4 Khasiat Minyak Safflower yang Baik Bagi Jantung Hingga Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Minyak safflower berasal alami dari biji tanaman safflower atau Carthamus tinctorius. Minyak safflower bisa dikatakan sebagai minyak serbaguna, sebab bisa dimanfaatkan untuk memasak hingga perawatan kulit. Penelitian menunjukan bahwa minyak safflower memberikan banyak manfaat kesehatan. Apa saja manfaat minyak safflower?

Berbagai manfaat safflower yang akan Anda dapatkan

1. Sumber asam lemak sehat

asam lemak rantai pendek

Manfaat minyak safflower yang paling penting adalah sebagai sumber lemak yang baik untuk tubuh. Sebab, minyak ini mengandung banyak asam lemak tidak jenuh yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi tubuh.

Asam lemak tidak jenuh yang ada dalam minyak ini adalah asam lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated) dan asam lemak tidak jenuh jamak (polyunsaturated).  Kedua asam lemak ini disinyalir memicu produksi lemak baik dalam tubuh, sehingga memperlancar aliran darah dan mengoptimalkan kerja jantung. Jadi tidak heran kalau kandungan lemak ini dikatakan sebagai lemak sehat.

Sedangkan, kandungan asam lemak jenuh, yang menjadi pemicu penyakit jantung ditemukan sangat rendah di dalam minyak ini. Bahkan, kandungan lemak jenuh dalam minyak safflower terbukti lebih rendah daripada minyak zaitun, minyak alpukat, dan minyak bunga matahari.

Selain itu, lemak yang ditemukan dalam minyak safflower sangat penting untuk mengatur kerja hormon, memori, serta melarutkan dan menyerap vitamin larut lemak yakni vitamin A,D, E, K.

2. Menjaga kadar gula darah

cek kadar gula darah

Sebuah studi review tahun 2016 menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya asam lemak tidak jenuh bisa membantu mengontrol kadar gula darah. Maka itu, menyisipkan minyak safflower dalam diet dijadikan pilihan untuk orang yang mengalami diabetes melitus tipe 2.

Suatu penelitian tahun 2011 dalam jurnal Clinical Nutrition menunjukan bahwa mengonsumsi 8 gram minyak safflower setiap hari selama 4 bulan bisa menurunkan risiko terjadinya peradangan pada pengidap diabetes tipe 2. Selain itu, terbukti juga bahwa jumlah minyak tersebut dapat mengoptimalkan kemampuan tubuh untuk mengendalikan kadar gula darah.

Dengan berkurangnya risiko peradangan, minyak ini secara tidak langsung mencegah terjadinya komplikasi pada orang dengan diabetes melitus.

3. Kolesterol rendah, kesehatan jantung semakin baik

ketahui kolesterol tinggi

Pada penelitian yang sama tahun 2011, peneliti menjelaskan bahwa selama 4 bulan mengonsumsi minyak safflower yang kaya asam lemak tidak jenuh ini, kadar kolesterol darah ikut menurun. Menurunnya kadar kolesterol darah ini tentu saja menurunkan peluang serangan penyakit jantung.

Selain itu, asam lemak tidak jenuh yang ditemukan tinggi dalam minyak safflower bisa membantu mengencerkan darah dan mengurangi kelengketan trombosit. Dengan begini, asam lemak dalam minyak safflower bisa membantu mencegah pembekuan darah yang biasanya menjadi penyebab dari serangan jantung mendadak atau stroke.

Minyak safflower juga bisa memberikan efek relaksasi terhadap pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah di dalam tubuh.

4. Membuat kulit lebih sehat dan lembap

krim malam

Manfaat minyak safflower untuk kulit juga sangat dikenal sangat baik. Mengoleskan minyak safflower membantu menenangkan dan melembabkan kulit yang kering atau yang sedang meradang. Kandungan vitamin E yang tinggi pada minyak safflower membuat kulit terasa lebih halus dan terlihat lebih lembut.

Vitamin E juga merupakan antioksidan yang baik untuk kulit. Oleh karena itu, kandungan antioksidan minyak safflower sangat penting untuk menangkal serangan radikal bebas dari paparan sinar matahari, asap rokok, dan polutan lainnya.

Minyak safflower juga bisa membantu menghilangkan jerawat dan meredakan eksim. Sebab, minyak safflower bersifat non-komedogenik (tidak menyumbat pori) dan juga memiliki efek anti peradangan. Efek anti peradangan inilah yang sangat penting untuk menangani kulit berjerawat dan eksim yang sedang mengalami peradangan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca