Fluorosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu fluorosis?

Fluorosis adalah kondisi yang mempengaruhi tampilan gigi, namun bukan penyakit. Pada kebanyakan kasus, fluorosis tampak seperti garis tipis putih pada enamel gigi dan tidak mempengaruhi fungsi atau kesehatan gigi.

Pada banyak kasus, efek fluorosis sangat ringan dan hanya ahli profesional saja yang dapat menyadari kondisi ini saat pemeriksaan. Fluorosis enamel hanya terjadi saat gigi terbentuk di bawah gusi. Begitu gigi keluar menembus gusi, gigi tidak dapat mengalami fluorosis lagi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fluorosis?

Gejala dari fluorosis berkisar dari bintik atau goresan putih yang tidak terlihat hingga noda cokelat tua dan enamel yang kasar, berlubang, dan sulit dibersihkan. Gigi yang tidak terpengaruh oleh fluorosis bertekstur halus dan mengkilap, serta berwarna putih krem pucat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati fluorosis?

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda harus:

1. Hindari kafein

Jika Anda memiliki masalah dengan noda gigi, mulai kurangi konsumsi teh hitam, kopi, anggur merah dan soda berwarna gelap. Kandungan kafein yang tinggi pada produk-produk ini dapat menyebabkan diskolorasi.

Beberapa orang mengira bahwa jika Anda mengonsumsi minuman tersebut dengan sedotan, Anda tidak akan mengalami dental fluorosis, namun hal ini tidak benar. Cairan tetap memiliki kontak dengan gigi begitu masuk ke mulut, sehingga menyebabkan noda. Anda dapat mengganti produk tersebut dengan teh hijau, kopi bebas kafein, anggur putih dan soda berwarna muda.

2. Hindari fluor

Pastikan untuk berhenti minum air dengan kandungan fluor yang tinggi. Anda dapat memilih air botolan atau memasang filter pada kran Anda. Selain itu, jangan gunakan pasta gigi dengan kandungan fluor. Piilihlah makanan organik untuk mengurangi makanan olahan yang dapat dibuat dengan air dengan fluor.

3. Baking soda

Baking soda tidak hanya digunakan untuk memasak kue saja, namun juga dapat digunakan untuk memutihkan gigi. Anda dapat membeli pasta gigi dengan kandungan baking soda atau membuatnya sendiri.

Jika Anda ingin membuatnya sendiri, campurkan 1 sendok teh pasta gigi non-fluor dengan 1 sendok teh baking soda, oleskan pada sikat gigi dan sikatlah gigi seperti biasa. Cara lainnya adalah dengan menuang 1 sendok makan jus lemon dengan 1 sendok makan baking soda. Campuran ini akan menghasilkan pasta, oleskan pada pasta gigi untuk membersihkan gigi.

Ada beberapa kasus di mana gigi menjadi memutih dengan signifikan. Ulangi hingga hasil yang diinginkan terjadi.

4. Hidrogen peroksida 3%

Anda dapat menggunakan 2 sendok teh hidrogen peroksida 3% dan 2 sendok teh air, campurkan pada cangkir. Kumur selama tidak lebih dari 1 menit. Larutan akan berbusa. Buang larutan dan bilas dengan air. Ulangi proses ini setiap hari hingga kondisi membaik. Pastikan peroksida 3% untuk antisipasi konsumsi yang tidak disengaja.

5. Asupan makanan

Buah dan sayuran tertentu sangat baik untuk gigi Anda. Beberapa buah yang baik untuk gigi adalah wortel, seledri dan apel. Buah-buahan tersebut kaya akan vitamin C yang membunuh bakteri dan menghasilkan lebih banyak air liur untuk membantu mengangkat plak.

Beberapa makanan yang perlu dihindari adalah makanan asam seperti saus tomat, acar, cuka dan jeruk. Kecap juga telah terbukti dapat menyebabkan diskolorasi gigi.

Informasi tambahan:

Apabila anak Anda menelan pasta gigi atau meminum air saat menyikat gigi, hal ini dapat menjadi penyebab dari paparan fluor yang berlebih. Awasi mereka saat sikat gigi untuk memastikan mereka melakukannya dengan benar.

Jika Anda memiliki fluorosis gigi ringan, Anda dapat menggunakan pengobatan rumahan di atas untuk mencegah memburuknya kerusakan dan memutihkan gigi. Apabila Anda memiliki fluorosis gigi yang parah, Anda dapat tetap mencoba rekomendasi di atas, namun Anda mungkin akan memerlukan bantuan lebih lanjut dari dokter gigi.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Hubungi dokter gigi apabila Anda melihat gigi anak Anda memiliki goresan atau bintik putih, atau jika Anda melihat adanya gigi yang diskolorasi.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fluorosis?

Pengawasan dari orang tua adalah kunci untuk mencegah fluorosis.

Apabila air berasal dari sistem publik, dokter atau dokter gigi – serta petugas air lokal atau departemen kesehatan – dapat memberi tahu Anda seberapa banyak kandungan fluor dalam air. Jika Anda mengonsumsi air dari sumur atau air botolan, departemen kesehatan atau laboratorium lokal dapat menganalisis kandungan fluor.

Begitu Anda mengetahui seberapa banyak fluor yang dikonsumsi anak dari air minum dan sumber lain speerti jus buah dan minuman ringan, Anda dapat bekerja sama dengan dokter gigi untuk memutuskan apakah anak Anda memerlukan suplemen fluor.

Di rumah, simpan seluruh produk yang mengandung fluor seperti pasta gigi, obat kumur dan suplemen dari jangkauan anak-anak. Apabila anak menelan jumlah fluor yang besar dalam waktu singkat, dapat terjadi:

  • Mual
  • Diare
  • Muntah
  • Sakit perut

Walau tingkat toksisitas fluor biasanya tidak memiliki konsekuensi serius, fluor mengirim ratusan anak ke unit gawat darurat setiap tahunnya.

Penting juga untuk mengawasi penggunaan pasta gigi fluor pada anak. Oleskan pasta gigi seukuran kacang polong pada sikat gigi anak. Ukuran tersebut cukup untuk perlindungan fluor. Selain itu, ajari anak untuk membuang pasta gigi setelah menyikat gigi dan tidak menelannya. Untuk itu, hindari pasta gigi dengan rasa yang mungkin akan ditelan oleh anak.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Memiliki gigi tonggos kadang membuat kita merasa kurang percaya diri. Apakah kondisi ini dapat diperbaiki?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 27 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gigi anak yang sehat seharusnya tampak lebih putih daripada gigi orang dewasa. Lalu, apa penyebab gigi anak hitam? Bagaimana cara mengobati dan mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berkumur dengan air garam

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit