Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Demam mungkin sering terjadi pada banyak penyakit. Mulai dari kondisi yang ringan, seperti flu hingga penyakit yang benar-benar membutuhkan bantuan dan perawatan dokter segera. Untuk mencegah sekaligus membantu Anda membedakan gejala demam biasa dengan gejala demam yang disebabkan kondisi lain yang berbahaya. Simak ulasannya berikut ini.

Sebenarnya, apa itu demam?

Demam terjadi ketika suhu tubuh lebih tinggi atau berada tidak pada tingkat normal seperti biasanya. Mengalami demam, menandakan bahwa tubuh sedang bekerja aktif melawan peradangan dari infeksi.

Gejalanya biasanya disertai dengan tubuh berkeringat, kelemahan, sakit kepala, dan nafsu makan berkurang. Biasanya demam terjadi karena flu, tapi ada banyak penyakit yang berbahaya yang juga menyebabkan kondisi ini terjadi.

Demam biasa biasanya akan hilang dalam beberapa hari, baik tanpa atau menggunakan obat-obatan. Namun untuk demam yang terjadi akibat adanya penyakit tertentu, harus membutuhkan penanganan dokter segera. Kemungkinan pasien juga harus menjalani rawat inap.

Gejala demam yang perlu Anda waspadai

Tidak semua gejala demam disebabkan penyakit ringan, seperti flu. Ada gejala demam yang perlu Anda wasapadai, seperti:

1. Demam tinggi mendadak

Berbeda dengan biasa, demam tinggi mendadak terjadi disebabkan oleh penyakit demam berdarah (DBD).

Hal yang membedakan demam DBD dengan dengan demam biasa adalah demam ini dapat mencapai 40 derajat celcius. Gejala demam ini sangat tinggi dibanding demam biasa. Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Demam biasa akan disertai gejala batuk dan pilek, sementara demam berdarah tidak demikian. Demam DBD bisa terjadi selama dua atau tujuh hari dengan diikuti gejala lain, seperti:

  • sakit kepala parah diikuti sakit pada bagian belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi yang parah dan kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Muncul ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam
  • Perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, gusi berdarah, atau mudah memar)

Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera. Sebab, akan terjadi komplikasi pada getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah atau bahkan kematian.

2. Demam yang hilang timbul

Sekilas gejala demam akibat malaria, mirip seperti flu. Namun, demam malaria biasanya ditandai dengan kedinginan (menggigil) hingga suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius dan berkeringat.

kena demam berdarah dan tipes sekaligus

Gejala demam yang muncul biasanya hilang timbul (paroksimal). Terkadang pasien merasa sehat kemudian akan demam lagi dalam rentan waktu yang cepat. Tergantung dengan jenis parasit yang menyerang, kambuhnya demam bisa terjadi sekitar 8 hingga 10 jam, 48 jam, atau 72 jam.

Gejala malaria selain demam paroksimal adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tubuh menggigil dan kedinginan
  • Tubuh berkeringat
  • Mual dan muntah

Bila tidak segera diobati, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, gagal ginjal, anemia, dan edema paru.

3. Demam dengan nyeri sendi parah

Kondisi ini disebut dengan chikungunya dan disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sama dengan demam berdarah. Bukan hanya demam biasa tapi juga disertai nyeri pada sendi yang parah.

Nyeri yang terjadi pada sendi sangat melemahkan, biasanya akan berlangsung selama beberapa hari atau juga berminggu-minggu seiring berkembangnya virus di dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Ruam pada sendi yang terasa nyeri

Dikutip dari World Health Organization, sebagian besar pasien sembuh sepenuhnya, tetapi dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Walau jarang terjadi kasus komplikasi, penyakit ini bisa menyerang mata, saraf dan jantung, serta keluhan gangguan pencernaan. Komplikasi serius tidak umum, tetapi pada orang tua, penyakit dapat meningkatkan risiko kematian. 

Penting untuk memahami berbagai gejala demam yang terjadi. Sebab bila terjadi karena adanya penyakit yang sifatnya tertentu, mendapatkan penanganan dan perawatan dari dokter lebih cepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan juga memudahkan pengobatan yang dilakukan.

Jika muncul gejala-gejala yang disebutkan seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
vitamin untuk mencegah demam berdarah
Nutrisi, Hidup Sehat 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Tubuh lemas setelah pasien DBD menjalani pengobatan, ini wajar adanya. Untuk memulihkan tubuh kembali seperti semula, ada hal yang perlu diperhatikan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 7 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Meski pernah mengalami DBD, seseorang tetap rentan mengalami DBD berulang, akibat dari tipe virus penyebab DBD yang berbeda dan tidak melakukan pencegahan.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Tips Sehat 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
kejang demam pada anak

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mengatasi demam pada anak

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit