Dua Penyebab Utama Kista Muncul di Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker. Kista termasuk salah satu benjolan pada payudara yang biasanya bukan cikal bakal kanker. Lantas jika bukan kanker, apa penyebab munculnya kista pada payudara?

Penyebab kista payudara

kista payudara

Payudara wanita tersusun atas kelenjar penghasil susu (lobulus) dan saluran atau tabung yang membawa susu ke puting. Kelenjar susu ini dikelilingi oleh jaringan pendukung yang berserat dan berlemak. Jaringan inilah yang kemudian memberikan ukuran dan bentuk pada payudara.

Ketika kelenjar susu penuh dengan cairan, kista bisa terbentuk. Kista biasanya muncul secara alami seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita. Perubahan ini muncul karena kadar hormon yang berubah terutama estrogen.

Selama siklus menstruasi, perubahan hormon estrogen memicu produksi cairan di payudara. Jadi, akumulasi cairan berlebih di dalam payudara inilah yang kemudian menjadi penyebab kista.

Dalam banyak kasus, seorang wanita bisa memiliki lebih dari satu kista dalam satu atau kedua sisi payudaranya secara bersamaan. Benjolan kista yang cukup besar biasanya akan terasa ketika payudara disentuh atau ditekan. Kista mungkin bisa terasa sakit atau nyeri saat ditekan.

Kapan kista biasa muncul di payudara?

Kista payudara bisa muncul di usia berapa pun, tapi paling sering pada wanita di atas usia 35 tahun.

Setelah wanita menginjak masa menopause, kista biasanya akan berhenti terbentuk. Ini karena kadar estrogen mulai menurun sehingga tak memicu munculnya cairan berlebih di payudara.

Akan tetapi, terapi penggantian hormon pada wanita menopause juga bisa jadi penyebab kembalinya kista payudara. Obat-obatan tersebut membuat kadar estrogen dan progesteron kembali meningkat dalam tubuh.

Faktor yang meningkatkan risiko wanita punya kista payudara

wanita usia 50 tahun

Kista payudara umum dialami semua wanita dari segala rentang usia. Namun, faktor usia dan hormon menjadi hal yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kista payudara.

Usia

Wanita di usia lebih dari 35 tahun lebih berisiko mengalami kista payudara dibandingkan dengan yang masih remaja.  Hal ini berkaitan dengan kadar hormon seks pada wanita.

Estrogen biasanya mulai menurun di usia 30 dan akan menukik lagi di usia 35. Inilah yang membuat kista payudara cenderung muncul di usia 35 tahun ke atas.

Kadar estrogen yang terlalu tinggi

Kadar hormon seks estrogen dan progesteron sangat berperan pada pembentukan kista di payudara.

Salah satu fungsi dari hormon estrogen adalah untuk mendukung pertumbuhan payudara. Kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi dalam tubuh kerap menjadi faktor penyebab munculnya kista di payudara.

Tingginya kadar estrogen dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terapi penggantian hormon, antibiotik, kontrasepsi hormonal, dan obat-obatan tertentu bisa menaikkan kadar estrogen di dalam tubuh.

Selain itu, estrogen yang terlalu tinggi juga bisa dipengaruhi oleh penyakit atau kondisi medis tertentu turunan dari keluarga. Kegemukan, penyakit hati, dan tumor ovarium termasuk masalah kesehatan yang bisa membuat kadar estrogen berlebihan.

Wanita pascamenopause yang menjalani terapi penggantian hormon juga sering mengalami kista. Oleh karena itu, dokter akan sangat berhati-hati dalam memberikan terapi penggantian hormon pascamenopause. Biasanya terapi ini hanya akan diberikan jika sangat dibutuhkan.

Konsultasi ke dokter saat punya kista payudara

cara memilih dokter internis terbaik

Kista payudara memang tak selalu menandakan masalah serius seperti kanker. Namun, Anda juga tak bisa membiarkannya begitu saja saat kista yang muncul tak kunjung hilang. Perlu dicari tahu penyebab pasti kista payudara yang Anda alami.

Pasalnya, kista termasuk benjolan payudara yang bisa memburuk kondisinya saat haid dan menghilang setelahnya. Namun, jika ternyata kista terus membesar, tak kunjung hilang, dan terasa sakit Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Jika perlu, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik payudara hingga tes tertentu. Pengurasan cairan dalam benjolan kista sering menjadi cara pengobatan lini pertama untuk menghilangkan kista.

Jika ternyata benjolan berisi padatan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi risiko kanker. Pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi mammogram, ultrasonografi payudara, hingga biopsi untuk memastikan apa benar sel kanker adalah penyebab munculnya kista di payudara Anda.

Sumber foto sampul: Medical News Today

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca