Dua Penyebab Utama Kista Muncul di Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker. Kista termasuk salah satu benjolan pada payudara yang biasanya bukan menjadi penyebab kanker. Lantas jika bukan kanker, apa penyebab munculnya kista pada payudara?

Penyebab kista payudara

kista payudara

Payudara wanita tersusun atas kelenjar penghasil susu (lobulus) dan saluran atau tabung yang membawa susu ke puting. Kelenjar susu ini dikelilingi oleh jaringan pendukung yang berserat dan berlemak. Jaringan inilah yang kemudian memberikan ukuran dan bentuk pada payudara.

Ketika kelenjar susu penuh dengan cairan, kista bisa terbentuk. Kista biasanya muncul secara alami seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita. Perubahan ini muncul karena kadar hormon yang berubah terutama estrogen.

Selama siklus menstruasi, perubahan hormon estrogen memicu produksi cairan di payudara. Jadi, akumulasi cairan berlebih di dalam payudara inilah yang kemudian menjadi penyebab kista.

Kista payudara dibedakan berdasarkan ukurannya, yaitu:

Mikrokista

Kista ini terlalu kecil untuk dirasakan, tetapi mungkin akan muncul saat tes pencitraan, seperti mammografi atau ultasound.

Makrokista

Makrokista cukup besar untuk dirasakan dan dapat bertumbuh sebesar 2,5-5 cm pada diameternya. Kista payudara yang besar dapat menekan jaringan payudara dan menjadi penyebab sakit atau rasa tidak nyaman.

Dalam banyak kasus, seorang wanita bisa memiliki lebih dari satu kista dalam satu atau kedua sisi payudaranya secara bersamaan.

Benjolan kista yang cukup besar biasanya akan terasa ketika payudara disentuh atau ditekan. Kista payudara mungkin bisa jadi penyebab munculnya rasa sakit atau nyeri saat ditekan.

Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko munculnya penyebab kanker payudara. Namun, memiliki kista dapat menjadi penyebab Anda kesulitan menyadari benjolan atau perubahan pada payudara yang perlu diperiksa oleh dokter.

Anda perlu terbiasa dengan payudara Anda sendiri agar bisa menyadari perubahan sekecil apapun.

Kapan kista biasa muncul di payudara?

Kista payudara bisa muncul di usia berapa pun, tapi paling sering pada wanita di atas usia 35 tahun.

Setelah wanita menginjak masa menopause, kista biasanya akan berhenti terbentuk. Penyebab ini adalah kadar estrogen mulai menurun sehingga memicu munculnya cairan berlebih di payudara, hingga menjadi kista.

Akan tetapi, terapi penggantian hormon pada wanita menopause juga bisa jadi penyebab kembalinya kista payudara. Obat-obatan penyebab kista payudara tersebut membuat kadar estrogen dan progesteron kembali meningkat dalam tubuh.

Faktor yang meningkatkan risiko wanita punya kista payudara

wanita usia 50 tahun

Kista payudara umum dialami semua wanita dari segala rentang usia. Namun, faktor usia dan hormon menjadi hal yang meningkatkan risiko seseorang atau menjadi penyebab terkena kista payudara.

Usia

Usia lebih dari 35 tahun dapat menjadi penyebab peningkatan risiko mengalami kista payudara dibandingkan dengan yang masih remaja.  Hal ini berkaitan dengan kadar hormon seks pada wanita.

Estrogen biasanya mulai menurun pada usia 30 dan akan menukik lagi di usia 35. Inilah yang menjadikan penyebab kista payudara cenderung muncul di usia 35 tahun ke atas.

Kadar estrogen yang terlalu tinggi

Kadar hormon seks estrogen dan progesteron sangat berperan atau dapat menjadi penyebab kista di payudara.

Salah satu fungsi dari hormon estrogen adalah untuk mendukung pertumbuhan payudara. Kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi dalam tubuh kerap menjadi faktor penyebab munculnya kista di payudara.

Tingginya kadar estrogen dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terapi penggantian hormon, antibiotik, kontrasepsi hormonal, dan obat-obatan tertentu bisa menaikkan kadar estrogen di dalam tubuh.

Selain itu, estrogen yang terlalu tinggi juga bisa dipengaruhi oleh penyakit atau kondisi medis tertentu turunan dari keluarga. Kegemukan, penyakit hati, dan tumor ovarium termasuk masalah kesehatan yang bisa membuat kadar estrogen berlebihan.

Wanita pascamenopause yang menjalani terapi penggantian hormon juga sering mengalami kista. Oleh karena itu, dokter akan sangat berhati-hati dalam memberikan terapi penggantian hormon pascamenopause. Biasanya terapi ini hanya akan diberikan jika sangat dibutuhkan.

Konsultasi ke dokter saat punya kista payudara

cara memilih dokter internis terbaik

Kista payudara memang tak selalu menandakan penyebab masalah serius, seperti kanker. Namun, Anda juga tak bisa membiarkannya begitu saja saat kista yang muncul tak kunjung hilang. Perlu dicari tahu penyebab pasti kista payudara yang Anda alami.

Pasalnya, kista termasuk benjolan payudara yang bisa memburuk kondisinya saat haid dan menghilang setelahnya. Namun, jika ternyata kista terus membesar, tak kunjung hilang, dan terasa sakit, Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Jika perlu, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik payudara hingga tes tertentu. Pengurasan cairan dalam benjolan kista sering menjadi cara pengobatan lini pertama untuk menghilangkan kista.

Jika ternyata benjolan berisi padatan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi risiko kanker. Pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi mammogram, ultrasonografi payudara, hingga biopsi untuk memastikan apa benar sel kanker adalah penyebab munculnya kista di payudara Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kista payudara?

Ketika akan mendiagnosis kista pada payudara, dokter akan menentukan apakah kista termasuk yang sederhana, kompleks, atau di antaranya (rumit). Ultrasound dapat digunakan untuk menentukan hal ini.

Kista sederhana

Kista ini mempunyai dinding yang tipis dan halus dan diisi dengan cairan. Gelombang suara yang dikirimkan tes ultrasound akan melewati kista, dan menunjukkan bahwa tidak ada area padat, Kista jenis ini selalu jinak.

Kista kompleks

Kista ini memiliki batas atau dinding yang tidak beraturan atau bergigi, tebal, dan mempunyai beberapa daerah yang padat. Area padat ini menggemakan kembali gelombang suara dari ultrasound.

Kista kompleks kadang-kadang disedot, atau dikeringkan dengan jarum halus, sehingga cairan di dalamnya dapat diuji. Jika ada darah atau sel yang tidak biasa, pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan risiko kanker payudara.

Kista rumit

Kista jenis ini berada “di antara” dua kista lainnya. Meskipun lebih mirip dengan kista sederhana, kista ini cenderung memiliki beberapa puing di dalamnya.

Kista ini tidak memiliki dinding tebal atau komponen padat yang dimiliki oleh kista kompleks.

Ingatlah banyak ahli radiologi yang menggunakan istilah “rumit” dan “kompleks” secara bergantian. Jika Anda melihat salah satu istilah, tanyakan soal informasi spesifik kista. Dikutip Breastcancer.org dari sebagian kista ini ternyata jinak.

Jika Anda memiliki kista kompleks, dokter ingin menghilangkan kemungkinan daerah padat mengandung sel kanker. Dalam kasus demikian, biopsi mungkin perlu dilakukan.

Sumber foto sampul: Medical News Today

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 28, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Yang juga perlu Anda baca