Kebocoran Cairan Otak Bisa Bikin Hidung Meler, Mirip Seperti Pilek dan Alergi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Hidung meler menjadi penyakit langganan pada beberapa orang. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari pilek, flu, alergi, atau sinusitis. Namun, ada kondisi lain yang bisa menimbulkan gejala tersebut, yaitu kebocoran cairan otak. Lalu, apa yang membedakan penyebab hidung terus meler? Cari jawabannya pada ulasan berikut.

    Kebocoran cairan otak dapat menyebabkan hidung meler

    Dilansir dari Healthline, seorang wanita bernama Kendra Jackson yang berusia 52 tahun di Nebraska, Amerika Serikat (AS) menderita sakit kepala dan hidung berair. Awalnya dokter menjatuhkan diagnosis bahwa wanita tersebut memiliki alergi. Namun, kondisinya ini tak kunjung membaik setelah bertahun-tahun. Sampai seorang dokter spesialis memberikan diagnosis bahwa sakit kepala dan hidung meler tersebut bukan disebabkan oleh alergi, melainkan kebocoran cairan serebrospinal (CSF) pada otak.

    Jadi, penyebab hidung meler bukan hanya sinusitis, pilek, flu, atau alergi saja. Cairan yang keluar tersebut bisa jadi merupakan lendir berlebihan akibat infeksi virus, bakteri, dan alergen atau juga cairan pada otak yang mengalami kebocoran. Walaupun demikian, kebocoran cairan otak sangat jarang terjadi.

    Membedakan hidung meler akibat kebocoran cairan otak dengan penyebab lainnya

    penyebab pilek

    Biasanya gejala hidung meler akibat pilek, flu, alergi, atau sinusitis akan sembuh bila diobati dan menghindari pemicu. Berbeda dengan kebocoran cairan otak yang terus bertahan dan tidak membaik dengan pengobatan biasa. Selain itu, ada gejala lain pada kebocoran cairan otak yang perlu diwaspadai, misalnya:

    • Sakit kepala
    • Telinga berdenging
    • Gangguan penglihatan; mata sakit dan pandangan kabur
    • Leher kaku
    • Mual dan muntah
    • Kejang

    Namun, setiap pasien dengan kondisi ini memiliki gejala yang berbeda-beda. Biasanya, kepala akan terasa sangat sakit ketika menundukkan kepala, bangun dari posisi duduk, dan sebaliknya. Sementara cairan yang keluar berwarna jernih dan akan semakin banyak keluar saat memiringkan kepala, menundukkan kepala, atau ketika mengejan.

    Bagaimana dokter mendiagnosis kebocoran cairan otak?

    kebocoran cairan otak

    Kebocoran cairan serebrospinal pada otak disebabkan oleh robekan di jaringan lunak yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang yang disebut dura meter. Cairan yang keluar tersebut menyebabkan penurunan volume dan memberi tekanan pada otak. Akhirnya cairan ini dapat mengalir ke hidung, telinga, atau bagian belakang tenggorokan. Rata-rata orang yang mengalami kondisi ini pernah mengalami trauma di kepala, operasi di kepala, atau memiliki tumor di otak.

    Jika bukan disebabkan oleh pilek dan penyebab umum hidung meler lainnya, cairan yang keluar dari hidung akan diuji di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa cairan tersebut memang cairan serebrospinal pada otak.

    Kemudian, untuk mengetahui dari mana cairan yang keluar dari hidung akibat kebocoran cairan otak tidaklah mudah. Pasien harus menjalani berbagai tes pencitraan (scan) resolusi tinggi untuk melihat aliran cairan otak. Atau dengan menyuntikkan pewarna fluorescent yang memungkinkan ahli bedah untuk menentukan lokasi kebocoran.

    Bagaimana mengatasi kebocoran cairan otak?

    second opinion

    Mengatasi kebocoran cairan otak dapat dilakukan dengan dua cara, tergantung dari keparahan kondisi masing-masing. Pertama, melakukan pembedahan dengan memasukkan saluran kecil yang disebut shunt untuk menguras sebagian cairan.

    Kemudian, dokter akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat penuh (bed rest) agar jaringan yang robek dapat pulih dengan sendirinya. Kedua, jika kebocoran yang terjadi lebih besar, maka Anda dilakukan penambalan pada bagian yang mengalami kebocoran dengan jaringan lain sejenis yang ada di tubuh pasien.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

    Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Saraf, Health Centers 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

    Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 9 April 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerakan senam otak

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    ensefalopati uremikum

    Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    diabetes insipidus adalah

    Diabetes Insipidus

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
    pasien koma masih sadar atau tidak

    Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit