5 Efek Musik Pada Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sama sepeti suara lainnya, musik yang diterima oleh telinga akan diproses oleh otak untuk menghasilkan persepsi tertentu. Tetapi tidak hanya itu, rangkaian nada dari musik juga dapat mempengaruhi bagaimana otak bekerja dan merespon stimulus, baik dari luar maupun dalam tubuh.

Fenomena bagaimana musik dapat mempengaruhi otak manusia sudah diteliti sejak lama. Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi diperlukan gotong royong dari berbagai bagian otak untuk mengenali dan merangkai suara yang diterima saat kita mendengarkan musik.

Apa saja efek musik pada kinerja otak?

Berikut beberapa cara musik dapat mempengaruhi otak:

1. Musik memicu perkembangan otak

Saat dilahirkan, otak bayi tidak sama seperti pada otak orang dewasa. Otak akan mengalami proses diferensiasi saat masa kanak-kanak. Proses ini terjadi dengan mengenali lingkungan sekitar, terutama mengenali suara, ucapan, serta nada tertentu.

Suatu studi oleh Nina Kraus yang dimuat di website Live Science menunjukan bahwa orang yang berlatih main alat musik dapat merespon suara dan bahasa lebih baik. Mereka juga akan cenderung mengalami proses penuaan otak yang lebih lambat. Dalam studi lainnya, Kraus juga menemukan berlatih alat musik bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengar dalam suasana bising, dan mengenali aspek emosi dari suatu ucapan.

2. Membantu otak lebih berpikir kreatif

Setiap mendengarkan musik yang baru, otak kita membentuk struktur kecil yang baru berdasarkan rangkaian nada yang didengar. Proses tersebut juga membantu kira membentuk cara berpikir yang baru.

Fakta menarik lainnya adalah, jika kita rajin mengikuti tren musik atau mendengarkan musik yang baru, ini dapat meningkatkan kreativitas.

Memang banyak orang, terutama yang sudah tak muda lagi, yang lebih suka mendengarkan lagu-lagu dari masa mudanya dibanding lagu-lagu baru yang sedang tren. Lagu-lagu baru ini mungkin tidak terlalu enak didengar karena otak kita tidak terbiasa dengan rangkaian nada tersebut, tetapi rutin mendengarkan musik baru justru dapat mendorong otak untuk memahami hal baru.

3. Membantu mempelajari bahasa baru

Rangkaian nada dari musik menimbulkan respon yang mirip dengan bahasa. Baik nada maupun bahasa disimpan pada struktur otak yang berkaitan dengan proses motivasi, reward, dan emosi.

Mempelajari bahasa dari lirik lagu tertentu yang menggunakan bahasa lain selain bahasa ibu kita, akan membuat otak lebih cepat mengingat dan memprediksi struktur kalimat dan bahasa yang digunakan di lagu tersebut. Dengan cara tersebut, bahasa diproses dan diingat bersamaan dengan nada, pada bagian otak besar dan amygdalla, bukan di lobus frontal yang digunakan untuk menghapal atau mengingat.

4. Memicu distraksi

Distraksi terjadi saat otak tidak merespon suatu stimulus secara normal. Hal tersebut tentu bermanfaat jika kita ingin menghindari stimulus yang membuat kita berhenti beraktivitas, contohnya saat kita sedang berolahraga.

Saat berolahraga, stimulus yang paling sering muncul adalah rasa lelah yang dikirimkan tubuh kepada otak, yang memberi perintah untuk berhenti dan beristirahat. Dengan mendengarkan musik, otak akan lebih banyak memproses suara yang diterima, dibandingkan fokus pada rasa lelah. Tetapi cara ini mungkin hanya efektif untuk aktivitas olahraga ringan dengan gerakan berulang, serta tidak menimbulkan rasa nyeri,

Untuk menghasilkan efek distraksi yang efektif, dengarkan jenis musik yang membuat Anda termotivasi. Pilihlah musik dengan tempo sedang namun tidak terlalu cepat dan tidak terlalu berisik, dengan intensitas sekitar 145 bpm. Tempo musik sedang lebih mudah disesuaikan dengan gelombang otak, karena otak tetap dapat memproses informasi dari suara. Sedangkan jika terlalu cepat dan terlalu berisik, otak tidak dapat memproses informasi dan tidak akan membuat otak lebih termotivasi.

5. Membantu mengingat

Musik dapat memicu kerja otak dalam menggali suatu informasi yang diingat oleh seseorang. Masih belum diketahui bagaimana sebenarnya mekanisme tersebut terjadi, namun terdapat teori bahwa hal tersebut mirip dengan fenomena sinestesia di mana otak seseorang memunculkan persepsi berupa gambar dan emosi saat mendengar suatu musik atau lagu.

Berdasarkan hasil beberapa studi, para peneliti juga sepakat bahwa rangkaian nada dapat membantu pasien dengan gangguan demensia ataupan trauma otak untuk mengingat lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit