Air Kencing Berwarna Kuning Tua, Apa Artinya?

Oleh

Apakah Anda sering memperhatikan warna dan bau urin Anda? Jika tidak, sebaiknya mulai sekarang membiasakan diri untuk melihat apa warna urin Anda, karena hal tersebut bisa menjadi diagnosis awal sebuah penyakit.

Urin alias air kencing adalah produk buangan yang terdiri dari berbagai zat yang tidak diperlukan, bahkan racun bagi tubuh, yang berasal dari makanan maupun minuman yang kita konsumsi. Urin memiliki warna yang berbeda-beda tergantung dengan seberapa banyak air mineral yang dikonsumsi. Semakin banyak air mineral yang dikonsumsi, maka akan semakin jernih warna urin yang dikeluarkan tubuh. Perubahan warna urin terjadi ketika terdapat gangguan atau masalah dalam tubuh. Oleh karena itu, urin dapat menjadi indikator medis yang dapat menunjukkan status kesehatan seseorang.

1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan gejala di mana tubuh kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi dapat menimbulkan berbagai dampak seperti pusing, kehilangan fokus, kelelahan, dan urin berubah warna. Penyebab paling sering yang ditemukan pada perubahan warna pada urin menjadi warna kuning tua adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, hal ini akan meningkatkan konsentrasi pewarna urin dalam tubuh yaitu urobilini. Urobilin merupakan bilirubin yang terdapat di sistem kandung kemih dan merupakan hasil zat sisa yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah oleh hati.

2. Makanan

Tentu saja apa yang kita konsumsi akan berpengaruh pada warna, konsentrasi, serta bau dari urin yang dikeluarkan. Ini termasuk ketika Anda mengonsumsi makanan yang memiliki warna yang pekat seperti buah bit, vitamin B, beta-karoten yang dapat menimbulkan warna oranye, dan beberapa perwarna makanan. Kadar pigmen yang pekat pada makanan tidak berubah ketika melalui proses pencernaan, hal ini yang dapat menyebabkan warna pada urin berubah. Makanan seperti wortel, jus wortel, dan vitamin C dapat juga menyebabkan urin menjadi oranye.

3. Obat-obatan

Jika Anda sedang dalam pengobatan atau mengonsumsi obat dari dokter, maka jangan kaget jika urin yang dikeluarkan berwarna kuning tua. Beberapa obat seperti antibiotik, laksatif, dan anti-inflamasi dapat menyebabkan urin berwarna kuning tua, contohnya, obat yang dikonsumsi orang yang terkena penyakit infeksi saluran kemih. Selain itu, jenis obat rifampin, warfarin, dan phenazopyridine juga dapat menyebabkan warna urin menjadi kuning tua.

4. Hematuria

Hematuria adalah keadaan di mana di dalam urin terdapat darah. Jumlah darah yang sedikit saja dapat menyebabkan perubahan warna urin. Hematuria dapat muncul disebabkan oleh adanya kanker pada ginjal atau kandung kemih dan peradangan pada kandung kemih, saluran kandung kemih, atau pun ginjal. Kejadian ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang tua, anak-anak, maupun remaja, dan faktor risiko yang dapat menyebabkan hematuaria adalah keluarga pernah mengalami sakit pada ginjal, batu empedu, dan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri atau virus.

5. Penyakit seksual

Orang yang menderita penyakit seksual ternyata menimbulkan gejala urin berwarna kuning. Penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi chlamydia merupakan infeksi yang paling sering menimbulkan perubahan warna pada urin.

6. Gangguan pada organ hati

Perubahan warna urin menjadi lebih gelap dapat disebabkan oleh gangguan pada hati, seperti hepatitis, sirosis, dan kanker hati.  Masalah pada hati  biasanya diawali dengan peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti virus dan bakteri. Kemudian, peradangan terjadi terus-menerus dan berakibat pada kerusakan dan kematian jaringan hati. Hal ini yang menyebabkan sirosis dan merupakan faktor risiko dari kanker hati. Kerusakan jaringan hati membuat hati tidak berfungsi dengan baik untuk memproduksi dan menyalurkan bilirubin. Bilirubin masuk ke dalam darah dan menyebabkan tubuh menjadi kuning. Bilirubin yang masuk pada sistem kandung kemih disebut urobilin dan jika kadarnya terlalu banyak dapat mengubah warna urin menjadi sangat pekat.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca