalami sariawan, bau mulut, gigi mudah copot, hingga mulut kering.

2. Penyakit jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, banyak penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontitis dengan peningkatan risiko perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Jika Anda diketahui memiliki penyakit gusi kronis, risiko pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) di leher dapat meningkat.

3. Leukimia

Apa hubungannya gigi dan mulut dengan kanker darah? Begini, leukimia atau kanker darah dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif dan terasa sakit. Hal ini terjadi karena dentin yang melindungi gigi terkikis dan meyebabkan erosi gigi. Selain itu, penderita leukimia juga bisa mudah mengalami gusi bengkak dan berdarah.

4. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn yang salah satunya merupakan kolitis ulserativa adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada seluruh lapisan pencernaan, dari mulut hingga ke anus. Jika dokter gigi Anda menemukan adanya luka terbuka yang sulit sembuh dan terjadi berulang dapat menjadi salah satu tanda penyakit Crohn.

5. Penyakit asam lambung atau GERD

Refluks asam lambung (GERD) yang juga biasa disebut maag muncul akibat pola makan yang tidak teratur. Ini menyebabkan asam lambung meningkat dan mengikis enamel gigi dan  dentin. Asam lambung yang naik ke tenggorokan dan sampai ke mulut dapat menipiskan lapisan enamel dan dentin gigi sehingga membuat gigi sensitif, terutama di daerah gigi belakang.

Selain rutin ke dokter gigi untuk cek kesehatan gigi dan mulut, penting juga untuk selalu rajin gosok gigi dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur). Kurangi juga konsumsi makanan dan minuman manis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Mencegah asam penyebab gigi berlubang di mulut dapat membantu menjaga kesehatan mulut selama pandemi. Simak tips mudahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit