Jangan Disepelekan, Ada Berbagai Efek Samping Cuci Darah (Hemodialisis) yang Mungkin Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Hemodialisis, atau yang lebih dikenal sebagai cuci darah adalah salah satu terapi untuk pasien gagal ginjal akut atau kronik. Namun ternyata, ada berbagai efek samping cuci darah yang mengintai para pasiennya. Apa saja, ya?

Bagaimana proses cuci darah berlangsung?

Sesuai dengan namanya, cuci darah atau hemodialisis adalah proses membersihkan darah dari limbah dan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Normalnya, organ ginjal bertugas untuk menyaring darah di dalam tubuh. Sayangnya, terkadang ginjal tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sehingga beberapa orang mau tidak mau harus menjalani prosedur cuci darah.

Dalam hal ini, darah pada tubuh akan disaring oleh sebuah alat buatan dengan cara kerja yang mirip seperti ginjal. Darah yang telah bersih kemudian akan dikembalikan lagi ke dalam tubuh.

Perawatan cuci darah biasanya dilakukan di rumah sakit, dengan kurun waktu kurang lebih 3-5 jam selama 3 kali seminggu. Meski begitu, jadwal melakukan prosedur ini bisa berlangsung lebih lama, lebih cepat, atau lebih sering tergantung dari kondisi kesehatan pasien gagal ginjal.

cuci darah

Perhatikan, berikut beragam efek samping cuci darah

Ada berbagai efek samping cuci darah yang mungkin Anda alami, yakni:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi), merupakan satu dari beberapa efek samping yang sering terjadi karena melakukan cuci darah.
  • Gangguan tidur, kerap dialami ketika sering melakukan cuci darah. Kondisi ini bisa berupa sleep apnea, insomnia, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), merasa tidak nyaman, dan tidak nyenyak saat tidur.
  • Anemia, terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah (eritrosit). Hal ini disebabkan oleh hilangnya kemampuan ginjal dalam memproduksi hormon erythropoietin, guna menghasilkan sel darah merah.
  • Kadar kalium tinggi (hiperkalemia), di dalam darah. Kadar kalium yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi gangguan irama jantung, gangguan pencernaan, dan sebagainya.
  • Sendi terasa kaku dan nyeri, karena kristal asam urat di dalam darah mengendap pada sendi. Sebagian besar kasus ini biasanya muncul jika Anda sudah menjalani cuci darah selama lebih dari 5 tahun.

Selain itu, efek samping cuci darah juga bisa menimbulkan gatal pada kulit, peradangan pada selaput jantung atau perikarditis, sepsis, detak jantung tidak teratur, depresi, hingga detak jantung berhenti secara tiba-tiba.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Hemodialisis dan CAPD adalah dua metode pencucian darah yang sering digunakan untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, manakah yang lebih baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ada berbagai efek samping yang bisa ditimbulkan dari cuci darah (hemodialisis). Jika tubuh demam dan menggigil saat cuci darah, bagaimana mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Tips Merawat Anggota Keluarga yang Rutin Cuci Darah

Setiap pasien cuci darah memerlukan perawatan khusus sehingga mereka amat bergantung pada anggota keluarganya. Inilah yang perlu Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Sebaiknya Berobat ke Mana Jika Anda Perlu Cuci Darah?

Cuci darah diperlukan oleh pasien dengan ginjal yang tidak lagi bisa berfungsi secara normal. Namun, tahukah Anda harus ke dokter apa untuk cuci darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

Komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
efek samping buah kurma

Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020