backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan
Konten

4 Penyebab Mata Bengkak pada Anak dan Cara Menyembuhkannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 10/01/2024

4 Penyebab Mata Bengkak pada Anak dan Cara Menyembuhkannya

Pernahkah Anda melihat mata bengkak pada anak? Kondisi ini tentu membuat Anda sebagai orangtuanya merasa khawatir. Apalagi, si Kecil mungkin merasa terganggu karena kondisi mata tidak seperti biasanya.

Terlebih lagi, mata bengkak biasanya datang bersamaan dengan rasa gatal dan kemerahan yang bisa membuat penglihatan si Kecil tidak nyaman. Sebenarnya, kenapa kondisi ini bisa terjadi dan bagaimana menyembuhkannya? 

Apa penyebab mata bengkak pada anak?

advertisement iconIklan

cara mengatasi mabuk perjalanan pada anak

Sebenarnya, kondisi yang sangat normal bila mata dan wajah anak bengkak saat pagi hari atau baru bangun tidur.

Hal itu bisa terjadi karena salah posisi tidur sehingga wajah tertekan bantal. Meski begitu, mata bengkak pada si Kecil bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Berikut ini penyebab mata bengkak pada anak yang perlu orangtua perhatikan.

1. Reaksi alergi

Mengutip dari NHS, penyebab paling umum dari mata bengkak pada si Kecil adalah karena reaksi alergi.

Anak-anak rentan mengalami alergi karena masih sangat sensitif terhadap bahan yang memicu iritasi.

Ambil contoh, asap rokok, bulu hewan, debu, serbuk sari, atau makanan dan minuman adalah bahan yang bisa menimbulkan iritasi.

Saat mata anak terkena bahan-bahan yang memicu iritasi tersebut, kelopak mata akan membengkak dan kemerahan.

Reaksi alergi pada anak biasanya tidak hanya berupa mata bengkak. Umumnya, mata bengkak karena gejala alergi juga bersamaan dengan hidung gatal, berair, batuk, dan bersin-bersin.

2. Bintitan

Ibu dan ayah pernah melihat benjolan di ujung kelopak mata atau bagian bawah mata anak? Ini adalah bintitan. Namun, kondisi itu bukan karena anak suka mengintip, ya, Bu.

Mengutip dari Kids Health, penyebab bintitan adalah penumpukan bakteri yang menyebabkan infeksi kelenjar minyak pada bagian ujung kelopak mata dekat bulu mata. 

Bintitan terjadi karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Biasanya, bintitan akan membesar dalam 1—2 hari, kemudian menyusut dan hilang dengan sendirinya.

Tak perlu khawatir, bintitan bukan penyakit menular karena sifatnya sama seperti jerawat.

Jadi, tidak perlu takut menatap mata anak yang sedang mengalami bintitan karena Anda tidak akan tertular penyakit ini.

3. Terkena gigitan serangga

Penyebab mata bengkak pada anak berikutnya adalah gigitan serangga, seperti nyamuk atau terkena ulat bulu. 

Biasanya, pembengkakan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi hanya gatal yang sangat mengganggu. 

Rasa gatal ini bisa reda dengan sendirinya. Jika ibu melihat anak merasa tidak nyaman, cukup kompres memakai handuk yang direndam air dingin.

4. Kalazion

Meski mirip, kalazion dan bintitan adalah dua kondisi yang berbeda. Kalazion adalah benjolan di kelopak mata yang tidak menimbulkan rasa sakit.

Mengutip dari American Optometric Association, benjolan ini terbentuk karena kelenjar minyak tersumbat, bukan karena infeksi. 

Benjolan di mata ini biasanya berwarna merah, terasa lunak, dan menjadi penyebab mata bengkak pada anak.

Kelenjar minyak yang tersumbat ini terjadi karena kebersihan mata yang kurang baik. 

Saat kelenjar minyak tersumbat ini akhirnya pecah, anak berisiko mengalami peradangan di area mata.

Cara tepat mengatasi mata bengkak pada anak

adenoidektomi

advertisement iconIklan

Saat ibu dan ayah melihat mata si Kecil bengkak, pasti merasa khawatir. Namun, ibu dan ayah perlu tetap tenang agar anak juga tidak ikut panik. 

Ada beberapa perawatan rumahan untuk mengobati dan mengatasi mata bengkak pada anak, berikut cara yang bisa dicoba. 

1. Membersihkan mata anak

Saat mata anak bengkak, hal pertama yang perlu ibu lakukan adalah membersihkannya dengan air hangat.

Usapkan handuk hangat ke bagian mata yang bengkak. Air hangat membantu minyak yang menyumbat kelenjar kelopak mata menjadi lebih lunak. 

Letakkan handuk hangat di atas mata selama beberapa menit, lalu ulangi sebanyak 3—4 kali sehari.

2. Usap mata pakai larutan sampo

Ibu juga bisa mengobati mata bengkak pada anak dengan sampo bayi yang sudah diencerkan.

Caranya bisa dilakukan dengan merendam kapas ke dalam air larutan sampo, kemudian usapkan pada bagian mata yang bengkak.

Ibu dan ayah bisa menjadikannya sebagai kegiatan atau rutinitas saat mandi.

3. Hindari berbagi handuk

Pastikan anak memakai handuknya sendiri setelah selesai mandi.

Berbagi handuk dengan anggota keluarga lain, termasuk adik dan kakaknya, bisa meningkatkan penularan infeksi. 

Ajarkan anak untuk tidak menyentuh mata terlalu sering karena tangan bisa menyebarkan bakteri ke anggota tubuh lain.

Apakah mata bengkak pada anak berbahaya?

Sebagian besar kasus mata bengkak pada anak tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan sederhana. Namun, ada situasi di mana mata bengkak pada anak dapat menandakan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit infeksi yang memerlukan perawatan medis.

Kondisi yang membuat ibu perlu membawa anak ke dokter

lergi susu sapi pada bayi

advertisement iconIklan

Ibu perlu membawa anak ke dokter bila kondisi mata tidak membaik atau semakin parah dalam waktu 5 hari.

Beberapa kondisi yang membuat ibu perlu ke dokter yaitu:

  • luka pada mata yang bengkak,
  • pembengkakan melebar ke bagian luar mata,
  • nyeri pada bola mata, dan
  • masalah penglihatan anak atau menjadi buram.

Nantinya, dokter akan meresepkan krim antibiotik topikal yang akan ibu oleskan pada bagian mata yang bengkak.

Selain itu, biasanya dokter mungkin meresepkan parasetamol untuk mengurangi rasa nyeri pada bagian mata yang bengkak. 

Pada kasus yang sangat jarang, dokter akan melihat apakah kondisi mata bengkak pada si Kecil terjadi karena penyakit lain.

Melihat mata bengkak pada anak memang sering membuat orangtua khawatir. Apalagi kalau anak sudah mengeluh ada rasa sakit dan tidak nyaman.

Namun, ibu dan ayah tetap perlu bersikap tenang agar anak tidak ikut khawatir dengan kondisinya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Apakah artikel ini membantu?

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 10/01/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan