Banyak Makan Bawang Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Selain untuk menyedapkan makanan, bawang bombay dan bawang putih juga dikenal sebagai obat. Makan bawang putih mentah misalnya membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah. Tidak hanya itu, studi terbaru menunjukkan bahwa makan bawang rutin memiliki khasiat yang dapat menurunkan risiko kanker payudara. Namun, benarkah demikian? Yuk, cari tahu kebenarannya pada ulasan berikut ini.

Benarkah makan bawang bisa turunkan risiko kanker payudara?

makan bawang putih

Bawang mengandung berbagai senyawa aktif yang menyehatkan tubuh.

Senyawa pada bawang tersebut baru-baru ini diteliti khasiatnya oleh ilmuwan dari University of Puerto Rico. Studi ini mengamati hubungan antara bawang dengan penyakit kanker payudara.

Ilmuwan memilih partisipan yang tinggal di Puerto Rico karena jumlah pengidap kanker payudaranya lebih rendah dibanding wilayah lain di Amerika Serikat atau Eropa.

Alasannya, partisipan di wilayah tersebut cenderung mengonsumsi  bawang-bawangan lebih banyak, salah satunya dari masakan dengan bumbu sofrito.

Penelitian ini melibatkan 314 wanita dengan kanker payudara dan 346 wanita sehat usia 30 hingga 76 tahun.

Selama 6 tahun pengamatan, hasil studi menunjukkan wanita yang makan makanan berbumbu sofrito lebih dari sekali sehari mengalami penurunan 67% risiko kanker payudara dibanding wanita yang tidak memakannya.

Khasiat makan bawang untuk menurunkan risiko kanker payudara ini kemungkinan besar berasal dari flavonol dan organosulfur. Keduanya diketahui memiliki sifat antikarsinogenik yang bisa mencegah perkembangan sel-sel kanker.

Sayangnya studi ini masih memiliki banyak keterbatasan, di antaranya masih dilakukan dalam skala kecil.

Kemudian, penelitian ini juga belum memperkirakan banyaknya jumlah bawang yang dikonsumsi untuk mencegah kanker payudara.

Haruskah makan banyak bawang untuk cegah kanker payudara?

gatal pegang bawang putih

Berdasarkan penelitian di atas, potensi bawang untuk melindungi tubuh dari kanker payudara memang belum terbukti efektif.

Namun, tidak ada salahnya jika Anda menambahkan bawang putih atau bawang bombay pada masakan yang Anda buat.

Alasannya karena bawang putih dan bawang bombay mengandung fosfor, kalsium, kalium, vitamin C, zat besi, dan natrium yang berguna bagi tubuh.

Akan tetapi, Anda tidak perlu mengonsumsi bawang secara berlebihan dalam sekali makan.

Menurut laman Cleveland Clinic, terlalu banyak makan bawang bisa menyebabkan masalah, seperti bau mulut, bau badan, perut kembung, dan sakit perut. Jadi, konsumsi saja secukupnya secara rutin.

Menurunkan risiko kanker payudara tidak hanya makan bawang saja

makanan penyebab alergi

Makan banyak bawang putih saja mungkin tidak akan efektif menurunkan risiko kanker payudara. Terutama jika gaya hidup yang dijalani masih tidak sehat.

Untuk itu, Anda perlu mengimbanginya dengan beberapa cara, seperti:

1. Mengonsumsi makanan sehat bergizi

Tingkatkan asupan makanan bergizi lainnya, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan untuk menurunkan risiko kanker payudara.

Gunakan minyak zaitun untuk mengolah makan, ketimbang minyak sayur. Selain itu, penuhi asupan protein dari ikan segar dibanding daging olahan.

2. Mengendalikan berat badan

Selain makan bawang, menjaga berat badan juga menjadi salah satu cara menurunkan risiko kanker payudara.

Cobalah untuk mengatur jam makan jadi lebih teratur dan memastikan porsi makan tidak berlebihan. Jangan lupa untuk membakar lemak yang berlebihan dengan meningkatkan aktivitas fisik, seperti olahraga secara rutin.

3. Kurangi kebiasaan minum alkohol

Jika Anda punya kebiasaan minum alkohol, pastikan untuk tidak minum secara berlebihan. Batasi konsumsi alkohol yakni tidak lebih dari satu gelas dalam sehari. Jika Anda memilih untuk berhenti, keputusan ini akan jauh lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . 4 menit baca

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . 5 menit baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . 4 menit baca

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 menit baca
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 5 menit baca
bawang putih obat sakit gigi

Cara Menggunakan Bawang Putih sebagai Obat Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16/04/2020 . 4 menit baca