Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Penyakit IBS?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/10/2017
Bagikan sekarang

Irritable Bowel Syndrome (disingkat IBS) adalah gangguan sistem pencernaan dengan gejala sakit perut yang disertai diare atau sembelit (susah buang air besar). Diperkirakan sebanyak sembilan sampai 23 persen orang di dunia menderita IBS. Mengapa dan bagaimana terjadinya gangguan ini masih belum dapat dipahami dengan  jelas. Namun, beberapa faktor penyebab IBS yang telah diketahui yaitu makanan dan stres psikologis.

Nah, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang mengamati bagaimana pengaruh kekurangan vitamin D pada IBS. Ternyata kekurangan vitamin D bisa memicu kondisi ini. Bagaimana bisa keduanya saling berkaitan dan apakah Anda sendiri berisiko mengalami kondisi ini? Cari tahu jawabannya di sini.

Apakah kekurangan vitamin D bisa jadi penyebab IBS?

Dalam suatu penelitian yang dimuat dalam BMJ Open Gastroenterology, 51 orang dengan IBS dikumpulkan dan darah mereka diambil. Darah akan digunakan para ahli untuk mengukur kadar vitamin D dalam darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 82 persen dari peserta penelitian mengalami kekurangan vitamin D.

Penelitian selanjutnya mencoba melihat apakah pemberian suplemen bagi orang dengan IBS yang mengalami kekurangan vitamin D akan memperbaiki gejala yang dialami.

Dari penelitian yang telah dilakukan, bisa Anda lihat sendiri bahwa kekurangan vitamin D memang biasanya jadi kondisi yang umum dialami orang dengan IBS. Namun, apakah selama ini kekurangan vitamin D itu sendiri bisa menjadi penyebab IBS? Eits, tunggu dulu.

Seperti yang telah diperkirakan, suplemen vitamin D memang bisa menurunkan jumlah peserta penelitian yang kekurangan vitamin D. Akan tetapi, suplemen vitamin D belum bisa memberikan hasil perbaikan yang bermakna untuk gejala IBS apa pun.

Karena itulah para ahli belum berani menyimpulkan bahwa kekurangan vitamin D bisa jadi salah satu penyebab IBS.

dampak kurang vitamin d

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menangani IBS?

Meskipun minum suplemen vitamin D belum terbukti bisa mengobati gejala-gejala IBS, tidak ada salahnya jika Anda mencoba tes darah untuk mengecek kadar vitamin D dalam tubuh Anda.

Bila Anda memang kekurangan vitamin penting ini, tingkatkan asupan vitamin D lewat sinar matahari, makan ikan laut dan jamur portobello, serta minum susu yang diperkaya vitamin D.

Sedangkan kalau Anda mau mengonsumsi suplemen vitamin D, Anda harus berkonsultasi dulu ke dokter Anda. Pasalnya, suplemen belum tentu aman buat tubuh Anda dan bisa memberikan efek samping.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegah gejala IBS muncul.   

  • Mengonsumsi makanan yang sehat. Jaga pola makan Anda bervariasi dan seimbang. Utamakan makanan yang mengandung serat, nutrisi, dan antioksidan yang baik. Serta jangan lupa, asupan protein dan lemak yang sehat juga penting bagi tubuh.
  • Jaga keseimbangan cairan dalam tubuh Anda dengan cukup minum air.
  • Rutin berolahraga bisa membantu Anda mencegah gejala IBS. Ini karena berolahraga bisa membantu meredakan stres sekaligus menyehatkan tubuh Anda.
  • Memaparkan diri ke sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat memberikan kita viamin D yang membantu kita menjaga kesehatan tulang, gigi, kekebalan tubuh, dan berbagai manfaat lainnya. Akan tetapi, jangan lupa pakai tabir surya kalau sedang berada di luar ruangan.

Perlu diingat, IBS merupakan penyakit yang belum sepenuhnya dipahami. Karena penyebab IBS juga masih terus dipelajari, Anda harus banyak berkonsultasi dengan dokter dan perawat untuk menentukan gaya hidup seperti apa yang harus dijalani.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Low vitamin D levels associated with IBS http://www.medicalnewstoday.com/articles/304361.php Accessed 29/08/2017

IBS Linked to Low Vitamin D http://www.webmd.com/ibs/news/20151222/ibs-low-vitamin-d Accessed 29/08/2017

Vitamin D Deficiency in Patients with Irritable Bowel Syndrome: Does it Exist? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4412886/ Accessed 29/08/2017

Vitamin D deficiency linked to irritable bowel syndrome  https://www.nhs.uk/news/food-and-diet/vitamin-d-deficiency-linked-to-irritable-bowel-syndrome/ Accessed 29/08/2017

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Banyak wanita mengalami gangguan pencernaan seperti diare pada awal masa kehamilan. Namun, benarkah diare adalah tanda hamil muda?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Muntaber dapat menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Tenang, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan gejala muntaber. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020