Bagaimana Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian?

Oleh

Gigi berlubang masih merupakan masalah yang paling sering dijumpai di Indonesia. Bahkan dikutip Detikcom, menurut drg. Sri Angky Soekanto, DDS, PhD., praktisi kesehatan gigi dan pakar biologi oral Universitas Indonesia, bahwa gigi berlubang merupakan masalah kesehatan gigi yang penderitanya paling tinggi di Indonesia. Mengapa bisa begitu? Masih menurut drg. Sri Angky Soekanto, DDS, PhD, kesadaran atas pentingnya kebersihan oral masih sangat minim, padahal edukasi sudah berusaha disebarkan. Beberapa tahun belakangan ini, program-program edukasi kebersihan oral pun dilakukan ke sekolah-sekolah. Sekolah dipilih karena kebiasaan perlu diterapkan sedini mungkin. Tidak heran juga, jika kita juga sering menjumpai iklan di mana orangtua membujuk anaknya untuk menggosok gigi.

Membangun kesadaran memang tidak mudah, mungkin salah satu penyebabnya adalah belum sadar benar atau ketidaktahuan atas dampak yang ditimbulkan dari gigi berlubang. Sering kali, gigi berlubang dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes, masalah pada kehamilan, infeksi pernapasan, hingga kanker.

Fakta-fakta penting mengenai gigi berlubang

Berikut ini adalah hal yang perlu Anda ketahui mengenai gigi berlubang, jika Anda masih enggan rutin menyikat gigi, Anda harus segera ubah kebiasaan ini:

  • Jika tidak ditangani dengan benar, gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi pada gigi atas bagian belakang, dan infeksi ini dapat menyebar ke sinus belakang mata. Jika sudah begitu, bakteri akan masuk ke dalam otak dan dapat menyebabkan kematian.
  • Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang memproduksi asam sehingga menggerogoti gigi, menyebabkan lubang pada gigi. Lubang tersebut membuat Anda mengalami rasa sakit, infeksi, dan kehilangan gigi.
  • Gigi memiliki tiga lapisan; dentin (lapisan tengah), enamel (lapisan luar), pulp (bagian tengah gigi yang terdiri dari saraf dan pembuluh darah). Semakin banyak lapisan yang terserang bakteri, akan semakin buruk kerusakan yang ditimbulkan.
  • Plak yang terbentuk pada gigi dan gusi mengandung banyak bakteri, tetapi dapat dikontrol dengan menyikat gigi dengan benar.
  • Bakteri tersebut akan memakan gula dari makanan yang kita makan, lalu dia akan mengeluarkan asam yang akan menyerang gigi sekitar dua puluh menit setelah kita makan. Enamel adalah lapisan pertama yang akan dihancurkan oleh asam dari bakteri tersebut.
  • Saliva alias air liur ternyata mampu untuk menetralisir asam pada mulut. Pada kasus gigi berlubang, menurut drg. Sri Angky Soekanto, DDS, PhD, kurangnya saliva menyebabkan bakteri terakumulasi  tingkat sehingga keasaman di mulut menjadi tinggi.

Mengapa gigi berlubang bisa menyebabkan berbagai penyakit hingga kematian?

Gigi berlubang akan ditandai dengan perubahan warna pada gigi, Anda bisa mengenalinya dengan noda warna hitam, abu-abu atau cokelat – berupa garis atau titik yang lama kelamaan akan melebar. Ketika tidak diobati dalam waktu yang lama, lapisan pulp akan terinfeksi lalu akan membentuk abses di sekitar tulang gigi. Kalau sudah begitu, akan menyebabkan rasa sakit dan demam pada penderita.

Jika tidak diobati, abses gigi akan menyebar ke dalam ruang jaringan, pembengkakan pun terjadi pada wajah dan kulit. Abses gigi juga menyebabkan infeksi jaringan ruang dan bisa menyebabkan sesak napas, sulit menelan, hingga kematian. Kasus gigi berlubang yang berlanjut kematian memang jarang, tetapi bukanlah hal yang tidak mungkin. Ini terjadi saat infeksi dari gigi berlubang tersebut menyebar ke otak.

Selain itu, gigi berlubang memiliki hubungan dengan penyakit jantung. Penjelasan yang paling mendekati adalah gigi berlubang dapat menyebabkan masalah pada gusi. Di sini peneliti menemukan bahwa sakit gusi meningkatkan risiko sakit jantung. Mereka juga berpendapat bahwa kondisi jantung yang memburuk juga dapat disebabkan oleh peradangan yang ditimbulkan oleh masalah periodontal (penyakit gusi). Begitu pula dengan stroke. Ditemukan masalah infeksi oral pada penderita  cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, yang memicu terjadinya stroke isemik. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Gigi berlubang juga menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Salah satunya Rheumatoid – gangguan autoimun yang bertahan lama sehingga berdampak pada sakit sendi. Penderita penyakit ini harus menghilangkan gigi yang abses sebab menghilangkan jaringan yang sudah terinfeksi dapat membantu mendapatkan kembali kesehatan penderita. Begitu juga dengan penyakit usus (gastro intestinal), infeksi oral dapat menjadi pemicunya karena secara konstan Anda menelan nanah dari gusi dan gigi.

Bagaimana cara pengobatan gigi berlubang?

Anda harus rutin mengecek kesehatan gigi setiap enam bulan sekali. Jika lubang gigi Anda sudah membesar bukan hanya berupa garis, biasanya dokter akan menambalnya. Dokter akan mengebor bagian gigi Anda yang berlubang. Lalu, lubang tersebut akan diisi oleh material yang aman seperti campuran perak, emas, porselen, atau resin komposit. Jangan meremehkan gigi berlubang, karena selain sakit, tidak mengobatinya berarti membiarkan infeksi yang akan terjadi.

Bagaimana cara mencegah gigi berlubang?

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati, berikut ini kebiasaan yang harus Anda ubah untuk menghindari gigi berlubang:

  • Selalu rutin menyikat gigi, minimal dua kali sehari, pada pagi hari dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Jangan memakan camilan sebelum tidur. Jika Anda tidak menggosok gigi dengan benar, makanan yang tertinggal di malam hari sangat berisiko membuat gigi Anda berlubang.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung gula. Asam yang dihasilkan oleh bakteri akan semakin banyak ketika Anda mengkonsumsi banyak gula.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 11, 2016 | Terakhir Diedit: Juni 20, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca