Anda pasti tahu kalau manusia harus minum banyak air putih dalam sehari. Akan tetapi, banyak minum bisa bikin Anda sering buang air kecil. Nah, memangnya dalam sehari berapa kali buang air kecil yang normal?

Seperti yang kita tahu, tubuh kita sebagian besarnya terdiri atas air. Tubuh kita punya kemampuan untuk mengatur keseimbangan cairan pada tubuh kita. Tubuh menagatur banyaknya air yang harus keluar untuk menciptakan keseimbangan ini.

Jika Anda merasa haus, maka Anda membutuhkan cairan. Ini biasa disebut dehidrasi. Anda perlu mengisi cairan kembali, misalnya dengan minum air putih.

Sebaliknya, jika cairan Anda cukup, tubuh akan membuang kelebihan cairan tersebut. Salah satunya adalah melalui urine atau air kencing Anda.

Hal apa saja yang bisa bikin Anda lebih sering buang air kecil?

Menurut situs kesehatan Medical News Today, normalnya manusia akan buang air kecil sebanyak enam hingga tujuh kali dalam 24 jam. Namun, pada beberapa orang dengan kondisi tertentu, angka ini bisa saja lebih atau kurang. Misalnya pada anak-anak yang punya ukuran kantung kemih lebih kecil, maka mereka akan buang air kecil lebih sering daripada orang dewasa.

Makanan atau minuman yang Anda makan juga memengaruhi seberapa sering buang air kecil. Jika Anda minum minuman beralkohol, teh, atau kopi yang mengandung kafein, Anda juga pasti jadi sering buang air kecil.

Obat-obatan yang Anda minum juga bisa menentukan. Misalnya ketika Anda minum obat darah tinggi golongan diuretik, Anda akan memiliki keinginan untuk buang air lebih tinggi.

Lima kondisi kesehatan yang menyebabkan Anda sering buang air kecil

Seperti yang Anda tahu sebelumnya, berapa kali buang air kecil ditentukan oleh kondisi tubuh. Urine mengandung air, urea, asam, hingga racun dan zat-zat sisa yang telah disaring oleh tubuh untuk dibuang.

Beberapa organ dibutuhkan dalam proses ini. Ginjal memainkan salah satu peran yang paling penting untuk menyaring sel darah, menyaring protein, dan sebagainya. Setelah itu, urine akan melewati uretra untuk menuju kantung kemih. Kantung kemih akan menampung urine untuk sementara sampai mencapai titik penuh hingga akhirnya harus segera dikeluarkan melalui ureter.

Anda bisa membayangkan jika satu atau dua organ ada kelainan, maka jumlah urine yang Anda keluarkan serta berapa kali buang air kecil pun akan berbeda. Berikut penjelasan soal penyebab Anda sering atau jarang buang air kecil. 

  • Infeksi saluran kemih. Ketika saluran kemih atau kantung kemih Anda mengalami infeksi, Anda akan sering ingin buang air kecil. Bahkan, kadang-kadang ini disertai dengan rasa sakit. Pasalnya, kantung kemih yang terinfeksi tidak bisa bekerja secara maksimal dalam menampung urine dalam jumlah banyak. 
  • Diabetes. Bagi Anda penderita diabetes, Anda akan sering buang air kecil. Ini sering kali terjadi karena penderita diabetes memiliki dorongan minum yang tinggi akibat tingginya gula darah. Karena banyak minum, maka tubuh berusaha mengeluarkan cairan yang berlebih. Namun, terkadang saat menyaring darah untuk membuat urin, gula ikut tersaring dan menarik air lebih banyak.
  • Gangguan kelenjar prostat. Bagi orang dengan gangguan kelenjar prostat, Anda akan merasa sulit untuk buang air kecil walaupun rasa ingin buang air sering muncul. Hal ini terjadi karena pembengkakan prostat dapat menekan uretra sehingga menutup aliran urine.
  • Kandung kemih overaktif (overactive bladder). Ketika Anda menderita overactive bladder (OAB), Anda akan merasaan desakan tiba-tiba untuk membuang urine. Ini disebabkan karena kandung kemih yang bekonstraksi tidak normal. Ini akan meningkatkan seberapa sering buang air kecil dalam sehari. 
  • Hamil. Biasanya kehamilan membuat wanita lebih sering buang air kecil. Pasalnya, rahim yang membesar karena pertumbuhan bayi dalam kandungan bisa menekan kantung kemih. Karena itu, kantung kemih jadi lebih sempit sehingga Anda harus lebih sering ke toilet.

Apakah saya harus ke dokter jika jumlah buang air kecil saya tidak normal?

Memang benar bahwa berapa kali buang air kecil ditentukan oleh kondisi tubuh Anda. Namun, Anda tidak perlu takut dan tergesa-gesa untuk ke dokter jika belum muncul gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Rasa sakit atau tidak nyaman ketika buang air kecil.
  • Warna urin yang berbeda, bahkan disertai dengan darah.
  • Kehilangan kemampuan untuk mengontrol kantung kemih (inkontinensia urine). 
  • Meningkatnya rasa lapar hingga rasa haus secara signifikan.
  • Demam atau menggigil.
  • Rasa sakit pada punggung bagian bawah atau samping.

Jika Anda mendapatkan satu atau lebih gejala di atas, Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca