Membongkar Manfaat dan Bahaya di Balik Tradisi Menyirih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat mengunjungi kota-kota di Indonesia bagian timur atau desa-desa di pulau Jawa, jangan kaget kalau Anda disuguhi daun sirih dan biji pinang. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, menyirih sudah menjadi gaya hidup dan tradisi yang mendarah daging. Hampir semua orang di desa atau kota tertentu menyirih, anak-anak sekalipun. Maka, senyuman yang dihiasi gigi berwarna merah atau keunguan karena menyirih bukan pemandangan yang asing lagi. Saking merebaknya tradisi menyirih, para ahli mencoba mempelajari lebih jauh apa saja manfaat dan bahaya menyirih bagi kesehatan. Simak informasi berikut untuk mencari tahu pandangan medis seputar tradisi menyirih.

Mengenal tradisi menyirih di Indonesia

Menyirih adalah suatu kebiasaan yang sudah dikenal masyarakat di Asia Tenggara sejak berabad-abad lalu. Tidak diketahui kapan tepatnya para nenek moyang memulai kebiasaan ini. Untuk menyirih, masyarakat Indonesia biasanya akan menumbuk, menghancurkan,atau membelah biji pinang. Setelah itu, biji pinang akan dilinting atau dibungkus daun sirih.

Sebagai penguat rasa, kadang masyarakat menambahkan rempah-rempah, perasan jeruk, kapur, atau tembakau. Bahan-bahan tersebut akan kemudian dikunyah-kunyah dan disesap. Rasanya begitu unik, yaitu agak pedas, sepat, dan manis.  

BACA JUGA: 5 Perawatan Kecantikan Tradisional Warisan Leluhur

Manfaat menyirih

Menyirih dipercaya baik untuk menjaga kesehatan gigi dan sistem pencernaan. Ini karena mengunyah daun sirih dan biji pinang bisa memicu produksi air liur. Air liur mengandung beragam jenis protein dan mineral yang baik untuk menjaga kekuatan gigi serta mencegah penyakit gusi. Selain itu, air liur juga senantiasa membersihan gigi dan gusi dari sisa-sisa makanan atau kotoran yang menempel.

Bagi sistem pencernaan Anda, air liur berfungsi untuk mengikat dan melembutkan makanan. Dengan begitu, Anda bisa menelan dan mengirimkan makanan menuju kerongkongan, usus, dan lambung dengan lancar. Hal ini tentu membantu memudahkan kerja sistem pencernaan Anda.

BACA JUGA: 7 Fakta Mengejutkan Tentang Sistem Pencernaan Anda

Selain itu, menyirih juga diyakini sebagai sumber energi. Pasalnya, biji pinang mengandung zat psikoaktif yang sangat mirip dengan nikotin, alkohol, dan kafein. Tubuh akan memproduksi hormon adrenalin. Anda pun jadi merasa lebih segar, waspada, dan berenergi.

Bahaya menyirih

Meskipun tradisi menyirih bisa memberikan manfaat, para ahli kesehatan masyarakat mulai menyuarakan kekhawatiran terkait bahaya menyirih. Dari laporan-laporan para peneliti, diketahui bahwa menyirih ternyata berisiko menyebabkan berbagai penyakit yang tidak bisa disepelekan, misalnya kanker. Berikut adalah penjelasan bahaya menyirih bagi kesehatan.

1. Kanker mulut

Dilansir dari situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyirih berisiko tinggi menyebabkan kanker, terutama di daerah mulut. Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan International Agency for Research on Cancer di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ternyata campuran daun sirih, biji pinang, kapur, dan tembakau bersifat karsinogenik (memicu kanker). Jika dikonsumsi terlalu sering dalam jangka waktu yang panjang, Anda rentan mengalami kanker mulut, kanker esofagus (kerongkongan), kanker tenggorokankanker laring, dan kanker pipi.

BACA JUGA: Awas, Makanan Gosong Bisa Jadi Pemicu Kanker

2. Luka di rongga mulut

Mengunyah sirih pinang meningkatkan risiko Anda mengalami lesi mukosa mulut, yaitu munculnya luka (lesi) di dalam rongga mulut. Luka atau iritasi terbentuk karena campuran bahan-bahan menyirih sifatnya sangat keras bagi mulut. Apalagi kalau menyirih sudah jadi kebiasaan yang tidak bisa dihentikan. Efek buruknya pun jadi makin cepat timbul dan sulit ditangani.

Jika sudah cukup parah, kondisi ini menyebabkan mulut terasa kaku dan pada akhirnya rahang Anda akan sulit digerakkan. Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan lesi mukosa mulut. Pengobatan yang ditawarkan hanya mampu meringankan gejala yang muncul.

BACA JUGA: 10 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Bau Mulut

3. Gangguan pada janin

Belum banyak diketahui bahwa ibu hamil harus waspada terhadap bahaya menyirih. Menyirih saat hamil berisiko menyebabkan perubahan genetik pada DNA janin. Perubahan genetik akibat menyirih ini membahayakan kandungan, seperti halnya merokok bisa mengakibatkan kecacatan janin. Ibu hamil yang menyirih juga berisiko melahirkan bayi dengan berat badan di bawah normal. Oleh sebab itu, WHO dan para ahli kesehatan masyarakat menghimbau agar ibu hamil tidak menyirih.

BACA JUGA: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit