Jangan Disepelekan, Ada Berbagai Efek Samping Cuci Darah (Hemodialisis) yang Mungkin Terjadi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hemodialisis, atau yang lebih dikenal sebagai cuci darah adalah salah satu terapi untuk pasien gagal ginjal akut atau kronik. Namun ternyata, ada berbagai efek samping cuci darah yang mengintai para pasiennya. Apa saja, ya?

Bagaimana proses cuci darah berlangsung?

Sesuai dengan namanya, cuci darah atau hemodialisis adalah proses membersihkan darah dari limbah dan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Normalnya, organ ginjal bertugas untuk menyaring darah di dalam tubuh. Sayangnya, terkadang ginjal tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sehingga beberapa orang mau tidak mau harus menjalani prosedur cuci darah.

Dalam hal ini, darah pada tubuh akan disaring oleh sebuah alat buatan dengan cara kerja yang mirip seperti ginjal. Darah yang telah bersih kemudian akan dikembalikan lagi ke dalam tubuh.

Perawatan cuci darah biasanya dilakukan di rumah sakit, dengan kurun waktu kurang lebih 3-5 jam selama 3 kali seminggu. Meski begitu, jadwal melakukan prosedur ini bisa berlangsung lebih lama, lebih cepat, atau lebih sering tergantung dari kondisi kesehatan pasien gagal ginjal.

cuci darah

Perhatikan, berikut beragam efek samping cuci darah

Ada berbagai efek samping cuci darah yang mungkin Anda alami, yakni:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi), merupakan satu dari beberapa efek samping yang sering terjadi karena melakukan cuci darah.
  • Gangguan tidur, kerap dialami ketika sering melakukan cuci darah. Kondisi ini bisa berupa sleep apnea, insomnia, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), merasa tidak nyaman, dan tidak nyenyak saat tidur.
  • Anemia, terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah (eritrosit). Hal ini disebabkan oleh hilangnya kemampuan ginjal dalam memproduksi hormon erythropoietin, guna menghasilkan sel darah merah.
  • Kadar kalium tinggi (hiperkalemia), di dalam darah. Kadar kalium yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi gangguan irama jantung, gangguan pencernaan, dan sebagainya.
  • Sendi terasa kaku dan nyeri, karena kristal asam urat di dalam darah mengendap pada sendi. Sebagian besar kasus ini biasanya muncul jika Anda sudah menjalani cuci darah selama lebih dari 5 tahun.

Selain itu, efek samping cuci darah juga bisa menimbulkan gatal pada kulit, peradangan pada selaput jantung atau perikarditis, sepsis, detak jantung tidak teratur, depresi, hingga detak jantung berhenti secara tiba-tiba.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca