backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Apakah Penyakit Lupus Bisa Menular? Ini Faktanya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Apakah Penyakit Lupus Bisa Menular? Ini Faktanya

Sebagian orang yang mengenal penyakit lupus mungkin belum memahami kondisi yang mendasarinya. Pertanyaan yang sering ditanyakan yaitu apakah penyakit lupus menular? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti ulasan mengenai penyebab dan kemungkinan penularan penyakit lupus berikut ini.

Apakah penyakit lupus bisa menular?

Penyakit lupus tidak bisa menular, baik melalui kontak langsung, udara, ataupun hubungan seksual.

Anda tidak akan tertular penyakit lupus dari orang dengan penyakit lupus (odapus) atau sebaliknya ketika Anda mengalami lupus.

Penyebab pasti penyakit lupus belum diketahui, tapi kondisi ini bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti genetik (keturunan), kinerja hormon, dan paparan zat berbahaya dari lingkungan.

Penyakit lupus terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat. Hal ini bisa menimbulkan sejumlah gangguan pada otot, kulit, ginjal, hati, paru,paru, pembuluh darah, hingga otak.

Faktor risiko penyakit lupus

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Penyakit lupus tidak menular, tapi beberapa orang bisa lebih berisiko mengalami penyakit lupus. Berikut ini beberapa faktor risiko penyakit lupus. 

1. Perempuan berusia 15 – 44 tahun

Penyakit lupus sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Namun, penyakit ini lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. 

Mengutip Centers for Disease, Control, and Prevention, sekitar 9 dari 10 orang yang didiagnosis lupus adalah perempuan berusia antara 15 – 44 tahun. 

Hal ini diduga berkaitan dengan aktivitas hormon estrogen yang lebih banyak dihasilkan oleh wanita.

Hormon estrogen bersifat meningkatkan kekebalan tubuh sementara penyakit lupus sendiri terjadi saat sistem imun keliru menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

2. Kelompok etnis tertentu

Meski tidak menular dan dapat dialami siapa saja, ras dan etnis tertentu berisiko lebih tinggi mengalami penyakit lupus.

Kelompok tersebut adalah orang Afrika, orang Asia, etnis Hispanik/Latin, penduduk asli Amerika dan kepulauan Pasifik 

Belum diketahui secara pasti bagaimana kelompok tersebut lebih rentang mengalami lupus. Namun, hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik.

3. Faktor genetik

Penyakit lupus memang tidak menular, tapi bisa diwariskan atau diturunkan dari orangtua atau keluarga.

Jika orangtua atau anggota keluarga lain memiliki penyakit lupus, kemungkinan Anda juga mengalami penyakit ini.  Mengutip situ Lupus UK, peluang risikonya adalah 40 – 60 persen. 

Faktor genetik yang mempengaruhi respons sistem imun pada odapus bisa diwariskan kepada keturunanya. 

Apakah lupus bisa disembuhkan?

Gangguan sistem imun yang terjadi pada orang dengan penyakit lupus (odapus) hingga saat ini belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, perawatan yang tepat bisa mengendalikan gejala sehingga odapus bisa menjalani kehidupan yang normal.

4. Faktor lingkungan

Penyakit lupus tidak menular, tapi bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Hal ini disebutkan dalam studi yang diterbitkan oleh jurnal Current Opinion in Rheumatology.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa polusi udara, paparan sinar UV, infeksi virus tertentu, logam, dan bahan kimia lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit lupus.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor lingkungan tersebut menyebabkan gangguan sistem imun.

Gejala penyakit lupus

penyakit lupus bisa sembuh

Anda yang mengira penyakit lupus menular mungkin khawatir saat mengalami gejala yang serupa dengan odapus.

Namun, sebaiknya Anda tidak langsung menarik kesimpulan medis secara mandiri, apalagi gejala penyakit lupus mirip dengan gejala banyak penyakit lain.

Anda perlu waspada jika memiliki faktor risiko dan kerap mengalami serangkaian gejala penyakit lupus berikut ini.

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu pada wajah atau bagian tubuh lain.
  • Rambut rontok.
  • Mudah lelah.
  • Sesak napas.
  • Kejang-kejang.
  • Bengkak pada tangan, kaki, dan juga wajah.

Gejala bisa muncul dengan intensitas ringan hingga berat sampai mengganggu kegiatan sehari-hari.

Penyakit lupus yang tidak terdeteksi lama-kelamaan bisa mengarah pada anemia, osteoporosis, hingga penyakit hati dan ginjal. 

Jika Anda mengalami gejala di atas dan berlangsung lama, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan