9 Gejala IBS (Irritable Bowel Syndrom) yang Paling Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/10/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Irriteble bowel syndrome (IBS) adalah penyakit pencernaan yang umum yang memengaruhi kerja usus besar, yang ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kebiasaan buang air besar. Diet, stres, kurang tidur, dan perubahan bakteri usus dapat memicu gejala. Namun, pemicu berbeda untuk setiap orang, sehingga sulit untuk menyebutkan makanan spesifik atau stres yang harus dihindari oleh semua orang. Lalu, apa saja gejala IBS yang paling umum?

Gejala IBS yang paling umum

1. Nyeri dan kram perut

penyebab kram perut

Nyeri perut adalah gejala IBS yang paling umum. Normalnya, usus dan otak bekerja sama untuk mengendalikan pencernaan, melalui hormon, saraf, dan sinyal yang dikeluarkan oleh bakteri baik yang hidup di usus Anda.

Namun, pada IBS sinyal tidak diterima dengan baik, menyebabkan otot usus besar tegang dan tidak berkoordinasi dengan baik.

Rasa nyeri ini biasanya terjadi di perut bagian bawah atau seluruh perut, dan jarang terjadi hanya di perut bagian atas. Nyeri ini biasanya mereda setelah Anda buang air besar.

2. Diare

kekurangan zinc

Diare menjadi gejala IBS yang dominan terjadi pada sekitar sepertiga pasien. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien IBS mengalami rata-rata 12 kali buang air besar setiap minggu.

Proses pencernaan di usus menjadi lebih cepat sehingga sering menyebabkan dorongan untuk buang air besar mendadak.

Selain itu, feses dari pasien IBS cenderung berair dan mungkin mengandung lendir.

3. Sembelit

obat sembelit resep

Selain menyebabkan diare, IBS juga dapat menyebabkan sembelit. IBS yang didominasi dengan sembelit adalah gejala IBS yang lebih umum, yang memengaruhi hampir 50 persen orang dengan IBS.

Sinyal yang berubah antara otak dan usus dapat mempercepat atau memperlambat waktu pembentukan feses. Ketika waktu pembentukan ini melambat, usus menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga feses menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan.

4. Sembelit dan diare (campuran)

sakit diare bisa sebabkan kematian

Sembelit, diare, atau keduanya bergantian terjadi pada sekitar 20 persen pasien IBS. Diare dan sembelit di IBS menyebabkan sakit perut kronis yang berulang.

IBS dengan gejala keduanya ini cenderung lebih parah daripada yang lain dengan gejala yang lebih sering dan intens.

5. Perubahan gerakan usus

mencegah diare saat puasa

Pergerakan feses yang melambat di usus sering mengalami dehidrasi saat usus menyerap air. Sehingga membuat feses menjadi keras yang dapat memperburuk gejala sembelit.

Sementara gerakan feses yang cepat melalui usus menyisakan sedikit waktu untuk menyerap air, sehingga feses menjadi lebih cair dan menyebabkan diare.

IBS juga dapat menyebabkan lendir terakumulasi dalam feses, yang biasanya tidak terkait dengan penyebab sembelit lainnya.

Selain itu, feses juga mungkin mengandung darah. Ini merupakan gejala IBS yang berpotensi lebih serius dan perlu segera diperiksakan ke dokter. Darah dalam feses mungkin tampak merah tetapi sering terlihat lebih gelap atau hitam.

6. Perut bergas dan kembung

Perubahan pencernaan di IBS menyebabkan produksi gas lebih banyak di usus dan menyebabkan perut kembung.

Dalam sebuah penelitian terhadap 337 pasien IBS, 83 persen melaporkan mengalami perut kembung dan kram. Kedua gejala ini lebih sering terjadi pada wanita dan pada IBS yang didominasi sembelit atau tipe campuran IBS.

7. Intoleransi makanan

alergi dan intoleransi makanan

Intoleransi makanan ini bukanlah alergi. Beberapa orang dengan IBS melaporkan bahwa makanan tertentu dapat memicu gejala IBS. Namun, penyebab mengapa makanan tertentu bisa memicu IBS belum jelas.

Makanan pemicu IBS ini juga berbeda untuk setiap orang. Namun, yang paling sering antara lain FODMAP, laktoa, dan gluten.

8. Kelelahan dan sulit tidur

susah tidur

Sebuah penelitian melaporkan bahawa 160 orang dewasa yang didiagnosis IBS memiliki stamina rendah, sehingga merasa cepat lelah. Pasien IBS jadi lebih membatasi aktivitas fisik dalam pekerjaan dan interaksi sosial.

IBS juga terkait dengan insomnia, yang termasuk sulit tidur, sering terbangun, dan merasa tidak nyaman di pagi hari ketika bangun tidur.

Dalam sebuah penelitian terhadap 112 orang dewasa dengan IBS, 13 persen melaporkan kualitas tidur yang buruk.

Penelitian lain terhadap 50 pria dan wanita menemukan bahwa orang dengan IBS tidur sekitar satu jam lebih lama namun merasa kurang segar di pagi hari dibandingkan mereka yang tidak memiliki IBS.

Selain itu, kedua gejala IBS ini juga bisa menandakan gejala gastrointestinal yang lebih buruk.

9. Kecemasan dan depresi

beda stres akut dan ptsd

Gejala IBS lainnya adalah kecemasan dan depresi. Tidak jelas apakah gejala ini adalah ekspresi stres mental atau stres hidup dengan IBS yang membuat orang lebih rentan terhadap gangguan psikologis.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 94.000 pria dan wanita, orang dengan IBS lebih dari 50 persen mengalami gangguan kecemasan dan lebih dari 70 persen lebih mungkin mengalami gangguan suasana hati, seperti depresi.

Penelitian lain membandingkan kadar hormon stres kortisol pada pasien dengan dan tanpa IBS. Hasilnya, orang dengan IBS mengalami perubahan kortisol yang lebih tinggi, yang berarti menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Crohn, Radang Usus Langka yang Bisa Menimbulkan Depresi

Penelitian membuktikan penyakit Crohn (radang usus yang langka) memiliki keterkaitan dengan depresi. Mengapa bisa begitu? Bagaimana cara mengendalikannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/05/2018 . Waktu baca 3 menit

Makan Cokelat Ternyata Baik Bagi Penderita Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Cokelat tidak hanya bisa memperbaiki suasana hati, ternyata juga bisa meredakan gejala IBS. Lalu, berapa banyak batasan makan cokelat untuk iritasi usus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/05/2018 . Waktu baca 3 menit

Mengapa BAB Berbusa dan Berbuih? 4 Gangguan Kesehatan Ini Mungkin Penyebabnya

BAB berbusa bisa jadi salah satu tanda masalah kesehatan tertentu. Hal ini bisa dialami siapa pun, bahkan bayi dan anak-anak. Apa penyebab feses berbusa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/05/2018 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Diare di Pagi Hari, dari Gaya Hidup yang Salah Hingga Tanda Penyakit Kronis

Diare di pagi hari tentu sangat menganggu aktivitas dalam memulai hari.Kenali penyebab diare dari mulai gaya hidup yang tidak sehat hingga iritasi usus.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 15/04/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut setelah makan pisang

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . Waktu baca 3 menit
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 3 menit
gejala maag gejala asam lambung

8 Gejala Maag yang Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2019 . Waktu baca 9 menit
mengatasi gejala IBS

5 Pilihan Teh Herbal untuk Membantu Mengatasi Gejala IBS

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 01/03/2019 . Waktu baca 4 menit