Peluang Anak Kembar Hanya Bisa Terjadi Setelah Lompat Satu Generasi, Betulkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/09/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang memiliki saudara kembar, Anda tentu punya banyak pengalaman yang seru bersamanya. Terkadang, hal ini membuat Anda jadi ingin merasakan serunya punya anak kembar. Namun, banyak orang yang bilang bahwa tidak mungkin orang kembar akan mendapatkan anak kembar juga. Katanya, Anda harus melompati satu generasi dulu baru bisa mendapatkan keturunan kembar sehingga baru ada kemungkinan cucu Anda nanti akan kembar. Apakah hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah?

Gen kembar hanya bisa diwariskan pada kasus kembar tidak identik

hamil anak kembar dari bayi tabung

Bila Anda memiliki ayah atau ibu yang kembar, maka ada kemungkinan Anda akan memiliki anak kembar. Pasalnya, tubuh Anda dapat membawa gen kembar yang diwariskan dari orangtua sehingga bukan hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti Anda akan punya anak kembar.

Memang terdapat dua jenis kembar, yaitu kembar identik dan kembar tidak identik (kembar fraternal). Nah, faktor genetik ini lebih memungkinkan untuk menghasilkan kembar tidak identik, ketimbang kembar identik.

Dikutip dari Verywell, hiperovulasi merupakan salah satu penyebab wanita memiliki anak kembar. Kasus hiperovulasi ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Hiperovulasi adalah kondisi saat wanita melepaskan lebih dari satu sel telur dalam siklus menstruasi. Kedua sel telur tersebut juga dibuahi oleh dua sel sperma yang berbeda sehingga menghasilkan kembar tidak identik.

Di sisi lain, kasus kembar identik sangat jarang disebabkan oleh faktor genetik. Kembar identik dianggap kejadian yang spontan dan terjadi secara acak. Jadi, hal ini bisa saja terjadi pada pasangan yang tidak sama sekali mempunyai keturunan kembar dalam keluarganya.

Meski begitu, sebenarnya ada beberapa jenis kembar berserta keunikannya masing-masing. Penasaran apa saja? Ini artikel tentang 7 macam anak kembar yang bisa Anda lihat.

Haruskah melompati satu generasi dulu untuk mendapatkan anak kembar?

cara hamil kembar

Hamil anak kembar bisa terjadi ketika janin membawa gen kembar dari orangtuanya, baik dari sisi ayah maupun sisi ibu. Namun, jika Anda sekarang memiliki saudara kembar, apakah nantinya ada kemungkinan Anda akan mendapatkan anak kembar juga?

Kebanyakan orang akan menjawab tidak. Pasalnya, mereka percaya bahwa Anda harus melompati satu generasi dulu untuk mendapatkan keturunan kembar. Jadi, kalau Anda sekarang kembar sebagai generasi pertama, maka gen kembar akan melompati generasi kedua, yaitu anak Anda, barulah peluangnya terjadi pada generasi ketiga, yaitu cucu Anda.

Faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang harus melompati satu generasi dulu. Jadi, hal ini hanyalah mitos. Anak kembar dapat terjadi pada setiap generasi dalam garis keluarga.

Mitos ini bermula dari anggapan yang salah soal anak kembar. Contohnya begini.

Generasi pertama: Nenek

Anda (wanita) memiliki nenek kembar. Ini artinya, nenek Anda membawa gen hiperovulasi yang diturunkan kepada anaknya. Misalnya, nenek Anda memiliki dua anak laki-laki, yaitu Adam dan Rudi.

Generasi kedua: Adam dan Rudi

Misalnya saja, Rudi adalah ayah Anda. Adam dan Rudi sama-sama membawa gen hiperovulasi yang diturunkan dari nenek Anda. Akan tetapi, karena keduanya sama-sama laki-laki, maka tidak mungkin Adam dan Rudi akan mengalami hiperovulasi.

Generasi ketiga: Anda

Anda menikah, lalu sedang merencanakan kehamilan. Nyatanya, Anda mendapatkan anak kembar, yaitu anak Anda dan saudara kembarnya yang sama-sama perempuan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini karena saat Anda masih berada di dalam kandungan, gen hiperovulasi diturunkan dari ayah Anda. Akibatnya, Anda mengalami hiperovulasi dan memungkinkan terjadinya kembar fraternal alias tidak identik, seperti yang terjadi pada Anda dan saudara Anda saat ini.

Berdasarkan gambaran tersebut, tampak jelas bahwa perputaran anak kembar terlihat melompati satu generasi. Padahal, kenyataannya tidak.

Pola ini lebih dipengaruhi oleh jenis kelamin si pewaris gen hiperovulasi, apakah laki-laki atau perempuan. Kalau saja anak Anda memiliki saudara kembar dan menghasilkan anak perempuan, maka bisa saja anak perempuannya juga akan kembar karena membawa gen hiperovulasi tadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit