8 Penyebab Kepala Pusing yang Disertai Mual

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pusing adalah nyeri yang terjadi di kepala bagian atas dan depan. Pusing membuat kepala terasa pening, berputar, berkunang dan kadang disertai sensasi tubuh terasa ringan dan goyah. Sementara itu, mual adalah dorongan untuk mengeluarkan isi perut melalui mulut (muntah). Nah, pernahkah Anda merasakan pusing dan mual bersamaan?

Penyebab pusing dan mual muncul bersaman

Pusing bisa disebabkan oleh banyak hal berbeda. Begitu juga dengan mual. Sensasi ingin muntah bisa menunjukkan masalah kesehatan yang beragam.

Seringnya, dua keluhan ini muncul di waktu berbeda. Namun, sistem saraf di otak dan sistem saraf di pencernaan banyak yang saling terhubung erat satu sama lain. Maka jika pusing dan mual muncul bersamaan, kemungkinan besar penyebabnya adalah:

1. Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala hebat yang terasa berdenyut parah atau berupa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Serangan migrain biasanya berlangsung lama, bisa hingga berjam-jam, dan mungkin berulang sampai tiga hari. Migrain biasanya hanya menyerang salah satu bagian kepala.

Sensasi pusing hebat dan mual merupakan gejala migrain yang umum muncul. Namun, mual juga dapat terjadi sebelum migrain menyerang. Dua gejala ini muncul karena migrain tergolong sebagai gangguan saraf (neurologis).

Serangan migrain menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat otak sehingga lantas mengacaukan pengiriman sinyal ke sistem pencernaan. Alhasil saat sedang migrain, Anda juga akan merasakan mual di saat yang bersamaan.

2. Mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dapat terjadi ketika Anda bepergian dengan mobil, pesawat, kapal laut, ataupun kereta. Selama perjalanan, pernahkah Anda merasakan pusing dan mual secara bersamaan?

Kondisi ini terjadi karena lalu lintas alur sinyal dalam tubuh bercampur acak-acakan. Di waktu yang bersamaan otak mengirim sinyal ke mata dan telinga, tapi juga sekaligus mendapat sinyal kiriman dari keduanya.

Saat naik mobil, naik pesawat, naik kereta, atau bahkan naik kapal laut, mata Anda menangkap pergerakan dari jalur yang dilewati. Anda bisa menyadari bahwa kendaraan bergerak melaju ke depan, namun di sisi lain Anda juga melihat pemandangan di luar kendaraan justru mundur ke belakang, tapi posisi kepala dan tubuh Anda tetap diam. Sementara itu, tekanan telinga akan berjalan ke depan mengikuti mata.

Otak Anda pun mendapatkan sinyal-sinyal yang bercampur aduk dan mengartikannya sebagai tanda bahaya. Thalamus, bagian otak yang menerima sinyal aneh ini, akan mencari tahu apa yang salah dengan tubuh Anda dengan memunculkan reaksi-reaksi negatif.

Akibatnya Anda merasa pusing dan mual, serta kesulitan mempertahankan keseimbangan. Gejala lain yang dapat muncul antara lain kulit pucat, berkeringat, sakit kepala, hingga muntah.

3. Perubahan hormon

Wanita sering mengalami pusing dan mual berbarengan karena perubahan hormon dalam tubuhnya. Umumnya keluhan ini terjadi menjelang menstruasi (PMS), saat masuk usia menopause, selama menggunakan kontrasepsi hormonal, atau menjalani terapi penggantian hormon (HRT).

Kehamilan juga menjadi salah satu penyebab pusing dan mual pada wanita karena perubahan hormon tubuh. Peningkatan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) di awal kehamilan dapat membuat wanita mengalami morning sickness, yang ditandai dengan rasa pusing dan mual di pagi hari.

Seiring berjalannya waktu, kadar hormon HCG akan menurun sehingga rasa pusing dan mual akan berkurang di akhir kehamilan.

4. Infeksi pencernaan

Infeksi di pencernaan seperti muntaber dapat menyebabkan Anda merasa pusing dan mual. Dua gejala ini muncul karena kuman penyebab penyakit (entah virus, bakteri, atau parasit) merusak saluran pencernaan hingga membuatnya meradang. Sementara sistem imun bekerja melawan infeksi, peradangan yang dihasilkannya bisa menyebabkan mual.

Mual dan muntah parah secara terus-menerus pada akhirnya dapat menimbulkan pusing karena tubuh mengalami dehidrasi.

Penyakit ini biasanya bersifat ringan, tapi juga dapat berakibat fatal pada anak-anak, lansia, dan orang-orang yang mudah mengalami dehidrasi akibat muntah.

Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan untuk menghindari dehidrasi yang lebih berat.

5. Masalah psikologis

Luapan emosi yang berlebihan dan rasa gugup sebelum melakukan suatu hal juga dapat menyebabkan pusing dan mual. Misalnya gugup sebelum masuk ruang wawancara kerja, gugup mau sidang ujian akhir, atau deg-degan sebelum kencan pertama. Pusing serta mual yang Anda rasakan baru akan berkurang begitu pemicunya hilang.

Selain itu, pusing dan mual dapat menjadi gejala dari berbagai masalah psikologis, seperti stres, gangguan cemas, atau serangan panik.

Saat cemas, otak akan bekerja ekstra keras untuk memecahkan masalah dan juga menenangkan perasaan Anda. Kondisi otak yang sedang kacau kemudian dapat menyebabkan sinyal saraf pusat salah mengirimkan pesan ke seluruh tubuh. Alhasil saat Anda merasa cemas, gugup, atau panik, Anda juga bisa merasakan sakit perut, pusing, dan mual di saat yang bersamaan.

Beberapa orang dengan gangguan makan, depresi, atau fobia yang kuat juga mungkin pusing dan muntah ketika mengalami situasi tertentu yang memicunya.

6. Peradangan telinga bagian tengah

Telinga bagian tengah berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Infeksi dan cedera dapat mengganggu fungsi telinga bagian tengah sehingga menimbulkan gejala berupa pusing. Beberapa orang bahkan mengalami mual dan muntah karena rasa pusing berlangsung lama dan parah.

7. Vertigo

Vertigo adalah sakit kepala hebat yang membuat penderitanya merasa seolah melayang atau berputar-putar (kliyengan) sehingga kehilangan keseimbangan. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan untuk sekadar bangkit berdiri atau bahkan berjalan.

Penyebabnya adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Masalah dengan telinga bagian dalam, termasuk infeksi dan cedera fisik, dapat menyebabkan pusing atau vertigo.

Saat Anda menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu otak di mana tepatnya posisi kepala Anda lalu mengirimkan sinyal untuk menjaga keseimbangan. Namun, jika bagian dalam telinga bermasalah, maka kepala Anda akan terasa sakit dan pusing.

Sensasi pusing berputar dan mual bisa muncul di saat yang bersamaan akibatnya. Ini karena Anda merasakan keseimbangan Anda terganggu, seperti layaknya ketika mabuk darat, mabuk laut, atau ketika Anda naik roller coaster. Ketika terasa berputar, otomatis Anda merasa mual karena tubuh merasa posisinya tidak stabil atau tidak seimbang. Gangguan telinga bagian dalam tersebut juga menyebabkan gangguan pendengaran lainnya seperti gangguan pendengaran unilateral.

8. Diabetes

Tubuh penderita diabetes tidak mampu menguraikan glukosa dengan baik sehingga kadar gula darahnya tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi ataupun rendah dapat menyebabkan gejala berupa pusing dan mual.

Beberapa orang juga berisiko mengalami gejala diabetes parah yang disebut ketoasidosis. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan akhirnya membakar lemak.

Proses metabolisme lemak menghasilkan zat sisa berupa keton. Keton membuat darah bersifat asam dan menimbulkan gejala berupa:

  • Sakit perut
  • Rasa haus parah dan sering buang air kecil
  • Kulit kering
  • Kebingungan dan sulit berkonsentrasi
  • Napas dan urine berbau seperti buah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda sering mengalami pusing dan mua di waktu yang bersamaan, Anda harus hindari pemicunya.

Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter jika keluhan pusing dan mual yang dialami mulai mengganggu kegiatan sehari-hari. Di luar itu, konsultasikan juga ke dokter apabila gejala baru Anda rasakan sebentar tapi terasa sangat berat dan disertai gejala-gejala tambahan berikut:

  • Leher kaku dan mengalami demam
  • Perubahan cara bicara atau tiba-tiba menjadi cadel
  • Muntah lebih dari 3x dalam 24 jam dengan jumlah besar
  • Tidak buang air kecil selama 8 jam atau lebih

Dokter biasanya akan memberikan obat sesuai dengan penyebabnya. Contohnya jika pusing dan mual disebabkan migrain, mungkin Anda bisa diberi paracetamol atau ibuprofen.

Dokter juga dapat menganjurkan hal apa saja yang harus dihindari dan bagaimana penanganan utamanya. Misalnya, menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol, serta mengusahakan tidur yang cukup untuk mengurangi kekambuhan pusing dan mual.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca