Pemeriksaan USG biasanya dilakukan untuk memeriksakan segala macam hal yang terkait dengan kehamilan — untuk mengetahui jenis kelamin bayi, memantau kondisi bayi dalam kandungan secara keseluruhan, hingga mencari masalah pada tubuh ibu hamil yang bisa merisikokan kehamilannya. Namun, tahukah Anda bahwa USG juga digunakan untuk mendeteksi banyak masalah kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan kehamilan? Ya!

Tua, muda, laki-laki, atau perempuan bisa saja disarankan untuk menjalani pemeriksaan USG apabila dokter merasa perlu. Hal ini bertujuan untuk memastikan diagnosis penyakitnya, agar Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jadi, apa saja gangguan kesehatan dan penyakit yang bisa dideteksi lewat USG? Baca terus untuk tahu lebih lanjut.

Bagaimana cara kerja USG?

USG atau ultrasonografi (sonogram) adalah sebuah tes pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan kondisi organ-organ dalam tubuh.

Saat Anda melakukan USG, bagian tubuh yang diperiksa akan dioleskan gel, dan kemudian dokter akan menggerakkan stik pengontrol bernama transduser di atas bagian tubuh tersebut. Transduser ini akan mengirimkan gelombang suara frekuensi tinggi ke organ-organ maupun cairan tubuh yang ada di area tersebut. Gelombang suara ini kemudian akan memantul kembali berupa sinyal listrik ke mesin yang akan mengubahnya menjadi gambar. Anda bisa melihat gambar organ dalam tubuh Anda di layar monitor.

Misalnya, Anda diminta untuk USG jantung. Setelah dada Anda dioles gel khusus, stik transduser yang bergerak-gerak di atasnya akan “mengambil gambar” jantung sekaligus rangka dada Anda. Pada jaringan yang memiliki kepadatan tinggi, seperti tulang, layar USG akan menampilkan gambar berwarna putih. Sementara jaringan lunak, seperti jantung, akan dimunculkan sebagai gambaran berwarna hitam.

Masalah kesehatan apa saja yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan USG?

Selain untuk memeriksa kondisi kehamilan, pemeriksaan USG juga berfungsi untuk mendeteksi masalah kesehatan pada:

1. Sistem empedu

Segala penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan sistem empedu bisa dideteksi lewat USG.

Kantong empedu terletak di antara usus dan hati yang berfungsi menyimpan empedu dari hati sampai saatnya tiba untuk dilepaskan ke dalam usus guna membantu pencernaan. Empedu itu sendiri adalah cairan kuning kehijauan yang fungsinya mencerna lemak. Cairan empedu bisa menumpuk dan lama-lama mengkristal sehingga menimbulkan masalah kesehatan, seperti batu empedu dan kolesistitis. Masalah pada pankreas juga termasuk yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan USG sistem empedu.

2. Sistem urinasi (perkemihan)

Pemeriksaan USG dapat mendeteksi dan memberikan gambaran jelas mengenai masalah pada saluran kemih, yang dimulai dari ginjal sampai kandung kemih. Penyakit atau kondisi medis yang bisa dideteksi termasuk hidronefrosis (pembesaran ginjal), tumor ginjal, penebalan dinding saluran kemih, hingga testis yang tidak turun pada anak dan testis yang terpuntir (torsio testis).

ekokardiografi

3. Sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)

Pemeriksaan USG jantung disebut juga dengan ekokardiografi. Pemeriksaan ini khususnya menggunakan USG doppler. Doppler kebanyakan dipakai untuk mengukur laju aliran darah pada jantung dan pembuluh darah besar. Gambaran yang nantinya muncul berupa gambaran warna merah dan biru.

Dengan ekokardiografi, Anda dapat langsung melihat seberapa baik fungsi dan struktur jantung bekerja secara akurat. USG jantung dapat memberi tahu Anda bagaimana gerakan katup jantung, dinding jantung, dan sebaik apa aliran darah di bilik jantung.

Dengan alat ini Anda dapat melihat apakah fungsi jantung Anda baik, apalagi jika dilakukan setelah serangan jantung.

4. Usus buntu

Usus buntu (apendisitis) adalah peradangan pada usus buntu yang disebabkan oleh penyumbatan. Usus buntu adalah sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Usus buntu tidak memiliki fungsi tertentu, tapi ketika sumbatan tersebut pecah, radang usus buntu dapat membahayakan nyawa.

Ketika dilihat lewat pemerikaaan USG, gambaran yang akan tampil adalah usus buntu akan berukuran lebih besar dari biasanya dan terdapat penebalan dinding dari usus buntu.

5. Pembesaran kelenjar getah bening

Pemeriksaan USG dapat memberi tahu dokter seputar adanya pembengkakan kelenjar getah bening dan masalah lain yang terkait dengannya (limfadenopati, limfadenitis).

Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya lebih rentan dialami anak-anak karena sistem daya tahan tubuhnya masih berkembang. Penyebab pembengkakan antara lain radang tenggorokan, infeksi virus, infeksi telinga, infeksi gigi, infeksi bakteri, dan infeksi HIV/AIDS.

Selain untuk memeriksa kondisi kehamilan dan lima jenis masalah di atas, pemeriksaan USG juga dapat dilakukan pada tenggorokan dan vagina sesuai apa yang dibutuhkan oleh dokter unttuk diperiksa. Ukuran stik transdusernya pun bisa berbeda-beda, tergantung lokasi pemeriksaannya.

Apa efek samping pemeriksaan USG?

Pemeriksaan USG mungkin dapat menyebabkan sensasi panas sementara pada lokasi pemeriksaan saat dilakukan pencitraan. Namun USG adalah prosedur medis aman dan tidak memiliki efek samping atau komplikasi serius jangka panjang.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca