Tak Perlu Berkumur Setelah Menyikat Gigi: 5 Fakta Kebersihan Gigi yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin merasa sudah tahu semuanya tentang kebersihan gigi. Apalagi setelah menyikat gigi dua kali sehari, memang apa lagi yang harus dilakukan? Ternyata ada banyak fakta tentang gigi dan kebersihannya yang mungkin belum Anda tahu. Simak pembahasannya berikut ini

5 fakta tentang kebersihan gigi

1. Sikat gigi bukan alat pembersih utama gigi

Mungkin selama ini Anda mengira kalau menggosok gigi adalah cara ampuh untuk meluluh lantahkan plak dan kotoran yang menyempil di gigi. Tapi sayangnya, fakta tentang gigi ini tidak benar demikian. Lapisan email yang terdapat plak pada gigi, sebetulnya disebabkan oleh bakteri dari kandungan gula pada makanan. Bakteri yang menempel akan menghasilkan asam melalui enamel gigi Anda.

Dan tahukah Anda, kalau hanya air liur yang bisa membersihkan serta mentralisir asam pada gigi? Ya, menyikat gigi bukanlah cara utama untuk membersihkan gigi Anda. Faktanya, air liur pada mulut berguna untuk membantu membilas asam serta menetralisir proses pengasaman tersebut.

Air liur juga memiliki efek baik untuk melawan bahaya gula pada gigi. Terlebih jika Anda mengalami kekeringan pada mulut, yang mana artinya memproduksi air liur sedikit dan menandakanan adanya salah satu bahaya yang dapat mengancam kebersihan gigi. Tipsnya, sering-seringlah mengonsumsi air mineral guna memiliki air liur yang cukup.

2. Kebiasaan ngemil bisa merusak gigi

Bahan pada camilan yang Anda makan biasanya mengandung karbohidrat dan gula dalam jumlah yang banyak. Sayangnya,  karbohidrat dan gula akan menghasilkan asam pada lapisan gigi paling luar. Nah, kebiasaan ngemil inilah yang secara tidak sadar bisa membuat gigi berlubang dalam waktu yang singkat

Pasalnya, membersihkan gula di mulut biasanya memakan waktu sekitar 20 menit. Selama 20 menit itu pula bakteri pada gigi sangat aktif untuk mengubah gula menjadi asam. Setelahnya, asam bisa dinetralkan oleh air liur. Tetapi kalau Anda terus menerus memakan camilan, gigi tidak dapat menetralisasi asam di mulut. Dan akhirnya, plak yang terbuat dari asam akan menyebabkan demineralisasi gigi (larutnya lapisan gigi).

3. Kandungan fluoride pada pasta gigi tidak selalu berdampak baik untuk kesehatan

Katanya, fluoride (senyawa kimia yang membuat bahan pasta gigi) dianggap bisa membuat gigi lebih kuat dan putih bersinar. Padahal nyatanya tidak demikian. Kebanyakan fluoride dalam tubuh, terutama gigi, malah bisa merusak kesehatan dan kekuatan tulang gigi. Selain itu, bila Anda tidak sengaja suka menelan pasta gigi, senyawa fluoride bisa meracuni tubuh. Kadar fluoride yang terlalu tinggi jelas mampu mengacaukan fungsi organ penting dan bahkan merusak kelenjar tiroid Anda.

4. Habis gosok gigi, sebetulnya tidak perlu berkumur

Fakta tentang gigi yang satu ini, berbanding terbalik dengan kebiasaan Anda sehari-hari. Biasanya sehabis menyikat gigi dengan pasta gigi, Anda langsung berkumur untuk membersihkan sisa-sisa busa di mulut. Dr. Howard Pollick, seorang dokter gigi dari American Dental Association, menyarankan kalau bisa setelah gosok gigi tidak usah berkumur.

Mengapa? Kandungan fluoride pada pasta gigi guna memperkuat lapisan gigi, akan bekerja lebih baik kalau tidak dibilas. Fluoride akan menempel pada gigi dalam hitungan 20-30 menit setelah Anda menggunakannya ke gigi.

Tapi tidak jarang hal ini akan menimbulkan rasa jorok atau jijik jika Anda tidak berkumur. Disarankan untuk menggunakan pasta gigi berbentuk gel ata melakukan varnish (menambahkan fluoride) pada gigi Anda yang mana hanya bisa dilakukan oleh dokter dan ahli.

5. Kesehatan seluruh tubuh Anda bisa dicerminkan dari kesehatan gigi

Menurut survei, 1 dari 7 orang dewasa yang berusia 35 sampai 44 tahun menderita penyakit gusi. Masalahnya, kerusakan gigi dan infeksi lain di mulut sering dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Kesehatan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Orang yang memiliki masalah penyakit dengan gusinya, lebih rentan memiliki risiko tinggi untuk penyakit lain. Bahkan ibu hamil yang bermasalah dengan gusinya, juga berisiko mengalami kelahiran prematur. Itulah makanya, ada hubungan penting antara kesehatan rongga mulut dengan kesehatan tubuh lainnya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit