7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ada lebih dari 9 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Data dari Globocan yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer untuk WHO bahkan memperkirakan 1 dari 5 pria dan 1 dari 6 wanita di dunia akan mengalami kanker. Salah satu jenis kanker yang perlu diwaspadai adalah kanker tenggorokan. Meski kasusnya dibilang jarang, tak ada salahnya untuk mengenali gejala kanker tenggorokan sejak dini.

Semakin cepat ciri-ciri kanker tenggorokan diketahui, makin mudah dan cepat pula pengobatan yang nantinya harus dijalani. Diagnosis dini juga dapat meningkatkan kesembuhan pasien dari penyakit. Lantas, apa saja ciri-ciri kanker tenggorokan yang perlu dikenali?

Beragam gejala kanker tenggorokan

Gejala kanker tenggorokan dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada lokasi awal sel kanker muncul.

Kanker tenggorokan itu sendiri terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah kanker laring yang menyerang daerah pita suara. Kedua adalah kanker faring yang menyerang sepanjang batang tenggorokan dari belakang hidung, tapi juga bisa menyerang belakang lidah, tonsil, atau jaringan lunak lainnya.

Adapun tanda dan gejala umum dari kanker lidah yang bisa Anda waspadai, yaitu:

1. Benjolan di leher

Ciri-ciri paling khas dari kanker tenggorokan adalah munculnya benjolan tak lazim yang menandakan tumor.

Bila Anda menemukan adanya benjolan di leher yang tumbuh cepat dalam waktu singkat, bisa jadi ini adalah gejala kanker tenggorokan. Terkadang benjolan ini sangat jelas terasa ketika Anda meraba leher.

Sayangnya, ada banyak kondisi lain yang juga menyebabkan benjolan di leher, misalnya karena radang amandel. Namun, benjolan karena radang tenggorokan biasanya hilang setelah penyakitnya sembuh. Benjolan tanda kanker umumnya tidak akan hilang dan justru semakin membesar.

2. Perubahan suara yang tidak biasa

Apakah Anda menyadari belakangan ini suara Anda sedikit aneh? Entah itu suka tiba-tiba hilang, terdengar serak, atau bahkan volumenya justru memelan seperti bisikan lirih?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan ini, dari penyakit batuk dan pilek, radang tenggorokan, atau karena habis teriak terlalu kencang.

Namun bila suara Anda serak tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, bisa jadi hal ini merupakan gejala kanker tenggorokan. Perubahan suara dapat menandakan sel kanker tengah menyerang pita suara Anda. Akibatnya, suara Anda bisa jadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

3. Sakit tenggorokan

Kanker juga bisa menyebabkan tenggorokan terasa sakit dan tidak nyaman. Rasa sakit ini sebenarnya mirip dengan radang tenggorokan. Bedanya, rasa sakit pertanda kanker tenggorokan muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Rasa sakitnya pun cenderung lebih intens dan tidak kunjung hilang meski sudah minum obat.

Laporan penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of General Practice mengungkapkan, sakit tenggorokan yang tak lama sembuhnya bisa jadi gejala kanker tenggorokan. Risiko kanker tenggorokan cenderung akan meningkat bila suara Anda juga berubah jadi serak dan muncul benjolan di leher.

Maka dari itu, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter bila sakit tenggorokan Anda tidak kunjung sembuh

4. Kesulitan menelan

Ketika tumor di tenggorokan makin membesar, Anda biasanya akan cenderung merasa lebih sulit menelan makanan. Beberapa orang bahkan tidak dapat menelan sama sekali.

Anda mungkin merasa seperti ada yang tersangkut atau mengganjal di tenggorokan sehingga perlu berdehem terus menerus. Rasa tidak nyaman ini juga sering kali membuat Anda malas makan.

Kurang makan lama-lama akan membuat tubuh tidak bertenaga dan lemas. Bila terus dibiarkan, Anda pun berisiko tinggi mengalami malnutrisi alias kekurangan nutrisi.

5. Telinga terasa sakit

Rasa sakit di tenggorokan bisa menjalar hingga ke bagian telinga. Anda mungkin akan merasakan telinga seperti berdenging dan nyut-nyutan tidak karuan. Beberapa orang bahkan sampai merasa kurang bisa mendengar jelas.

Jangan sepelekan rasa sakit di telinga yang intens dan persisten. Sebelum terlanjur parah, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

6. Berat badan turun drastis

Belakangan ini berat badan Anda turun drastis? Berat badan yang turun drastis secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas bisa jadi ciri-ciri kanker tenggorokan, lho.

Dr dr Noorwati S., SpPD KHOM dalam laman Detik mengatakan, berat badan turun drastis bisa disebabkan karena sel kanker menyerap gula dari tubuh pasien. Kondisi ini menyebabkan asupan energi pasien berkurang sehingga tubuh akan mengambil makanan cadangan energi dari lemak.

Bila hal ini terus terjadi, massa otot serta jaringan lemak akan berkurang atau bahkan hilang sehingga sebagian besar berat badan Anda turun.

Maka jika berat badan turun lebih dari 5% dan Anda tidak nafsu makan, segera periksakan diri ke dokter.

7. Gejala lain

Selain yang sudah disebutkan di atas, kanker tenggorokan juga dapat memunculkan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit kepala yang parah.
  • Gangguan dalam berbicara, penderita sering melontarkan kata-kata yang tidak jelas atau beraturan sehingga sulit dimengerti.
  • Batuk terus menerus (mungkin juga hingga menyebabkan batuk berdarah).
  • Kulit mengeras di sekitar leher.

Kapan harus ke dokter?

Anda harus jeli terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda sendiri. Bila Anda mengalami gejala yang tak biasa, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter.

Sama seperti kanker lainnya, kanker tenggorokan dapat mengakibatkan kematian jika terlambat diagnosis. Itu sebabnya, Anda harus waspada dengan beberapa gejala awal kanker tenggorokan.

Sebaiknya Anda segera periksa ke dokter bila mengalami perubahan suara yang tidak biasa ditambah dengan keluhan sakit tenggorokan yang tak kunjung sembuh. Ingat! Jangan tunggu parah dulu baru periksa ke dokter. Semakin cepat penyakit kanker didiagnosis, maka pengobatannya pun akan semakin mudah.

Penting juga melakukan deteksi dini kanker tenggorokan dengan rutin cek kesehatan ke dokter. Dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya gejala kanker tenggorokan pada tubuh Anda.

Selain pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan tes laboratorium seperti tes darah dan biopsi. Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan dalam tubuh yang dicurigai mengandung sel kanker. Tes pencitraan seperti rontgen tenggorokan dan CT scan juga dapat dilakukan.

Tips memilih dokter onkologi yang bagus

Kebanyakan orang yang baru saja didiagnonis mengidap kanker sering kebingungan memilih dokter spesialis kanker (onkologi) yang tepat. Padahal dengan persiapan yang matang, Anda memiliki kesempatan untuk ditangani langsung oleh dokter onkologi terbaik.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai siapa dokter spesialis kanker terbaik di daerah Anda.

Anda bisa menggali informasi dari situs rumah sakit atau klinik tempat dokter tersebut praktik, mengecek rekam jejak kasus yang pernah ditanganinya, membaca testimoni para pasien dari forum yang ada di internet, atau menanyakan langsung pada karyawan rumah sakit tempat dokter tersebut praktik.

Selain penilaian dari pasien, pendidikan yang ditempuh serta kasus atau kesalahan medis yang mungkin pernah dilakukan dokter juga harus jadi bahan pertimbangan Anda.

Jangan sungkan untuk bertanya pada keluarga, kerabat, serta teman-teman Anda yang mungkin pernah atau sedang berkonsultasi ke dokter spesialis kanker. Biasanya, saran dan dukungan pemilihan dokter dari mulut ke mulut lebih baik hasilnya daripada menebak-nebak sendiri.

Pada prinsipnya, memilih dokter spesialis kanker tak berbeda jauh dengan memilih jodoh. Sebagai pasien, Anda harus selektif memilih mana dokter yang paling sesuai dengan karakter serta kepuasan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca