Sering Mimisan Tiba-Tiba? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Keluar darah dari hidung atau yang disebut dengan mimisan pasti membuat Anda panik. Apalagi jika mimisan tiba-tiba saja terjadi tanpa diketahui penyebabnya. Kondisi yang dalam istilah medis disebut dengan epistaksis ini dapat terjadi pada semua usia dari anak-anak hingga orangtua. Penyebab mimisan sangat beragam, maka dari itu obat mimisan dan perawatannya juga berbeda-beda tergantung pada asal kemunculannya.

Meskipun tidak selalu menandakan kondisi kesehatan yang berbahaya tetapi perdarahan hidung pada anak dan juga orang dewasa perlu perawatan baik dari dokter maupun secara alami. Berikut ulasan selengkapnya.

Apa itu mimisan?

Hidung termasuk salah satu bagian tubuh yang mengandung banyak pembuluh darah kecil yang mudah pecah. Saat pembuluh darah pecah, maka hidung akan mengeluarkan darah. Jadi, keluar darah dari hidung terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di dalam hidung. Namun, biasanya kondisi ini hanya terjadi di satu lubang hidung saja.

Jika perdarahan cukup berat, darah dapat mengisi lubang hidung di sisi yang terkena dan meluap menuju nasofaring (daerah di belakang rongga hidung dan di bagian atas belakang tenggorokan). Darah juga dapat menetes ke tenggorokan atau turun ke perut, sehingga menyebabkan seseorang meludah atau bahkan muntah darah.

Hidung berdarah termasuk gejala yang cukup umum terjadi di semua kalangan usia. Namun, umumnya anak-anak mengalami kemungkinan perdarahan ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.

Pada sebagian orang perdarahan akan berhenti hanya dengan menekan hidung tetapi pada sebagian lainnya membutuhkan perawatan medis lebih lanjut. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak menyepelekannya jika hal ini terjadi pada Anda maupun si kecil.

Jenis-jenis mimisan

Sebelum mencari tahu penyebab mimisan, berikut berbagai jenis perdarahan hidung yang perlu Anda ketahui:

kanker yang menyebabkan mimisan

Perdarahan pada hidung dapat menjadi dramatis dan menakutkan, untungnya sebagian besar kondisi ini tidak serius dan dapat ditangani dengan cukup mudah. Mimisan dibagi menjadi dua jenis, tergantung dari asal perdarahannya, yaitu:

1. Mimisan anterior

Mimisan anterior merupakan perdarahan yang berasal dari pembuluh darah di bagian paling depan hidung yang menyebabkan lebih dari 90% kasus epistaksis. Jenis ini adalah yang paling mudah ditangani, baik dengan perawatan dokter atau hanya dengan perawatan rumahan.

2. Mimisan posterior

Jenis yang satu ini termasuk yang kurang umum dibandingkan dengan mimisan anterior. Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia. Perdarahan berasal dari arteri di bagian belakang hidung. Sehingga lebih sulit ditangani sendiri dan biasanya membutuhkan penanganan dokter THT.

Berbagai faktor penyebab mimisan

mencabut bulu hidung berbahaya

Penyebab umum mimisan tiba-tiba

Penyebab mimisan sangat bervariasi. Antara satu orang dengan orang lainnya mungkin diakibatkan oleh penyebab yang berbeda. Berikut ini beberapa hal umum yang bisa menyebabkan hidung berdarah, di antaranya:

Masalah kesehatan tertentu

Penyebab mimisan yang pertama ialah karena masalah kesehatan tertentu. Jika Anda mengalami mimisan tiba-tiba tanpa Anda sadari penyebabnya, hal ini kemungkinan sebagai akibat dari penyakit hati, ginjal, atau konsumsi alkohol berlebih.

Kondisi ini bisa juga disebabkan karena masalah kesehatan lainnya yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah. Hipertensi dan gagal jantung kongestif misalnya dapat menyebabkan mimisan tiba-tiba. Bahkan pilek dan alergi juga bisa mengakibatkan mimisan tiba-tiba akibat lapisan hidung yang mengalami iritasi.

Udara yang kering

Selain karena masalah kesehatan, penyebab mimisan paling umum lainnya yaitu karena udara yang kering. Biasanya kondisi ini akan lebih sering terjadi pada iklim dingin ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis.

Perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin ke dalam rumah yang hangat dan kering juga akan membuat hidung lebih rentan terhadap perdarahan.

Tak hanya di iklim yang dingin, mimisan tiba-tiba juga dapat terjadi di iklim panas dan kering dengan kelembapan rendah atau ketika ada perubahan musim. Berbagai kondisi ini dapat menyebabkan lapisan hidung kering hingga retak dan berdarah.

Penggunaan obat pengencer darah

Berbagai obat pengencer darah, seperti aspirin, Coumadin atau Jantoven (warfarin), obat anti-platelet Plavix (clopidogrel bisulfate), dan obat anti-inflamasi nonsteroid ternyata dapat membuat Anda mengalami mimisan tiba-tiba.

Penyebab mimisan yang satu ini karena obat pengencer darah akan mengubah kemampuan darah untuk menggumpal dan juga membeku. Akibatnya, perdarahan di hidung tidak dapat terhindarkan dan sulit dihentikan.

Biasanya obat ini digunakan untuk orang-orang yang memiliki kondisi jantung fibrilasi atrium atau detak jantung tidak teratur yang membantu mencegah pembekuan darah. Pasalnya, penggumpalan darah justru dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Sayangnya, efek pembekuan ini juga meningkatkan risiko perdarahan.

Cedera pada hidung

Cedera yang tidak disengaja pada hidung dapat  membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak hingga akhirnya berdarah. Penyebab mimisan yang satu ini sering terjadi pada anak saat menggaruk dan mengorek hidung mereka. Namun, pada orang dewasa kebiasaan menggaruk hidung yang gatal juga bisa membuat hidung terluka. Sehingga tanpa disadari hidung akan berdarah.

Perubahan hormon selama kehamilan

Mimisan tiba-tiba saat hamil bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Biasanya penyebab mimisan tiba-tiba saat hamil ialah karena adanya perubahan hormonal.

Tingginya kadar hormon saat hamil meningkatkan aliran darah estrogen dan progesteron pada semua selaput lendir di dalam tubuh termasuk pada hidung. Selaput ini kemudian akan membengkak dan melebar hingga menekan pembuluh darah di dalamnya. Akibatnya, pembuluh darah bisa pecah dan membuat hidung berdarah saat hamil.

Penyebab mimisan pada anak

Tidak jauh berbeda dengan penyebab hidung berdarah secara umum, mimisan pada anak juga disebabkan oleh berbagai hal seperti udara kering kering dan juga masalah kesehatan tertentu. Namun secara garis besar, ada beberapa penyebab lain yang membuat mimisan pada anak seperti:

Memasukkan benda asing ke lubang hidung

Anak-anak diliputi oleh rasa keingintahuan yang cukup besar. Apalagi di usia balita, biasanya anak belum bisa membedakan mana yang benar-benar boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Tak jarang anak memiliki rasa penasaran terhadap benda-benda yang ada disekelilingnya dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya. Misalnya, memasukkan benda tumpul ke dalam hidung yang bisa menyebabkan luka hingga menyebabkan mimisan pada anak.

Selain itu, sebagian besar anak-anak juga memiliki kebiasaan mengorek lubang hidung tanpa tahu bahayanya jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Apalagi jika kuku si kecil dalam keadaan panjang maka semakin meningkatkan luka yang mengakibatkan mimisan pada anak. Akibatnya, selaput hidung bisa terluka hingga akhirnya membuat mimisan pada anak.

Kelelahan

Saat buah hati Anda terlalu lelah akibat aktivitas tertentu, mimisan pada anak bisa saja terjadi. Penyebab mimisan pada anak yang satu ini perlu diwaspadai karena rentan dilatarbelakangi oleh masalah kesehatan tertentu.

Ketika anak mengalami kelelahan, biasanya pembuluh darah akan mudah tegang hingga akhirnya pecah dan menimbulkan mimisan tiba-tiba. Usahakan untuk memeriksakan ke dokter jika anak sering mengalami perdarahan hidung akibat kelelahan.

Kapan harus meminta pertolongan medis?

masuk IGD

Anda harus segera menghubungi dokter jika:

  • Terjadi cukup sering dan berulang kali dalam waktu yang berdekatan.
  • Anda mengalami perdarahan tambahan dari tempat-tempat lain selain hidung, seperti dalam urin atau feses.
  • Mudah mengalami memar.
  • Saat sedang berada dalam pengaruh obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin (Coumadin).
  • Memiliki penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah, seperti penyakit hati, ginjal, atau hemofilia (ketidakmampuan darah untuk membeku).
  • Baru saja menjalani kemoterapi.
  • Masih mengalami perdarahan setelah menjepit hidung selama 10 menit.
  • Merasa pusing atau seperti ingin pingsan.
  • Memiliki detak jantung yang cepat atau mengalami kesulitan bernapas.
  • Mengalami batuk atau muntah darah.
  • Mengalami demam lebih dari 38,5°C.

Cara mengatasi perdarahan pada hidung

mimisan saat hamil

Berikut ini berbagai cara mengatasi hidung berdarah mulai dari perawatan dokter hingga obat mimisan alami serta perawatan rumahannya.

Perawatan mimisan dari dokter

Jika Anda mengalami perdarahan hidung terus menerus dan berkonsultasi dengan dokter, maka dokter akan mengecek kondisi hidung untuk menentukan asal perdarahan.

Pada dasarnya, langkah perawatan yang diambil tergantung pada penyebabnya. Dokter akan menggunakan obat mimisan oles untuk membius lapisan hidung dan menyempitkan pembuluh darah. Selain itu, dokter biasanya akan membersihkan gumpalan dan kerak dari dalam hidung Anda.

Berbagai perawatan lainnya juga bisa dilakukan seperti:

  • Kauterisasi, yaitu teknik menghentikan perdarahan dengan menggunakan perak nitrat atau energi panas (elektrokauter) dengan membakar pembuluh darah dengan aliran listrik atau panas.
  • Nasal packing, yaitu penempatan strip kain kasa ke dalam rongga hidung untuk menekan sumber perdarahan.
  • Obat-obatan sesuai kondisi. Misalnya memberikan obat untuk mengendalikan tekanan darah dan mengurangi atau menghentikan penggunaan obat pengencer darah.
  • Pembedahan dan perbaikan dalam hidung jika diperlukan.

Obat mimisan alami

kompres es dingin
Sumber: Health Ambition

Selain berbagai perawatan dari dokter, ada berbagai macam obat mimisan alami yang bisa Anda temukan di rumah seperti:

Es batu

Obat mimisan alami yang pertama ialah es batu. Es batu dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dengan menyempitkan pembuluh darah pada hidung. Anda bisa mengambil beberapa bongkah es batu dan lapisi dengan kain atau handuk yang lembut.

Usahakan untuk tidak menempelkan es batu langsung pada hidung karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Kemudian, kompres bagian luar hidung dengan obat mimisan alami ini selama beberapa menit hingga perdarahan mereda.

Bawang merah

Selain es batu, bawang merah juga bisa menjadi obat mimisan alami yang bisa Anda temukan di rumah. Adanya senyawa belerang yang terdapat dalam bawang merah bisa membantu membekukan darah secara alami.

Tak hanya itu, bawang merah juga kaya akan vitamin C dan bioflavonoid yang berfungsi untuk memperkuat pembuluh darah kapiler. Dengan begitu, bawang merah mampu menghentikan perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah.

Untuk mendapatkan manfaat pengobatan dari bawang merah, Anda perlu memotong bawang tipis-tipis dan menempelkannya di bawah hidung. Hirup aromanya selama beberapa menit untuk membantu meredakan perdarahan.

Air garam

Obat mimisan alami yang ketiga ialah air garam. Air garam dapat digunakan untuk membantu meredakan perdarahan akibat udara dingin dan kering.

Air ini membantu melembapkan lapisan dalam hidung dan mengurangi iritasi pada selaputnya. Garam juga mampu mempersempit aliran pembuluh darah di hidung hingga akhirnya perdarahan akan terhenti.

Caranya, larutkan garam dalam segelas air hangat. Kemudian, ambil kapas dan basahi dengan air garam. Teteskan air gas secukupnya dari kapas melalui lubang hidung secara perlahan dengan sedikit mendongakkan kepala.

Perasan lemon

Lemon termasuk salah satu buah yang memiliki kadar keasaman yang cukup tinggi dan bisa dijadikan sebagai obat mimisan. Hal ini bermanfaat untuk menghentikan perdarahan.

Selain itu, kandungan vitamin C di dalam lemon juga sangat bagus untuk memperkuat pembuluh darah yang rusak di hidung. Mengobati perdarahan pada hidung dengan menggunakan lemon dapat dilakukan dengan meneteskan air perasan lemon ke rongga dalam hidung.

Perawatan rumahan untuk hidung berdarah

Saat hidung mengalami perdarahan, jangan panik. Selain obat mimisan dari dokter, Anda bisa melakukan berbagai langkah penanganan secara mandiri di rumah, termasuk bisa dilakukan untuk mengatasi mimisan pada anak. Berikut berbagai langkah-langkahnya:

  1. Jepit seluruh bagian hidung yang mengeluarkan darah menggunakan ibu jari dan telunjuk.
  2. Tekan dengan kuat ke arah wajah dengan membawanya mengikuti tulang pada wajah Anda.
  3. Bersandar ke depan dengan sedikit menundukkan kepala. Jika Anda memiringkan kepala ke belakang, darah dapat mengalir kembali ke tenggorokan dan dapat menyebabkan Anda tersedak atau menghirup darah.
  4. Tahan hidung selama setidaknya lima menit.
  5. Ulangi seperlunya hingga perdarahan pada hidung berhenti.
  6. Duduk dengan tenang, jaga kepala Anda untuk lebih tinggi dari jantung.
  7. Gunakan salah satu dari berbagai pilihan obat alami untuk meredakan perdarahan.

Berbagai cara mencegah mimisan

benda yang tak boleh dipinjamkan

Untuk mencegah perdarahan pada hidung, Anda perlu melakukan berbagai langkah seperti:

  • Menjaga lapisan hidung tetap lembap dan lembut dengan mengoleskan tipis-tipis petroleum jelly atau salep antibiotik dengan kapas tiga kali sehari. Umumnya produk yang digunakan seperti Bacitracin, A dan D Ointment, Eucerin, Polysporin, dan Vaseline.
  • Rutin memotong kuku si kecil untuk mencegah mimisan pada anak.
  • Mencegah udara kering dengan melembapkan udara menggunakan humidifier.
  • Menggunakan semprotan hidung saline untuk melembapkan membran hidung yang kering.
  • Berhenti merokok karena rokok dapat mengeringkan hidung sehingga meningkatkan risiko perdarahan.

Nutrisi penting untuk mencegah mimisan

vitamin c dan zinc

Selain menggunakan langkah-langkah di atas, ada berbagai zat gizi yang ternyata dapat mencegah mimisan. Berikut berbagai nutrisi yang bisa Anda konsumsi sehari-hari untuk mencegah perdarahan pada hidung, yaitu:

1. Suplemen multi-vitamin dan mineral, dan formula anak

Mengonsumsi vitamin E, vitamin A, vitamin C, tembaga, mangan, selenium, dan seng sangat membantu mengobati dan mencegah perdarahan pada hidung serta kesehatan tubuh keseluruhan.

Pola makan anak yang sangat buruk yang mengakibatkan perdarahan di hidung dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, usahakan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral anak dari makanan maupun suplemen.

Namun, jika Anda hendak memilihkan suplemen yang pas, mintalah bantuan dokter untuk menentukannya sesuai kondisi tubuh anak.

2. Bioflavonoid

Bioflavonoid adalah antioksidan alami dan perusak radikal bebas. Senyawa satu ini dapat membantu mencegah kerusakan jaringan. Jika Anda kekurangan asupan bioflavonoid, maka hal ini dapat meningkatkan kerentanan Anda pada risiko perdarahan hidung serta masalah kesehatan lainnya.

3. Vitamin C

Vitamin C bekerja dengan bioflavonoid sebagai antioksidan untuk mempromosikan penyembuhan dalam tubuh manusia. Kekurangan vitamin C dalam diet akan meningkatkan risiko perdarahan hidung.

Selain itu, vitamin C juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Sistem kekebalan tubuh yang sehat dan kuat membuat anak tidak mudah terkena infeksi penyakit yang bisa menjadi salah satu penyebab perdarahan pada hidung.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca