5 Salah Kaprah Tentang Penyakit Ambeien yang Perlu Anda Ketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Masyarakat luas mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit ambeien atau wasir. Namun, masalah kesehatan yang sangat umum seperti ambeien biasanya rawan dikaitkan dengan mitos yang menimbulkan salah kaprah. Agar tidak keliru dalam menanganinya, mari kupas tuntas mitos mengenai penyakit yang satu ini.

Anggapan keliru seputar penyakit ambeien

Berikut adalah berbagai anggapan seputar ambeien yang mungkin pernah Anda dengar beserta penjelasannya:

1. Ambeien disebabkan oleh makanan pedas

Ambeien disebabkan oleh tekanan pada pembuluh vena di sekitar anus. Tekanan tersebut dapat berasal dari obesitas, kehamilan, kanker usus besar, seks anal, penyakit Crohn, dan kebiasaan duduk terlalu lama.

Anggapan bahwa ambeien disebabkan oleh makanan pedas adalah mitos belaka. Meski begitu, makanan pedas memang dapat menimbulkan rasa perih jika terdapat robekan pada anus akibat ambeien yang tidak ditangani dengan baik.

2. Hanya lansia yang mengalami ambeien

asuransi kesehatan untuk lansia

Lansia memiliki risiko lebih besar terkena ambeien. Penyebabnya adalah karena seiring bertambahnya usia, jaringan penghubung antara anus dan rektum semakin melemah.

Pembuluh vena di area anus pun semakin mudah berkembang menjadi ambeien.

Namun, lansia bukanlah satu-satunya kelompok usia yang bisa terkena ambeien. Siapa pun dapat mengalami penyakit ini, tapi risikonya lebih tinggi pada orang yang:

  • sering mengejan saat buang air besar
  • sering menggunakan toilet duduk dalam waktu lama
  • sering mengangkat benda berat
  • memiliki riwayat diare atau sembelit kronis
  • jarang mengonsumsi makanan berserat

3. Ambeien pasti menandakan kanker usus besar

angka ketahanan hidup penderita kanker

Mitos lain yang masih banyak dipercaya adalah ambeien pasti menandakan kanker usus besar. Padahal, klaim ini belum terbukti benar.

Ambeien dan kanker usus besar memang menyebabkan BAB berdarah, tapi keduanya memiliki gejala lain yang berbeda.

Walau demikian, jangan abaikan BAB berdarah apabila Anda telah berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat kanker usus besar dalam keluarga.

Gejalanya yang mirip dengan ambeien terkadang membuat kanker tidak terdeteksi sejak dini.

4. Makanan tidak ada hubungannya dengan ambeien

Faktanya, pola makan rendah serat dapat menyebabkan feses mengeras dan akhirnya memicu sembelit. Feses yang keras membuat Anda lebih sering mengejan saat BAB sehingga Anda berisiko lebih besar mengalami ambeien.

Hubungan antara makanan dengan ambeien kerap dianggap sebagai mitos. Padahal, asupan serat sangatlah penting untuk mencegah ambeien. Pastikan kebutuhan serat Anda tercukupi dengan mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari.

5. Ambeien hanya bisa sembuh dengan operasi

darah menggumpal setelah operasi

Obat kortikosteroid berbentuk salep, krim, dan supositoria dapat meredakan gejala ambeien. Akan tetapi, obat-obatan ini tidak dapat menyembuhkan ambeien sehingga Anda perlu menjalani prosedur medis untuk menghilangkan benjolan pada anus.

Prosedur medis untuk menghilangkan ambeien tidak selalu berbentuk operasi atau pembedahan. Ada beberapa metode yang dapat dipilih, antara lain:

  • Rubber band ligation. Dokter mengikat bagian dasar ambeien dengan sejenis karet untuk menghentikan aliran darah hingga benjolan mengerut dan terlepas.
  • Skleroterapi. Ambeien disuntik dengan sejenis bahan kimia agar mengerut dan terlepas dengan sendirinya.
  • Menekan benjolan kembali ke dalam anus.

Mitos yang banyak beredar seputar ambeien dapat menghambat penanganan penyakit. Mulailah menerapkan berbagai langkah untuk mencegah ambeien dari sekarang, seperti makan makanan tinggi serat.

Sementara bagi Anda yang memiliki penyakit ini, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala selagi menjalani pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca