Jantung Berdebar Kencang Setelah Minum Minuman Berenergi, Normalkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda tentu akan sangat mudah menemukan minuman berenergi alias energy drink di toko-toko terdekat. Biasanya, minuman ini dijadikan andalan para pria untuk meningkatkan stamina dan mempercepat pemulihan saat tubuh terasa lelah. Namun setelah diminum, Anda mungkin sering merasakan jantung berdebar kencang alias deg-degan tiba-tiba. Lantas, apakah ini normal? Berikut penjelasannya.

Minuman berenergi bikin jantung deg-degan, apakah normal?

dampak langsung minuman energi

Kebanyakan minuman berenergi mengandung kafein, taurine, guaran, dan berbagai zat stimulan lainnya. Nah, kandungan zat-zat inilah yang membuat tubuh Anda jadi lebih segar, bertenaga, dan penuh stamina. Hal itu juga yang membuat otak jadi lebih fokus dan waspada dengan lingkungan sekitar.

Meski terlihat menguntungkan, Anda mungkin tidak sadar bahwa jenis minuman ini ternyata menyimpan banyak bahaya bagi tubuh. Terutama pada kandungan kafeinnya.

Bila dibandingkan dengan secangkir kopi, minuman energi ternyata mengandung kafein 5 kali lebih banyak. Padahal, minum secangkir kopi saja terkadang membuat jantung Anda berdebar-debar. Bayangkan jika Anda mengonsumsi 5 cangkir kopi sekaligus, efeknya tentu akan jauh lebih buruk dari itu.

Kafein dinyatakan aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, misalnya pada segelas teh atau kopi. Namun jika kandungan kafeinnya lebih dari 400 miligram (mg), maka hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Bukan cuma mengganggu sistem saraf tubuh, kebanyakan kafein juga membuat detak jantung Anda jadi tidak normal. Jantung terasa berdebar kencang dan tidak beraturan. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan aritmia.

Kenapa bisa begitu?

Prolaps Katup Mitral

Seorang ahli jantung di University of North Carolina Health Care di Amerika Serikat, Kevin R. Campbell, MD, mengungkapkan bahwa jantung yang berdebar kencang akibat minum minuman berenergi bukan sekadar sensasi deg-degan biasa. Akan tetapi jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat memicu serangan jantung, stroke, hingga mengancam jiwa.

Tidak butuh waktu lama bagi minuman energi untuk masuk ke aliran darah. Hanya dalam waktu sekitar 15-45 menit setelah mengonsumsi minuman energi, tekanan darah dan detak jantung Anda akan mulai meningkat.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal The Annals of Pharmacotherapy tahun 2009, rata-rata orang yang habis minum minuman berenergi akan mengalami peningkatan detak jantung sebanyak 5-7 denyut per menit.

Selain kafein, kandungan taurin dalam minuman berenergi juga dapat membebani kerja jantung. Taurin mengandung sulfur dan protein yang apabila menumpuk dalam tubuh, maka akan membuat ginjal kesulitan untuk menyaringnya.

Semakin banyak taurin dalam tubuh, maka akan semakin banyak kalsium yang menumpuk di jantung. Akibatnya, detak jantung Anda jadi tidak teratur dan dapat memicu serangan jantung, bahkan kematian jantung mendadak (sudden cardiac death).

Berapa batas aman minum minuman berenergi dalam sehari?

minuman energi minuman energi berbahaya

Normalnya, jantung berdetak sebanyak 60-100 kali per menit pada saat istirahat. Jika detak jantung Anda semakin cepat sampai di atas 100 kali per menit, sebaiknya hindari minum minuman berenergi untuk sementara waktu. Apalagi jika Anda punya penyakit jantung atau darah tinggi (hipertensi).

Sebelum minum minuman energi, lihat dulu kandungan kafein yang tertera pada kemasannya. Sebagian besar minuman energi mengandung 120-200 mg kafein, tapi ada juga yang mencapai 300-500 mg per kaleng.

Sayangnya, tidak semua minuman energi mencantumkan jumlah kafein pada kemasannya. Padahal, Anda harus membatasi asupan kafein sebanyak 400 mg sehari supaya aman bagi tubuh.

Sebagai solusinya, ganti minuman berenergi dengan air putih untuk mengatasi dehidrasi. Alih-alih bikin tubuh jadi segar, minuman berkafein ternyata justru membuat Anda kehilangan banyak air.

Selain mencegah dehidrasi, minum air putih juga dapat membantu membilas zat-zat toksik yang menumpuk di dalam tubuh. Maka itu, perbanyaklah minum air putih setelah olahraga supaya tubuh tetap sehat dan prima.

Bila jantung Anda berdebar kencang tidak beraturan disertai cemas berlebihan, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit