8 Manfaat Mengejutkan di Balik Alkohol dan Minuman Keras

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit orang yang suka minum minuman keras atau alkohol untuk melepas penat di akhir pekan. Nah, tahukah Anda bahwa ternyata minuman beralkohol juga dapat membawa beragam manfaat menguntungkan buat kesehatan tubuh? Sejumlah penelitian bahkan melaporkan minum miras dapat menuntun Anda pada umur panjang.

Manfaat minuman keras bagi kesehatan

Manfaat minuman keras untuk kesehatan berkisar dari menguatkan otak hingga menyembuhkan pilek dan masuk angin. Tentunya semua manfaat ini bisa Anda peroleh jika mengonsumsinya tetap dalam porsi wajar dan tidak sampai membuat candu.

1. Wine dan bir baik untuk jantung

Porsi wajar dari minuman keras, terutama bir dan anggur merah (red wine), dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40 persen. Temuan ini dilaporkan oleh sebuah studi tinjauan yang mengamati lebih dari 100 penelitian milik Harvard School of Public Health, dilansir dari Live Strong.

Manfaat minuman keras bagi kesehatan jantung berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri. Penyumbatan arteri itu sendiri merupakan faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Para peneliti dari Mediterranean Neurological menemukan bahwa mengonsumsi bir dalam porsi sewajarnya setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen. Sama halnya dengan mengonsumsi anggur merah (red wine).

Selain bagus untuk kesehatan jantung, minum anggur merah juga diketahui dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi pikun, meningkatkan sistem imun tubuh, dan mencegah pengeroposan tulang.

2. Bir turunkan risiko Alzheimer dan Parkinson

Bir tidak selamanya berisi kalori kosong. Berbagai studi menemukan bahwa bir mengandung thiamin dan riboflavin (dua jenis vitamin B), juga kalsium, magnesium, dan selenium yang lebih banyak daripada wine. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan untuk membuat bir, yaitu jelai atau hops (pucuk pohon cemara).

Melansir Shape, sebuah studi terbitan Journal of Agriculture and Food Chemistry melaporkan senyawa aktif dalam hops dapat melindungi Anda dari risiko Alzheimer dan penyakit Parkinson. Penelitian lain dari Tiongkok (RRC) juga menemukan bahwa hop mengandung xanthohumol yang dikenal memiliki kandungan antioksidan dan antikanker tinggi yang berfungsi memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.

3. Bir dark brew kaya zat besi

Minuman keras jenis bir dark brew alias bir hitam diketahui memiliki keunggulan nilai gizi yang mengalahkan bir biasa. Satu gelas standar (12-ons) bir dark brew mengandung kandungan zat besi 121 ppb (parts per billion) dibandingkan dengan bir biasa yang memiliki 92 ppb dan fermentasi bit non-alkohol sebanyak 63 ppb.

Zat besi berfungsi membawa oksigen lewat aliran darah dari paru ke seluruh otot tubuh dan sistem organ lainnya.  Ketika Anda kekurangan zat besi, oksigen akan mengalir lebih lambat dalam tubuh yang membuat Anda mudah merasa lelah, lesu, dan letih serta pucat.

4. Bir dan wine baik untuk kesehatan ginjal

Selain baik untuk jantung, bir dan wine yang dikonsumsi sewajarnya ternyata juga bagus untuk memelihara kesehatan ginjal.

Mengonsumsi bir dan wine pada kenyataannya menunjukkan penurunan risiko pembentukan batu ginjal hingga sekitar 41 persen. Selain itu, konsumsi rutin dari dua jenis minuman keras ini diketahui mampu menurunkan risiko kemunculan batu empedu asal sewajarnya.

Ini karena senyawa aktif dalam bir dan wine bekerja meningkatkan kolesterol baik sementara menurunkan kadar kolesterol buruk yang terkandung dalam empedu.

5. Vodka baik untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi

Vodka adalah jenis minuman keras yang memiliki kadar alkohol tinggi dan juga memiliki sifat antibakteri yang sangat baik.

Dua sifat inilah yang bisa menjadikan vodka sebagai obat kumur alternatif yang terbukti ampuh membunuh bakteri penyebab bau mulut dan kerusakan gigi. Jika Anda ingin menambahkan faktor sehatnya, Anda bisa tambahkan beberapa batang cengkeh, lembaran daun mint, atau sebatang kayu manis dalam botol “obat kumur vodka” Anda.

6. Meningkatkan fungsi otak

Kebiasaan minum miras secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak otak. Namun jika Anda pandai mengendalikan porsi dan frekuensi minum-minumnya, asupan alkohol ternyata dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif otak.

Penelitian dari Loyola University menemukan bahwa peminum miras yang mampu membatasi porsinya menunjukkan penurunan risiko kerusakan kognitif otak sebanyak 23 persen, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia, dibandingkan dengan kelompok orang non-peminum minuman keras.

Sebuah studi lain terbitan Consciousness and Cognition menunjukkan bahwa konsumsi minuman keras dalam porsi sewajarnya ditunjukkan terkait dengan kemunculan pemikiran kreatif untuk memecahkan masalah dengan waktu yang lebih cepat daripada saat tidak minum alkohol.

7. Wine mencegah flu dan masuk angin

Konsumsi minuman keras secara berlebihan dalam jangka panjang bisa merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit. Namun, jika Anda mampu mempertahankan kebiasaan minum miras dalam porsi sewajarnya dan tidak terlalu sering, daya tahan tubuh Anda justru berpotensi semakin menguat.

Teori tersebut dibuktikan oleh sebuah studi dari Oregon Health & Science University yang mengamati efek minuman keras pada kera Makaka. Kera Makaka adalah spesies primata yang memiliki rancangan sistem imun tubuh paling mirip dengan manusia.

Tim peneliti menemukan bahwa kera yang mengonsumsi wine dalam porsi wajar menunjukkan peningkatan kualitas sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, kera yang minum terlalu banyak menunjukkan kekebalan tubuh yang melemah.

8. Wine juga memelihara kesehatan mata

Segelas red wine memiliki kandungan zat besi, magnesium, potasium, dan lutein juga zeaxanthin yang lebih tinggi ketimbang white wine.

Semua senyawa ini adalah karotenoid yang bisa mengurangi risiko Anda terhadap katarak dan degenerasi makular (hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan pada tengah retina, sekaligus penyebab utama kebutaan pada usia 50 tahun ke atas).

Ingat, terlalu banyak malah berbahaya

Sebelum membuka botol minuman keras favorit Anda untuk merayakan berita baik ini, ingatlah bahwa tanggung jawab adalah kunci demi mendapatkan keseluruhan manfaatnya.

Minum bertanggung jawab artinya rata-rata satu gelas minuman keras pilihan Anda dalam satu hari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria. Di luar pedoman sehat ini, Anda justru akan membahayakan kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit