5 Kemungkinan Penyebab Perut Mual Setelah Makan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/02/2018
Bagikan sekarang

Makan adalah aktivitas yang mungkin Anda tunggu-tunggu. Selain bikin kenyang, makan juga bisa memperbaiki mood. Namun, makan jadi aktivitas yang menyebalkan kalau setelah makan bukannya kenyang, justru mual yang didapat. Perut mual juga sering kali disertai oleh pusing, perut kembung, sakit perut, dan perasaan tidak enak badan lainnya.

Mual setelah makan bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena stres, keracunan makanan, masalah pencernaan, sakit maag, atau kondisi medis lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai kemungkinan mengapa perut mual setelah makan.

Penyebab perut mual setelah makan

1. Alergi makanan

Setiap orang memiliki alergi pada jenis makanan yang berbeda-beda. Ada yang alergi kacang, telur, kerang, udang, dan lain-lain. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang memicu alergi, sistem kekebalan tubuh Anda akan melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Zat kimia tersebutlah yang akan menghasilkan gejala alergi berupa gatal-gatal, mulut atau bibir bengkak, dan perut mual.

2. Keracunan makanan

Mengonsumi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit dapat membat Anda sakit. Hal ini terjadi jika makanan yang Anda konsumsi tidak ditangani secara benar, mulai dari proses pemilihan bahan makanan, proses memasak, dan penyajian.

Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah mengonsumsi makanan yang engandung kuman atau mikroba, dan umumnya akan ditandai dengan rasa mual, diare, kram perut, nyeri setelah makan.

3. Tukak lambung

Jika Anda selalu mual setelah makan, ini bisa jadi karena iritasi yang disebabkan oleh tukak lambung. Gejala tukak lambung yang umum lainnya adalah perut mual dan kembung setelah makan, sensasi terbakar di daerah perut, dan sakit perut (yang kemudian sering dianggap sebagai penyakit maag).

4. Kehamilan

Salah satu tanda paling awal bahwa Anda hamil adalah perasaan tidak nyaman dan mual, yang sering terjadi pada bulan kedua kehamilan Anda. Sebuah penelitian tentang penyebab muntah dan mual pada kehamilan menemukan bahwa perubahan kadar hormon pada wanita hamil dapat dikaitkan dengan munculnya perasaan mual dan muntah setelah makan. Bahkan terkadang bau atau rasa makanan tertentu sudah cukup membuat ibu hamil merasa mual.

Kabar baiknya adalah perasaan mual tersebut hanya sementara dan tidak membahayakan Anda dan bayi.

5. Stres dan cemas berlebihan

Stres tidak hanya memengaruhi emosi, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik Anda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell and Tissue Research menemukan bahwa tekanan psikologis dapat berdampak buruk pada fungsi beragam organ pencernaan Anda. Karena itu, stres dan kecemasan bisa mambuat perut mual setiap Anda selesai makan.

Kapan harus ke dokter?

Anda tidak perlu khawatir jika hanya sekali perut mual setelah Anda makan. Namun, Anda perlu menghubungi dokter jika rasa mual setelah makan terjadi terus-menerus, dan disertai oleh gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada.
  • Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Dehidrasi dengan gejala kulit dan mulut kering, pusing, lemas, tidak buang air kecil, urine berwarna gelap, serta detak jantung meningkat.
  • Demam lebih dari 30 derajat Celsius.
  • Sakit perut yang tak tertahankan.
  • Detak jantung cepat.
  • Muntah parah.
  • Terdapat darah dalam muntah, ditandai dengan muntah berwarna merah segar atau hitam seperti aspal/ petis.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020