9 Gejala IBS (Irritable Bowel Syndrom) yang Paling Umum

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Irriteble bowel syndrome (IBS) adalah penyakit pencernaan yang umum yang memengaruhi kerja usus besar, yang ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kebiasaan buang air besar. Diet, stres, kurang tidur, dan perubahan bakteri usus dapat memicu gejala. Namun, pemicu berbeda untuk setiap orang, sehingga sulit untuk menyebutkan makanan spesifik atau stres yang harus dihindari oleh semua orang. Lalu, apa saja gejala IBS yang paling umum?

Gejala IBS yang paling umum

1. Nyeri dan kram perut

penyebab kram perut

Nyeri perut adalah gejala IBS yang paling umum. Normalnya, usus dan otak bekerja sama untuk mengendalikan pencernaan, melalui hormon, saraf, dan sinyal yang dikeluarkan oleh bakteri baik yang hidup di usus Anda.

Namun, pada IBS sinyal tidak diterima dengan baik, menyebabkan otot usus besar tegang dan tidak berkoordinasi dengan baik.

Rasa nyeri ini biasanya terjadi di perut bagian bawah atau seluruh perut, dan jarang terjadi hanya di perut bagian atas. Nyeri ini biasanya mereda setelah Anda buang air besar.

2. Diare

kekurangan zinc

Diare menjadi gejala IBS yang dominan terjadi pada sekitar sepertiga pasien. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien IBS mengalami rata-rata 12 kali buang air besar setiap minggu.

Proses pencernaan di usus menjadi lebih cepat sehingga sering menyebabkan dorongan untuk buang air besar mendadak.

Selain itu, feses dari pasien IBS cenderung berair dan mungkin mengandung lendir.

3. Sembelit

obat sembelit resep

Selain menyebabkan diare, IBS juga dapat menyebabkan sembelit. IBS yang didominasi dengan sembelit adalah gejala IBS yang lebih umum, yang memengaruhi hampir 50 persen orang dengan IBS.

Sinyal yang berubah antara otak dan usus dapat mempercepat atau memperlambat waktu pembentukan feses. Ketika waktu pembentukan ini melambat, usus menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga feses menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan.

4. Sembelit dan diare (campuran)

sakit diare bisa sebabkan kematian

Sembelit, diare, atau keduanya bergantian terjadi pada sekitar 20 persen pasien IBS. Diare dan sembelit di IBS menyebabkan sakit perut kronis yang berulang.

IBS dengan gejala keduanya ini cenderung lebih parah daripada yang lain dengan gejala yang lebih sering dan intens.

5. Perubahan gerakan usus

mencegah diare saat puasa

Pergerakan feses yang melambat di usus sering mengalami dehidrasi saat usus menyerap air. Sehingga membuat feses menjadi keras yang dapat memperburuk gejala sembelit.

Sementara gerakan feses yang cepat melalui usus menyisakan sedikit waktu untuk menyerap air, sehingga feses menjadi lebih cair dan menyebabkan diare.

IBS juga dapat menyebabkan lendir terakumulasi dalam feses, yang biasanya tidak terkait dengan penyebab sembelit lainnya.

Selain itu, feses juga mungkin mengandung darah. Ini merupakan gejala IBS yang berpotensi lebih serius dan perlu segera diperiksakan ke dokter. Darah dalam feses mungkin tampak merah tetapi sering terlihat lebih gelap atau hitam.

6. Perut bergas dan kembung

Perubahan pencernaan di IBS menyebabkan produksi gas lebih banyak di usus dan menyebabkan perut kembung.

Dalam sebuah penelitian terhadap 337 pasien IBS, 83 persen melaporkan mengalami perut kembung dan kram. Kedua gejala ini lebih sering terjadi pada wanita dan pada IBS yang didominasi sembelit atau tipe campuran IBS.

7. Intoleransi makanan

alergi dan intoleransi makanan

Intoleransi makanan ini bukanlah alergi. Beberapa orang dengan IBS melaporkan bahwa makanan tertentu dapat memicu gejala IBS. Namun, penyebab mengapa makanan tertentu bisa memicu IBS belum jelas.

Makanan pemicu IBS ini juga berbeda untuk setiap orang. Namun, yang paling sering antara lain FODMAP, laktoa, dan gluten.

8. Kelelahan dan sulit tidur

susah tidur

Sebuah penelitian melaporkan bahawa 160 orang dewasa yang didiagnosis IBS memiliki stamina rendah, sehingga merasa cepat lelah. Pasien IBS jadi lebih membatasi aktivitas fisik dalam pekerjaan dan interaksi sosial.

IBS juga terkait dengan insomnia, yang termasuk sulit tidur, sering terbangun, dan merasa tidak nyaman di pagi hari ketika bangun tidur.

Dalam sebuah penelitian terhadap 112 orang dewasa dengan IBS, 13 persen melaporkan kualitas tidur yang buruk.

Penelitian lain terhadap 50 pria dan wanita menemukan bahwa orang dengan IBS tidur sekitar satu jam lebih lama namun merasa kurang segar di pagi hari dibandingkan mereka yang tidak memiliki IBS.

Selain itu, kedua gejala IBS ini juga bisa menandakan gejala gastrointestinal yang lebih buruk.

9. Kecemasan dan depresi

beda stres akut dan ptsd

Gejala IBS lainnya adalah kecemasan dan depresi. Tidak jelas apakah gejala ini adalah ekspresi stres mental atau stres hidup dengan IBS yang membuat orang lebih rentan terhadap gangguan psikologis.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 94.000 pria dan wanita, orang dengan IBS lebih dari 50 persen mengalami gangguan kecemasan dan lebih dari 70 persen lebih mungkin mengalami gangguan suasana hati, seperti depresi.

Penelitian lain membandingkan kadar hormon stres kortisol pada pasien dengan dan tanpa IBS. Hasilnya, orang dengan IBS mengalami perubahan kortisol yang lebih tinggi, yang berarti menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca