Awas, Mengagetkan Seseorang Bisa Memicu Serangan Jantung Fatal

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

“Ah, kamu bikin saya jantungan saja!” Kata-kata tersebut mungkin sudah sering sekali Anda dengar atau ucapkan. Memang sejak dulu banyak orang percaya bahwa kaget menyebabkan kematian akibat serangan jantung. Namun, bagaimana fenomena ini dilihat dari sisi medis? Benarkah seseorang bisa meninggal karena kaget? Simak ulasannya di bawah ini, ya. 

Yang terjadi pada tubuh ketika Anda kaget

Ketika terkejut, tubuh Anda secara otomatis akan mengaktifkan mode untuk melindungi diri. Mode ini dikenal dengan istilah fight or flight yang artinya melawan atau melarikan diri. Otak pun akan membaca situasi ini seolah ada ancaman berbahaya. 

Sistem saraf otak kemudian memerintahkan bagian-bagian tubuh tertentu untuk menyiapkan diri melawan atau melarikan diri dari ancaman tersebut. Antara lain dengan meningkatkan detak jantung, meningkatkan aliran darah ke otot, memperlambat pencernaan, dan melebarkan pupil mata. 

Reaksi kaget ini memang sangat berguna pada zaman primitif karena manusia harus melawan atau melarikan diri dari serangan binatang buas. Akan tetapi, di zaman modern seperti sekarang ini, reaksi ini tentu jadi berlebihan. 

Bagaimana bisa, kaget menyebabkan kematian?

Untuk mengaktifkan mode fight or flight saat kaget, otak akan memproduksi berbagai zat kimia seperti hormon adrenalin dan senyawa neurotransmiter. Reaksi kimia dari zat-zat tersebut sangat beracun bagi tubuh. Maka, jika langsung dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, zat beracun ini akan merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.  

Namun, biasanya yang bisa menyebabkan kematian mendadak adalah kerusakan pada organ jantung. Menurut para ahli kerusakan pada paru-paru, hati, atau ginjal tak akan langsung membunuh seseorang. 

Kerusakan jantung yang terjadi akibat rasa terkejut

Hormon adrenalin akan mengalir dari sistem saraf otak menuju sel-sel otot jantung. Hal ini menyebabkan kontraksi hebat pada otot jantung. Kalau adrenalin yang masuk ke jantung terlalu banyak, otot jantung akan terus berkontraksi hebat dan tak bisa melemas kembali. Akhirnya, jantung akan berdetak dengan kecepatan yang tidak wajar.

Tubuh manusia tidak akan mampu menerima pacuan jantung dahsyat seperti ini. Aliran darah ke seluruh tubuh pun jadi terhenti secara mendadak karena kegagalan fungsi jantung. Inilah mengapa kaget menyebabkan kematian.   

Siapa saja yang rentan mengalami kematian karena kaget?

Jangan meremehkan akibat fatal dari kaget. Pasalnya, kaget menyebabkan kematian pada orang dari segala usia dan kondisi kesehatan. Orang muda dan orang yang sehat juga bisa mengalami kematian mendadak karena terkejut. Ya, fenomena ini tak hanya menyerang orang lanjut usia dan orang yang punya riwayat penyakit atau serangan jantung saja. Maka sebaiknya Anda tidak sembarangan mengagetkan orang.  

Untuk menurunkan risiko kematian karena terkejut, Anda bisa mencoba meditasiyoga, atau teknik-teknik relaksasi lainnya. Relaksasi bisa membantu sistem saraf Anda supaya tidak bereaksi secara berlebihan kalau kaget.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat hilangnya darah atau cairan tubuh dalam jumlah besar. Umumnya, ini karena perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit